Menentukan masalah penelitian merupakan salah satu tahap penting dalam proses penyusunan penelitian akademik. Sebuah penelitian yang baik tidak hanya berawal dari topik yang menarik, tetapi juga dari masalah yang jelas, relevan, dan memiliki alasan kuat untuk diteliti. Karena itu, mahasiswa maupun peneliti perlu memahami berbagai sumber masalah penelitian agar dapat menemukan fokus kajian yang tepat. Sumber masalah penelitian dapat berasal dari literatur, fenomena yang terjadi di lapangan, maupun kesenjangan antara konsep dan praktik.
Literatur menjadi salah satu sumber masalah penelitian yang penting karena berbagai penelitian sebelumnya dapat menunjukkan hal-hal yang belum terjawab secara menyeluruh. Ketika peneliti membaca jurnal, buku akademik, laporan penelitian, atau publikasi ilmiah lainnya, peneliti dapat menemukan keterbatasan penelitian terdahulu, perbedaan hasil penelitian, serta rekomendasi untuk penelitian berikutnya. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk merumuskan masalah penelitian yang lebih spesifik.
Selain literatur, fenomena di masyarakat juga dapat menjadi sumber masalah penelitian. Fenomena merupakan kondisi atau peristiwa yang dapat diamati dalam kehidupan nyata dan memiliki keterkaitan dengan bidang yang sedang dikaji. Fenomena pendidikan, teknologi, ekonomi, sosial, kesehatan, maupun bidang lainnya dapat memunculkan pertanyaan penelitian ketika terdapat kondisi yang menarik untuk dipahami secara lebih mendalam.
Sumber masalah penelitian berikutnya adalah kesenjangan praktik. Kesenjangan ini muncul ketika terdapat perbedaan antara kondisi yang seharusnya terjadi dengan kondisi yang benar-benar terjadi. Misalnya, sebuah kebijakan telah dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi penerapannya di lapangan belum memberikan hasil sesuai harapan. Perbedaan tersebut dapat menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan kajian.
Dengan memahami sumber masalah penelitian dari literatur, fenomena, dan kesenjangan praktik, peneliti dapat menyusun penelitian yang memiliki dasar akademik sekaligus relevansi terhadap kondisi nyata. Proses tersebut membantu penelitian tidak sekadar mengulang pembahasan yang sudah ada, tetapi menghasilkan kajian yang memiliki tujuan dan kontribusi yang jelas.

Literatur sebagai Sumber Masalah Penelitian
Literatur merupakan salah satu sumber masalah penelitian yang paling sering digunakan dalam penelitian akademik. Literatur mencakup berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan topik tertentu, seperti jurnal penelitian, buku akademik, prosiding, laporan penelitian, tesis, disertasi, maupun dokumen ilmiah lainnya. Melalui literatur, peneliti dapat mengetahui perkembangan pengetahuan mengenai suatu bidang sekaligus menemukan persoalan yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Membaca literatur bukan hanya bertujuan untuk mengumpulkan teori yang akan digunakan dalam penelitian. Peneliti juga perlu memperhatikan bagaimana penelitian sebelumnya dilakukan, apa hasil yang diperoleh, keterbatasan penelitian, serta rekomendasi yang diberikan oleh peneliti terdahulu. Dari proses tersebut, peneliti dapat menemukan bagian yang belum banyak dibahas atau pertanyaan yang belum memperoleh jawaban memadai.
Salah satu sumber masalah penelitian dari literatur adalah adanya perbedaan hasil penelitian. Dua atau lebih penelitian yang membahas variabel serupa dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa salah satu penelitian keliru. Perbedaan hasil dapat terjadi karena karakteristik responden, lokasi penelitian, metode, instrumen, periode penelitian, atau konteks yang berbeda. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan.
Literatur juga dapat menunjukkan adanya keterbatasan dalam penelitian sebelumnya. Misalnya, sebuah penelitian hanya dilakukan pada satu institusi, menggunakan jumlah responden yang terbatas, atau berfokus pada variabel tertentu. Keterbatasan tersebut dapat menjadi sumber masalah penelitian apabila peneliti melihat adanya peluang untuk memperluas objek, metode, lokasi, atau variabel penelitian. Dengan demikian, penelitian baru dapat memberikan perspektif yang lebih luas terhadap permasalahan yang telah dikaji.
Selain itu, rekomendasi penelitian terdahulu dapat membantu menemukan sumber masalah penelitian. Pada bagian akhir artikel ilmiah, peneliti biasanya memberikan saran mengenai penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Namun, rekomendasi tersebut tidak seharusnya diterima secara langsung tanpa analisis. Peneliti perlu mengevaluasi apakah rekomendasi tersebut masih relevan dengan kondisi terkini dan apakah terdapat alasan akademik yang cukup untuk menjadikannya sebagai fokus penelitian baru.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Fenomena sebagai Dasar Menemukan Masalah Penelitian
Fenomena merupakan sumber masalah penelitian yang berasal dari kondisi nyata yang dapat diamati. Fenomena dapat muncul dalam berbagai lingkungan, mulai dari lingkungan pendidikan, masyarakat, organisasi, dunia kerja, hingga perkembangan teknologi. Peneliti dapat mengamati perubahan perilaku, kebijakan, kebiasaan, maupun kondisi tertentu yang menimbulkan pertanyaan dan membutuhkan penjelasan ilmiah.
Sebuah fenomena belum tentu langsung menjadi masalah penelitian. Peneliti perlu melakukan pengamatan dan analisis untuk mengetahui apakah fenomena tersebut memiliki nilai akademik. Misalnya, meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan oleh mahasiswa merupakan fenomena yang dapat diamati. Namun, agar menjadi masalah penelitian, peneliti perlu menentukan aspek tertentu yang ingin dikaji, seperti pengaruh penggunaan teknologi terhadap proses belajar, kemampuan berpikir kritis, atau strategi penyelesaian tugas akademik.
Pengamatan terhadap fenomena juga membantu peneliti memahami konteks masalah secara lebih nyata. Data awal dapat diperoleh melalui observasi, wawancara informal, dokumentasi, berita, laporan institusi, maupun sumber data lainnya. Informasi tersebut dapat membantu peneliti memastikan bahwa masalah yang ingin diteliti memang memiliki dasar dan bukan hanya asumsi pribadi.
Fenomena yang menarik untuk dijadikan sumber masalah penelitian biasanya memiliki perubahan, ketidaksesuaian, dampak, atau pertanyaan yang belum terjawab. Sebagai contoh, suatu institusi telah menerapkan sistem pembelajaran digital, tetapi sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai faktor penyebab, efektivitas sistem, kesiapan pengguna, maupun dukungan institusi.
Oleh karena itu, peneliti perlu membedakan antara fenomena dan masalah penelitian. Fenomena merupakan kondisi yang diamati, sedangkan masalah penelitian merupakan persoalan yang dirumuskan secara ilmiah berdasarkan kondisi tersebut. Kemampuan mengubah fenomena menjadi masalah penelitian akan menentukan seberapa jelas arah penelitian yang dilakukan.
Kesenjangan Praktik sebagai Sumber Masalah Penelitian
Kesenjangan praktik muncul ketika terdapat perbedaan antara kondisi ideal dan kondisi aktual. Kondisi ideal dapat berasal dari teori, standar, kebijakan, prosedur, target organisasi, atau harapan tertentu. Sementara itu, kondisi aktual menggambarkan keadaan yang benar-benar terjadi di lapangan. Perbedaan antara keduanya dapat menjadi sumber masalah penelitian apabila memiliki relevansi dan dapat dikaji secara ilmiah.
Kesenjangan praktik tidak selalu berarti bahwa suatu program gagal. Bisa saja sebuah kebijakan telah berjalan, tetapi hasilnya belum mencapai target yang ditetapkan. Peneliti perlu mencari tahu mengapa perbedaan tersebut terjadi dan faktor apa saja yang memengaruhinya.
Beberapa bentuk kesenjangan praktik yang dapat diamati antara lain:
- Perbedaan antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.
- Perbedaan antara target program dan hasil yang dicapai.
- Perbedaan antara standar pelayanan dan pengalaman pengguna.
- Perbedaan antara metode pembelajaran yang direncanakan dan pelaksanaannya.
- Perbedaan antara kompetensi yang diharapkan dan kemampuan aktual peserta didik.
- Perbedaan antara prosedur kerja dengan praktik yang dilakukan.
Untuk memastikan kesenjangan tersebut dapat dijadikan sumber masalah penelitian, peneliti perlu mengumpulkan informasi pendukung. Data awal dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kesenjangan terjadi dan apakah kondisi tersebut memang penting untuk dikaji.
Cara Menghubungkan Literatur, Fenomena, dan Kesenjangan Praktik
Ketiga sumber masalah penelitian tersebut sebenarnya dapat digunakan secara bersamaan. Literatur memberikan dasar akademik, fenomena memberikan gambaran kondisi nyata, sedangkan kesenjangan praktik menunjukkan adanya perbedaan yang membutuhkan penjelasan. Ketiganya dapat membentuk dasar masalah penelitian yang lebih kuat apabila dianalisis secara sistematis.
Peneliti dapat memulai dengan mengamati fenomena, kemudian mencari literatur yang berkaitan dengan fenomena tersebut. Setelah itu, peneliti dapat membandingkan teori atau hasil penelitian terdahulu dengan kondisi yang ditemukan di lapangan. Dari proses perbandingan tersebut, kesenjangan dapat terlihat dengan lebih jelas.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Menentukan fenomena yang relevan dengan bidang penelitian.
- Mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan fenomena.
- Mengidentifikasi hasil penelitian terdahulu.
- Menemukan keterbatasan atau perbedaan hasil penelitian.
- Membandingkan kondisi ideal dengan kondisi aktual.
- Menentukan kesenjangan yang paling relevan.
- Menyusun fokus masalah penelitian.
- Merumuskan pertanyaan penelitian berdasarkan kesenjangan tersebut.
Pendekatan tersebut membuat masalah penelitian tidak hanya didasarkan pada dugaan pribadi. Peneliti memiliki alasan yang lebih kuat karena masalah didukung oleh referensi ilmiah dan kondisi nyata. Hal ini juga membantu penelitian memiliki hubungan yang jelas antara latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan metode yang akan digunakan.
Selain membantu menentukan masalah penelitian, penggabungan ketiga sumber tersebut dapat memperkuat argumentasi dalam latar belakang penelitian. Peneliti dapat menjelaskan apa yang diketahui dari literatur, apa yang terjadi di lapangan, dan bagian mana yang masih memiliki kesenjangan. Dari sinilah urgensi penelitian dapat dibangun secara lebih logis.
Menentukan Fokus Masalah Penelitian dari Berbagai Sumber
Setelah literatur, fenomena, dan kesenjangan praktik berhasil diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan fokus masalah penelitian. Fokus diperlukan agar penelitian tidak berkembang terlalu luas dan tetap memiliki arah yang jelas. Peneliti perlu memilih satu persoalan utama yang paling relevan dengan tujuan penelitian, memiliki dasar akademik, serta memungkinkan untuk diteliti berdasarkan waktu, data, dan sumber daya yang tersedia.
Dalam menentukan fokus, peneliti dapat mempertimbangkan keterkaitan antara temuan literatur dengan kondisi nyata. Masalah yang dipilih sebaiknya bukan hanya menarik untuk dibahas, tetapi juga memiliki alasan ilmiah yang kuat. Peneliti perlu menjelaskan mengapa masalah tersebut penting, apa yang belum diketahui, dan kontribusi apa yang diharapkan dari penelitian. Dengan cara ini, sumber masalah penelitian dapat berkembang menjadi rumusan masalah yang lebih terarah dan dapat diteliti.
Proses tersebut dapat menghasilkan penelitian yang lebih relevan karena berangkat dari hubungan antara teori dan kondisi aktual. Literatur membantu memastikan bahwa penelitian memiliki landasan akademik, fenomena membantu menunjukkan relevansi masalah, sedangkan kesenjangan praktik memperlihatkan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan. Ketika ketiganya dipadukan secara tepat, peneliti dapat menghasilkan fokus penelitian yang lebih kuat dan memiliki peluang untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu maupun penyelesaian persoalan di lapangan.
Baca Juga: Sumber Masalah Penelitian yang Bisa Digunakan untuk Menemukan Ide Riset
Kesimpulan
Sumber masalah penelitian dapat ditemukan dari berbagai arah, terutama melalui literatur, fenomena, dan kesenjangan praktik. Literatur membantu peneliti menemukan keterbatasan penelitian terdahulu, perbedaan hasil, serta peluang penelitian lanjutan. Fenomena memberikan gambaran mengenai kondisi nyata yang terjadi di masyarakat atau lingkungan tertentu. Sementara itu, kesenjangan praktik menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi ideal dan kondisi aktual yang dapat dikaji secara ilmiah.
Ketiga sumber tersebut sebaiknya tidak dipandang sebagai pilihan yang berdiri sendiri. Peneliti dapat menggabungkannya untuk membangun latar belakang penelitian yang lebih kuat. Fenomena yang ditemukan di lapangan dapat dibandingkan dengan teori dan hasil penelitian terdahulu, kemudian dianalisis untuk melihat apakah terdapat kesenjangan yang signifikan. Dari proses tersebut, peneliti dapat menentukan masalah yang lebih spesifik, relevan, dan memiliki nilai akademik.
Dengan memahami sumber masalah penelitian dari literatur, fenomena, dan kesenjangan praktik, mahasiswa maupun peneliti dapat menghindari pemilihan topik yang hanya berdasarkan tren atau ketertarikan pribadi. Masalah penelitian yang baik perlu memiliki dasar yang jelas, dapat dibuktikan, serta memungkinkan untuk diteliti dengan metode yang sesuai. Setelah fokus masalah ditentukan, peneliti dapat melanjutkan proses menuju rumusan masalah, tujuan penelitian, dan rancangan penelitian secara lebih terarah. Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan tugas akhir, pemahaman ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun penelitian yang sistematis dan memiliki kontribusi yang jelas. Jangan lupa untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan akademik hingga tahap akhir dan mendapatkan informasi terkait Klik Wisuda sesuai ketentuan institusi. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

