Publikasi artikel pada jurnal ilmiah merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik seorang mahasiswa, dosen, peneliti, maupun praktisi. Setelah proses penelitian selesai dan naskah berhasil disusun, perjuangan belum berhenti ketika artikel dikirimkan ke jurnal. Penulis masih harus mengikuti serangkaian proses editorial hingga akhirnya artikel dapat diterbitkan dan dibaca oleh masyarakat akademik. Dalam proses tersebut, penulis akan menemukan berbagai istilah yang menunjukkan perkembangan atau status artikel jurnal.
Beberapa status yang paling umum ditemukan dalam sistem pengelolaan jurnal adalah submitted, under review, accepted, in press, dan published. Masing-masing status artikel jurnal tersebut memiliki arti dan menunjukkan bahwa naskah sedang berada pada tahapan tertentu. Perubahan status dapat berlangsung dalam waktu singkat, tetapi tidak jarang penulis harus menunggu beberapa minggu bahkan berbulan-bulan, tergantung pada kebijakan jurnal, jumlah naskah yang masuk, ketersediaan reviewer, serta proses revisi yang diperlukan.
Memahami arti setiap status artikel jurnal sangat penting agar penulis tidak salah menafsirkan perkembangan naskahnya. Misalnya, artikel yang berstatus submitted belum tentu langsung dibaca oleh reviewer. Begitu pula artikel dengan status under review belum dapat dipastikan akan diterima. Sementara itu, accepted menunjukkan kabar yang sangat baik, tetapi belum selalu berarti artikel sudah tersedia secara resmi dalam edisi jurnal.
Oleh karena itu, penulis perlu memahami alur publikasi secara menyeluruh. Dengan mengetahui perbedaan antara submitted, under review, accepted, in press, hingga published, penulis dapat lebih tenang dalam menunggu proses editorial sekaligus mengetahui tindakan yang perlu dilakukan pada setiap tahap. Pemahaman ini juga membantu mahasiswa yang membutuhkan publikasi jurnal sebagai salah satu persyaratan akademik.
Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai status artikel jurnal, mulai dari tahap awal pengiriman naskah hingga artikel resmi diterbitkan. Selain menjelaskan arti setiap status, pembahasan juga mencakup hal-hal yang perlu dilakukan penulis, kemungkinan proses yang terjadi, serta tips menghadapi masa tunggu selama proses publikasi.

Arti Status Submitted pada Artikel Jurnal
Status submitted merupakan salah satu status artikel jurnal yang paling awal ditemui setelah penulis berhasil mengirimkan naskah melalui sistem jurnal. Status ini menunjukkan bahwa artikel telah masuk ke dalam sistem pengelolaan jurnal dan telah berhasil diterima secara administratif oleh platform penerbit. Pada tahap ini, artikel belum tentu dibaca atau diperiksa secara mendalam oleh editor maupun reviewer.
Proses submitted biasanya terjadi setelah penulis menyelesaikan seluruh tahapan pengiriman naskah. Penulis umumnya diminta mengunggah file artikel, mengisi metadata, memasukkan nama dan afiliasi penulis, menentukan kata kunci, serta memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh jurnal. Setelah semua data dikonfirmasi dan proses pengiriman selesai, sistem akan memberikan notifikasi bahwa naskah telah berhasil disubmit.
Meskipun status submitted menunjukkan bahwa artikel telah berhasil dikirim, bukan berarti naskah otomatis masuk ke proses review. Editor biasanya akan melakukan pemeriksaan awal atau editorial screening. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa artikel sesuai dengan ruang lingkup jurnal, mengikuti template yang telah ditentukan, memiliki struktur ilmiah yang memadai, dan tidak memiliki masalah administratif yang dapat menghambat proses selanjutnya.
Pada tahap pemeriksaan awal, editor juga dapat memutuskan untuk menolak artikel tanpa mengirimkannya kepada reviewer. Keputusan seperti ini sering disebut desk rejection. Penyebabnya dapat beragam, seperti topik artikel tidak sesuai dengan fokus jurnal, kualitas naskah belum memenuhi standar, format tidak mengikuti ketentuan, atau terdapat masalah serius dalam penulisan dan metodologi penelitian. Oleh sebab itu, penulis sebaiknya tidak hanya fokus pada proses submit, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan jurnal telah dipenuhi sejak awal.
Apabila artikel lolos pemeriksaan awal, status submitted dapat berubah menjadi status lain yang menunjukkan bahwa proses editorial telah berlanjut. Dalam beberapa jurnal, penulis mungkin melihat status seperti editor assigned, with editor, atau screening sebelum akhirnya memasuki tahap review. Lama waktu status submitted dapat berbeda-beda pada setiap jurnal. Penulis disarankan untuk tetap memantau sistem jurnal dan email secara berkala, tetapi tidak perlu terburu-buru menghubungi editor apabila waktu tunggu masih berada dalam batas yang wajar sesuai kebijakan jurnal.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Memahami Status Under Review dalam Proses Publikasi
Setelah artikel berhasil melewati pemeriksaan awal oleh editor, salah satu status artikel jurnal yang paling umum muncul adalah under review. Status ini menunjukkan bahwa naskah sedang berada dalam proses penilaian ilmiah. Editor telah memutuskan bahwa artikel memiliki potensi untuk dievaluasi lebih lanjut dan biasanya telah mengirimkan naskah kepada satu atau beberapa reviewer yang memiliki keahlian sesuai dengan bidang penelitian.
Reviewer memiliki peran penting dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah. Mereka akan menilai berbagai aspek artikel, mulai dari kebaruan penelitian, relevansi topik, kejelasan rumusan masalah, kesesuaian metode, kualitas analisis data, pembahasan hasil, hingga kontribusi penelitian terhadap bidang ilmu terkait. Reviewer juga dapat memberikan komentar mengenai bahasa, struktur artikel, referensi, dan bagian lain yang dianggap perlu diperbaiki.
Status under review tidak secara otomatis berarti artikel akan diterima. Pada tahap ini, reviewer dapat memberikan berbagai rekomendasi kepada editor. Mereka dapat merekomendasikan artikel untuk diterima, diterima dengan revisi, direvisi secara besar, atau ditolak. Keputusan akhir tetap berada pada editor jurnal yang mempertimbangkan hasil penilaian dari reviewer serta kebijakan editorial yang berlaku.
Lamanya proses under review sangat bervariasi. Ada jurnal yang dapat menyelesaikan proses review dalam beberapa minggu, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu beberapa bulan. Keterlambatan sering terjadi karena editor harus mencari reviewer yang bersedia menerima undangan, menunggu reviewer menyelesaikan evaluasi, atau mencari reviewer tambahan apabila terdapat perbedaan pendapat dalam hasil penilaian. Oleh karena itu, status under review yang berlangsung cukup lama tidak selalu menunjukkan adanya masalah pada artikel.
Selama artikel berada pada status under review, penulis sebaiknya tidak mengirimkan naskah yang sama ke jurnal lain tanpa melakukan penarikan resmi. Praktik pengiriman satu artikel ke beberapa jurnal secara bersamaan dapat melanggar etika publikasi. Penulis juga perlu rutin memeriksa email karena sewaktu-waktu editor dapat mengirimkan keputusan atau meminta revisi. Apabila waktu review telah jauh melebihi estimasi yang diberikan jurnal, penulis dapat menghubungi pihak editorial secara profesional untuk menanyakan perkembangan proses artikel.
Status Setelah Under Review dan Kemungkinan Keputusan Editor
Setelah proses penilaian selesai, editor akan mempelajari komentar dan rekomendasi dari reviewer sebelum memberikan keputusan terhadap artikel. Tahap ini menjadi salah satu bagian yang paling menentukan dalam perjalanan publikasi ilmiah. Penulis dapat menerima beberapa jenis keputusan yang berbeda, dan setiap keputusan membutuhkan respons yang tepat.
Beberapa kemungkinan keputusan setelah proses review antara lain sebagai berikut:
- Minor revision
Keputusan minor revision menunjukkan bahwa artikel pada dasarnya telah memiliki kualitas yang cukup baik, tetapi masih membutuhkan beberapa perbaikan. Revisi dapat berupa perbaikan bahasa, penambahan penjelasan, penyempurnaan tabel atau gambar, maupun klarifikasi terhadap bagian tertentu. Meskipun revisi yang diminta relatif ringan, penulis tetap perlu menanggapi seluruh komentar reviewer secara serius.
- Major revision
Status major revision menunjukkan bahwa artikel membutuhkan perbaikan yang lebih substansial. Reviewer atau editor mungkin meminta penulis memperbaiki metode penelitian, memperluas pembahasan, menambahkan data, memperjelas analisis, atau melakukan perubahan signifikan terhadap struktur artikel. Keputusan ini belum berarti artikel ditolak, tetapi penulis perlu melakukan revisi secara menyeluruh.
- Accepted with revisions
Dalam beberapa jurnal, penulis dapat menerima keputusan yang menunjukkan bahwa artikel secara prinsip dapat diterima setelah perbaikan tertentu diselesaikan. Status ini merupakan perkembangan positif karena editor telah melihat potensi kuat untuk menerbitkan artikel. Namun, penulis tetap harus memenuhi seluruh permintaan revisi sesuai batas waktu yang diberikan.
- Rejected
Keputusan rejected menunjukkan bahwa artikel belum dapat diterbitkan pada jurnal tersebut. Penolakan dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk kualitas penelitian, kesesuaian dengan scope jurnal, kelemahan metodologi, atau keterbatasan kontribusi ilmiah. Penolakan memang dapat mengecewakan, tetapi penulis masih dapat menggunakan masukan reviewer untuk memperbaiki artikel sebelum mengirimkannya ke jurnal lain yang lebih sesuai.
Ketika menerima keputusan dari editor, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membaca seluruh komentar secara menyeluruh. Penulis sebaiknya tidak terburu-buru melakukan revisi tanpa memahami maksud setiap masukan. Komentar reviewer dapat dikelompokkan berdasarkan bagian artikel, misalnya pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Pendekatan ini dapat membantu proses revisi menjadi lebih sistematis.
Selain memperbaiki naskah, penulis umumnya perlu menyiapkan response letter atau surat tanggapan terhadap komentar reviewer. Dokumen ini berisi penjelasan mengenai perubahan yang telah dilakukan. Jika terdapat komentar yang tidak dapat diikuti sepenuhnya, penulis perlu memberikan alasan akademik yang jelas dan sopan. Respons yang baik dapat membantu editor memahami bahwa setiap masukan telah dipertimbangkan secara serius.
Status Accepted: Tanda Artikel Telah Diterima Jurnal
Status accepted merupakan salah satu kabar paling menggembirakan bagi penulis artikel ilmiah. Status ini menunjukkan bahwa editor telah memutuskan untuk menerima artikel untuk diterbitkan pada jurnal. Keputusan accepted biasanya diberikan setelah artikel berhasil melewati proses review dan seluruh revisi yang diminta telah dianggap memadai.
Namun, penting untuk dipahami bahwa accepted belum selalu sama dengan published. Artikel yang telah diterima masih dapat melalui beberapa tahapan produksi sebelum benar-benar tersedia secara resmi dalam jurnal. Tahapan tersebut dapat meliputi penyuntingan akhir, copyediting, typesetting, pemeriksaan proof, hingga penempatan artikel dalam volume dan nomor jurnal tertentu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan penulis setelah mendapatkan status accepted adalah:
- Memeriksa surat penerimaan
Penulis perlu menyimpan surat atau email penerimaan artikel dengan baik. Dokumen ini dapat menjadi bukti bahwa artikel telah resmi diterima oleh jurnal. Dalam beberapa kebutuhan akademik, surat accepted dapat digunakan sebagai dokumen pendukung sesuai dengan ketentuan institusi.
- Melakukan pemeriksaan proof
Penerbit dapat mengirimkan versi proof kepada penulis sebelum artikel diterbitkan. Pada tahap ini, penulis perlu memeriksa kesalahan penulisan, tata letak, nama penulis, afiliasi, tabel, gambar, dan informasi penting lainnya. Pemeriksaan harus dilakukan secara teliti karena perubahan setelah artikel diterbitkan dapat menjadi lebih sulit.
- Memenuhi administrasi penerbitan
Beberapa jurnal mungkin meminta penulis menyelesaikan dokumen tertentu, seperti perjanjian hak cipta atau pernyataan publikasi. Pada jurnal dengan biaya pemrosesan artikel, penulis juga mungkin perlu menyelesaikan administrasi pembayaran sesuai kebijakan penerbit.
- Menunggu proses produksi
Setelah artikel accepted, naskah akan masuk ke proses produksi. Waktu yang dibutuhkan dapat berbeda-beda tergantung sistem penerbitan jurnal. Ada jurnal yang menerbitkan artikel secara online lebih cepat, sedangkan jurnal lain menunggu hingga artikel ditempatkan pada edisi tertentu.
Status accepted menjadi bukti bahwa penelitian telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh proses editorial dan review jurnal tersebut. Meskipun demikian, penulis tetap perlu mengikuti seluruh instruksi penerbit hingga artikel benar-benar mencapai status published.
Status In Press hingga Published dan Arti Artikel Sudah Terbit
Setelah memperoleh status accepted, perjalanan artikel jurnal belum selalu langsung berakhir. Pada banyak penerbit, artikel yang telah diterima akan memasuki tahap produksi dan dapat memperoleh status in press. Status artikel jurnal ini menunjukkan bahwa naskah telah diterima untuk diterbitkan dan sedang dipersiapkan dalam proses produksi sebelum masuk secara resmi ke edisi jurnal.
Istilah in press dapat memiliki penerapan yang sedikit berbeda pada setiap jurnal atau penerbit. Secara umum, artikel sudah melewati proses penilaian ilmiah dan telah diterima, tetapi belum ditempatkan secara final dalam volume, nomor, atau edisi jurnal. Pada tahap ini, artikel dapat menjalani proses copyediting, typesetting, pemberian format akhir, pemeriksaan tata letak, dan peninjauan proof oleh penulis.
Dalam beberapa sistem penerbitan modern, artikel dengan status in press sudah dapat tersedia secara online terlebih dahulu. Artikel mungkin telah memiliki DOI atau identitas publikasi digital meskipun belum memperoleh nomor halaman, volume, dan edisi final. Kondisi ini sering disebut sebagai publikasi online terlebih dahulu, tergantung pada kebijakan penerbit dan jurnal yang bersangkutan.
Status published menunjukkan bahwa artikel telah resmi diterbitkan dan tersedia sebagai bagian dari publikasi jurnal. Artikel pada tahap ini umumnya telah memiliki informasi bibliografi yang lengkap, seperti nama jurnal, volume, nomor, tahun penerbitan, halaman atau nomor artikel, serta DOI apabila jurnal menggunakan sistem identifikasi tersebut. Status published merupakan tahap akhir dari proses publikasi artikel jurnal.
Ketika artikel telah published, penulis dapat mencantumkan publikasi tersebut dalam daftar riwayat akademik, portofolio penelitian, profil peneliti, maupun dokumen lain sesuai kebutuhan. Namun, penulis tetap perlu memastikan bahwa informasi sitasi yang digunakan benar dan sesuai dengan data resmi yang tersedia pada jurnal.
Perbedaan Status Submitted, Under Review, Accepted, In Press, dan Published
Agar lebih mudah memahami perkembangan sebuah artikel, penulis perlu melihat setiap status artikel jurnal sebagai bagian dari satu rangkaian proses. Setiap tahap memiliki arti yang berbeda dan menunjukkan posisi naskah dalam perjalanan publikasi.
Berikut gambaran perbedaannya:
- Submitted
Artikel telah berhasil dikirimkan ke sistem jurnal. Naskah masih berada pada tahap awal dan biasanya menunggu pemeriksaan administratif atau penilaian awal oleh editor.
- Under Review
Artikel sedang dinilai oleh reviewer atau sedang menjalani proses peer review. Pada tahap ini, kualitas ilmiah, metode, hasil, pembahasan, dan kontribusi penelitian sedang dievaluasi.
- Accepted
Artikel telah diterima untuk diterbitkan setelah melalui proses editorial dan review. Namun, artikel belum tentu langsung masuk ke edisi jurnal yang telah terbit.
- In Press
Artikel telah diterima dan sedang berada dalam tahap produksi atau menunggu publikasi final. Pada beberapa jurnal, artikel mungkin sudah tersedia secara online sebelum masuk ke volume dan nomor resmi.
- Published
Artikel telah resmi diterbitkan oleh jurnal dan tersedia sebagai publikasi ilmiah yang dapat diakses sesuai kebijakan jurnal.
Memahami perbedaan tersebut sangat penting, terutama bagi mahasiswa dan peneliti yang memiliki batas waktu tertentu untuk memenuhi persyaratan publikasi. Kesalahan dalam memahami status artikel jurnal dapat menyebabkan penulis menganggap artikel sudah terbit padahal sebenarnya masih berada pada tahap accepted atau in press.
Hal yang Perlu Dilakukan Penulis pada Setiap Status Artikel Jurnal
Setiap perubahan status artikel jurnal membutuhkan perhatian yang berbeda dari penulis. Pada tahap tertentu, penulis hanya perlu menunggu proses editorial, sedangkan pada tahap lain penulis harus segera memberikan respons atau melakukan revisi.
Ketika artikel berstatus submitted, penulis sebaiknya melakukan beberapa hal berikut:
- Memastikan email yang digunakan dalam sistem jurnal tetap aktif.
- Memeriksa apakah terdapat permintaan tambahan dari editor.
- Menyimpan bukti pengiriman artikel.
- Tidak mengirimkan naskah yang sama ke jurnal lain selama masih dalam proses.
- Memantau perkembangan status secara berkala tanpa terlalu sering menghubungi editor.
Saat artikel berstatus under review, penulis perlu bersabar karena proses penilaian dapat membutuhkan waktu. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah:
- Memeriksa estimasi waktu review yang tercantum pada jurnal.
- Menyiapkan diri untuk kemungkinan revisi.
- Membaca kembali artikel untuk mengidentifikasi bagian yang mungkin memerlukan penyempurnaan.
- Memantau email untuk mengetahui keputusan editor.
- Menghubungi editor secara profesional apabila waktu tunggu sudah jauh melebihi estimasi yang diberikan.
Apabila penulis menerima keputusan revision, proses revisi harus dilakukan dengan teliti. Penulis tidak sebaiknya hanya memperbaiki komentar yang dianggap mudah. Seluruh komentar perlu diperiksa dan ditanggapi secara sistematis.
Beberapa langkah penting saat melakukan revisi antara lain:
- Membaca seluruh komentar reviewer sebelum mulai memperbaiki artikel.
- Mengelompokkan komentar berdasarkan bagian naskah.
- Melakukan revisi sesuai masukan yang relevan.
- Memberikan penjelasan terhadap setiap perubahan.
- Menyiapkan response letter yang jelas dan sopan.
- Memastikan versi revisi tidak memiliki kesalahan baru.
- Mengirimkan revisi sebelum batas waktu yang ditentukan.
Ketika artikel memperoleh status accepted, penulis tetap perlu memantau komunikasi dari jurnal. Tahap ini dapat melibatkan pemeriksaan proof, konfirmasi metadata, persetujuan hak publikasi, atau administrasi lainnya. Penulis harus segera merespons permintaan penerbit agar proses produksi tidak mengalami keterlambatan.
Pada status in press, penulis dapat mulai mempersiapkan informasi publikasi untuk kebutuhan akademik. Namun, penggunaan artikel sebagai publikasi resmi harus tetap disesuaikan dengan kebijakan institusi atau pihak yang meminta bukti publikasi. Beberapa institusi mungkin menerima artikel accepted atau in press, sedangkan institusi lain hanya mengakui artikel yang telah berstatus published.
Setelah artikel published, penulis sebaiknya memeriksa kembali halaman publikasi untuk memastikan seluruh informasi sudah benar. Nama penulis, urutan afiliasi, judul artikel, abstrak, kata kunci, dan informasi sitasi perlu diperhatikan. Penulis juga dapat menyimpan tautan atau DOI artikel sebagai dokumentasi publikasi.
Mengapa Memahami Status Artikel Jurnal Sangat Penting?
Pemahaman terhadap status artikel jurnal dapat membantu penulis membuat perencanaan akademik yang lebih realistis. Publikasi jurnal merupakan proses yang membutuhkan waktu dan tidak selalu dapat diprediksi secara tepat. Seorang penulis yang memahami perbedaan antara submitted dan published akan lebih mampu memperkirakan apakah artikelnya dapat memenuhi tenggat waktu tertentu.
Hal ini menjadi semakin penting bagi mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan artikel jurnal sebagai bagian dari persyaratan kelulusan. Mahasiswa tidak sebaiknya menganggap bahwa mengirimkan artikel berarti proses publikasi telah selesai. Status submitted masih merupakan tahap awal, sedangkan perjalanan menuju accepted dan published dapat membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Pemahaman yang baik juga membantu penulis berkomunikasi dengan pihak kampus, pembimbing, editor, maupun institusi lain secara lebih tepat. Penulis dapat menjelaskan kondisi artikel berdasarkan status yang sebenarnya dan menyertakan bukti yang sesuai. Dengan demikian, tidak terjadi kesalahpahaman mengenai apakah artikel sudah dikirim, sedang direview, telah diterima, atau benar-benar sudah diterbitkan.
Selain itu, mengetahui arti setiap status dapat mengurangi kecemasan selama proses menunggu. Banyak penulis merasa khawatir ketika status under review tidak berubah dalam waktu lama. Padahal, proses tersebut dapat dipengaruhi oleh ketersediaan reviewer dan sistem kerja editorial. Dengan memahami alurnya, penulis dapat mengambil tindakan yang lebih tepat dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Pada akhirnya, status artikel jurnal bukan sekadar informasi yang muncul pada dashboard sistem penerbitan. Setiap status mencerminkan proses yang sedang berlangsung dan menentukan langkah berikutnya yang perlu dilakukan oleh penulis. Ketelitian, kesabaran, dan komunikasi yang profesional menjadi bagian penting dalam menghadapi seluruh tahapan publikasi ilmiah.
Baca Juga: Published Jurnal SINTA: Memahami Status Terbit dan Pengaruhnya terhadap Kelulusan
Kesimpulan
Status artikel jurnal, mulai dari submitted, under review, accepted, in press, hingga published, menunjukkan tahapan perkembangan naskah dalam proses publikasi ilmiah. Submitted menandakan bahwa artikel telah dikirimkan, under review menunjukkan proses penilaian oleh reviewer, accepted berarti artikel telah diterima, in press menunjukkan proses menuju penerbitan, sedangkan published menandakan bahwa artikel telah resmi diterbitkan.
Setiap tahap membutuhkan sikap dan tindakan yang berbeda. Penulis perlu memastikan naskah memenuhi ketentuan sejak awal, bersabar selama proses review, melakukan revisi dengan teliti, serta tetap memantau komunikasi dari editor dan penerbit. Pemahaman terhadap status artikel jurnal juga membantu penulis menghindari kesalahan dalam mengklaim status publikasi.
Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, memahami seluruh proses ini dapat menjadi bekal penting dalam merencanakan publikasi secara lebih matang. Dengan mengetahui arti setiap status dan langkah yang harus dilakukan, proses menuju artikel published dapat dijalani dengan lebih terarah. Publikasi ilmiah memang membutuhkan waktu dan ketelitian, tetapi pemahaman yang baik terhadap setiap tahapan akan membantu penulis menghadapi proses tersebut dengan lebih percaya diri. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

