Bagaimana Menulis Skripsi Sesuai Dengan Tatabahasa Yang Baik Dan Benar?

Klik Wisuda – Menulis skripsi ilmiah adalah kegiatan menulis yang bertujuan untuk menyampaikan ide atau pemikiran yang didasari oleh penalaran logis serta dapat diverifikasi kebenaran isinya. Salah satu bentuk penulisan ilmiah adalah menulis skripsi.pemilihan kata dalam penulisan karya ilmiah memang terbilang harus baku formal dan informatif.

menulis skripsi

Memilih Topik Menulis Skripsi

Topik merupakan komponen karya ilmiah yang menjadi dasar pengembangan gagasan. Beberapa sumber yang bisa dijadikan dasar pemilihan topik, diantaranya: 

1. buku atau bacaan referensi, 

2. laporan suatu penelitian, 

3. isu-isu yang marak dibicarakan di masyarakat, atau 

4. pengalaman pribadi penulis. 

Hal yang perlu dicermati saat memilih topik penulisan, diantaranya:

1. mencermati keempat sumber tersebut dengan seksama, 

2. mencatat perbedaan teori satu dengan teori yang lain, 

3. kemudian menemukan masalah yang terdapat dalam keempat sumber tersebut. 

Syarat Topik yang Dipilih dalam menulis skripsi

Sebelum memutuskan untuk memilih suatu topik tertentu, perlu diperhatikan syarat-syarat pemilihan topik yang baik untuk dipilih. Berikut ini dipaparkan beberapa syarat topik yang baik untuk dipilih.

Pertama, topik yang baik untuk dipilih adalah topik yang aktual. Topik yang aktual menunjukkan kejelian dan kepekaan penulis terhadap fenomena-fenomena terkini yang sedang terjadi di sekitar penulis. Akan tetapi, keaktualan topik harus didukung teori-teori yang relevan dengan topik yang dipilih.

Kedua, topik yang baik untuk dipilih adalah topik yang dikuasai dan diminati penulis. Topik yang diminati penulis membuat penulis merasa senang dan tertarik untuk membahas setiap bagian dalam tulisannya secara mendetail. Topik yang dikuasai penulis membuat penulis membahas setiap aspek yang terkait dengan topik secara kritis. Jika penulis tidak menguasai topik yang dipilih dengan baik, maka pembahasan yang ditulis pun terbatas.

Ketiga, topik yang baik untuk dipilih adalah topik yang dapat ditunjang dengan data empiris dan bahan rujukan yang teoritis. Topik yang ditunjang dengan data empiris menunjukkan bahwa topik tersebut mampu dikembangkan menjadi karya ilmiah yang berisi bukti-bukti faktual. Selain itu, ketersediaan bahan yang teoritis memudahkan penulis mengembangkan topik yang ditulis.

Perbedaan Topik dengan Judul dalam menulis skripsi

Sering timbul pertanyaan apakah perbedaan topik dan judul?. Judul adalah kepala karangan atau tajuk dan harus mencerminkan isi karangan. Dengan membaca judul dapat diketahui informasi yang disajikan, maksud dan tujuannya, serta cara kerjanya (Muslich, 2013:21). Judul yang ideal harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu singkat, jelas, menarik, dan linier dengan isi. Topik bisa diangkat sebagai judul apabila memenuhi persyaratan tersebut (spesifik).

Topik berisi variabel-variabel tertentu yang saling berhubungan satu sama lain. Berikut contoh hubungan antarvariabel yang umum digunakan sebagai alternatif topik: (a) deskripsi tentang (pembelajaran X) di (sekolah Y), (b) analisis (karakteristik tokoh X) dalam (naskah drama Y), (c) pengaruh (media X) terhadap (pembelajaran Y), (d) hubungan (kegemaran membaca X) dengan (kemampuan Y), (e) pengembangan (strategi X) untuk (peningkatan kemampuan Y), dan sebagainya.

Menyusun dan Mengembangkan Kerangka Penulisan

Kerangka menulis skripsi perlu dikembangkan dengan cerdas karena kerangka karya ilmiah akan menentukan dasar pengembangan karya ilmiah secara keseluruhan. Dengan demikian, kerangka menulis skripsi harus memenuhi syarat utuh, rinci, dan sistematis. Dalam penyusunan kerangka, terdapat tahap-tahap yang perlu dilakukan. Tahapan tersebut berfungsi untuk memudahkan penulis dalam mengembangkan ide atau gagasan yang telah ditemukan. Berikut ini dipaparkan tahap-tahap penyusunan kerangka.

  1. Mencatat gagasan yang berkaitan dengan topik. Seluruh gagasan yang berkaitan dengan topik sebaiknya dicatat terlebih dahulu. Semakin banyak dan lengkap gagasan yang dicatat akan semakin baik, karena informasi yang dikumpulkan juga semakin beragam.
  2. Mengelompokkan gagasan berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria pengelompokan gagasan ditentukan sendiri oleh penulis. Misalnya, gagasan yang berkaitan dengan pengertian, klasifikasi, ciri, syarat, tujuan, cara, atau dampak. Pengelompokan gagasan menurut kriteria tertentu dapat memudahkan penulis mengembangkan topik menjadi subjudul yang rinci.
  3. Mengurutkan kelompok gagasan secara sistematis. Setelah dikelompokkan, gagasan dikelompokkan secara sistematis. Urutan tersebut dapat dimulai dari pola yang paling sederhana, misalnya apa, kapan, siapa, dimana, mengapa, dan bagaimana. Selain itu, urutan gagasan dapat dimulai dari pola urutan waktu atau sebab akibat.

Menulis Skripsi Kalimat Ilmiah 

Sebelum menulis karya ilmiah, perlu diperhatikan cara penulisan kalimat yang sesuai dengan kaidah yang benar. Kalimat ilmiah yang sesuai dengan kaidah dapat ditelusuri dalam tataran pembentukan kata dan diksi, keutuhan struktur kalimat, kejelasan kalimat, ketepatan penggunaan kata hubung, ketepatan penggunaan kata baku, serta penggunaan kalimat bernalar.

Keutuhan Struktur Kalimat dalam menulis skripsi

Kalimat yang utuh adalah kalimat yang keseluruhan strukturnya lengkap. Kelengkapan struktur kalimat meliputi subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap. Meskipun demikian, sebuah kalimat yang terdiri atas subjek dan predikat sudah dapat dikatakan lengkap apabila predikat yang muncul tidak membutuhkan objek. Berikut disajikan contoh kalimat yang strukturnya lengkap dan tidak lengkap.

  • Gadis yang mengunyah permen karet dan duduk di trotoar
  • Keberhasilan pembelajaran karena guru dan siswa.

Kalimat (1) tergolong dalam kalimat yang strukturnya tidak lengkap karena hanya menyebutkan fungsi subjek tanpa diikuti predikat. Konjungsi yang pada contoh (1) merupakan penanda perluasan subjek sehingga kelompok kata setelahnya tidak dapat disebut sebagai predikat. Kalimat tersebut membutuhkan predikat yang jelas, misal: gadis yang mengunyah permen karet dan duduk di trotoar termenung menatap langit. 

Kalimat (2) tergolong kalimat yang strukturnya tidak lengkap karena tidak menyebutkan subjek yang jelas. Kalimat (2) dapat dibetulkan menjadi Guru dan siswa merupakan komponen penting untuk mewujudkan keberhasilan pembelajaran. Guru dan siswa merupakan subjek yang seharusnya diletakkan di awal kalimat.

  • Survei menunjukkan bahwa penggemar genre film komedi lebih banyak daripada genre film horor.

Kalimat (3) tergolong kalimat yang strukturnya tidak lengkap karena tidak memiliki subjek. Survei merupakan kata kerja sehingga tidak bisa diletakkan di awal kalimat sebagai subjek yang mampu melakukan kegiatan menunjukkan. Kalimat (3) dapat dibetulkan menjadi Hasil survei berisi informasi bahwa penggemar genre film komedi lebih banyak daripada genre film horor. Dengan demikian, subjek di awal kalimat merupakan kata benda, yaitu hasil survey, yang diikuti oleh kata kerja relevan.

Kejelasan Kalimat dalam menulis skripsi

Kejelasan kalimat perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Kalimat yang jelas mampu menyampaikan gagasan yang jelas pula kepada pembaca. Kejelasan kalimat dapat dilihat berdasarkan tipe struktur kalimat yang digunakan. Berikut ini dipaparkan contoh kalimat yang strukturnya jelas dan tidak jelas.

  • Dosen akan jelaskan rencana kegiatan pembelajaran pada mahasiswa baru Jurusan Sastra Indonesia.
  • Saya akan tanyakan tentang materi unsur puisi yang belum saya pahami kepada Ibu guru.

Kalimat (4) dan (5) tidak memiliki kejelasan struktur kalimat. Jika kalimat (4) dan (5) merupakan bentuk aktif, maka kedua kalimat tersebut harus diperbaiki dengan memberikan awalan meN- pada kata kerja. Kalimat (4) dapat diperbaiki menjadi Dosen akan menjelaskan rencana kegiatan pembelajaran pada mahasiswa baru Jurusan Sastra Indonesia. Kalimat (5) dapat diperbaiki menjadi Saya akan menanyakan tentang materi unsur puisi yang belum saya pahami kepada Ibu guru.

Selain kejelasan struktur kalimat yang telah dipaparkan di atas, penulisan imbuhan juga perlu diperhatikan. Penulisan imbuhan, baik awalan maupun akhiran yang salah dapat menimbulkan makna yang berbeda. Awalan meN-, ber-, dan akhiran –nya sebaiknya ditulis sesuai dengan kaidah yang benar. Berikut dipaparkan contoh penulisan imbuhan menurut kaidah yang benar.

  • Salah satu siswa sedang tanya pada guru.
  • Di mana sekolahnya?

Kalimat (6) dan (7) merupakan contoh kalimat yang menggunakan kata imbuhan yang salah. Pada kalimat (6), kata tanya seharusnya diganti dengan bertanya. Pada kalimat (7), kata sekolahnya seharusnya diganti dengan sekolahmu. Jika kata yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah sekolahnya, maka makna yang dimaksud menjadi tidak jelas.

Ketepatan Penggunaan Kata Hubung dalam menulis skripsi

Kata hubung adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Kata hubung yang sering digunakan antara lain dan, atau, dengan, bahwa, namun, meskipun sedangkan, bahkan, karena, oleh sebab itu, untuk, dan sebagainya. Berikut dipaparkan contoh penggunaan kata hubung yang sesuai dengan kaidah yang benar.

  • Menurut hasil rapat kemarin diputuskan mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti yudisium adalah mahasiswa yang sudah menyelesaikan keseluruhan revisi skripsi pascaujian.

Kalimat (8) adalah kalimat yang penggunaan kata hubungnya tidak tepat. Kalimat tersebut dapat diperbaiki dengan menambahkan kata bahwa sebagai kata hubung antarkata dalam kalimat. Perbaikan kalimat tersebut adalah Menurut hasil rapat kemarin diputuskan bahwa mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti yudisium adalah mahasiswa yang sudah menyelesaikan keseluruhan revisi skripsi pascaujian.

Hal yang perlu diperhatikan saat menulis skripsi pada kata hubung adalah penggunaannya tidak boleh berlebihan. Dalam satu kalimat, tidak diperbolehkan menggunakan lebih dari satu kata hubung yang bermakna sama. Berikut dipaparkan contoh penggunaan kata hubung yang berlebihan dalam kalimat.

  • Meskipun setiap mahasiswa memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap masing-masing matakuliah, namun mereka harus menguasai keseluruhan matakuliah yang diajarkan.

Kalimat (9) merupakan kalimat yang memiliki dua kata hubung, yaitu meskipun dan namun. Kedua kata hubung tersebut bermakna sama, yaitu kata hubung yang menerangkan pertentangan. Dengan demikian, salah satu kata hubung tersebut harus dihilangkan agar sesuai dengan kaidah penulisan kalimat yang benar dan efektif. Kalimat (9) dapat dibenarkan menjadi Setiap mahasiswa harus menguasai keseluruhan matakuliah yang diajarkan, meskipun mereka memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap masing-masing matakuliah tersebut.

Dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari, tidak jarang ditemukan kesalahan penggunaan kata hubung. Misalnya, kata hubung antarkata dan antarklausa yang digunakan sebagai kata hubung antarkalimat, atau sebaliknya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar, sehingga harus dihindari dalam penulisan karya ilmiah. Berikut disajikan beberapa contoh penggunaan kata hubung yang tidak sesuai dengan kaidah yang benar.

  • Guru dan siswa merupakan komponen utama dalam pembelajaran. Tetapi media juga berperan penting sebagai komponen pendukung keberhasilan pembelajaran di kelas.
  • Siswa sekolah dasar cenderung menyukai jenis warna-warna cerah, oleh karena itu buku teks untuk siswa sekolah dasar sebaiknya diberikan ilustrasi gambar yang berwarna cerah agar menarik perhatian siswa.

Kalimat-kalimat pada contoh (10) dan (11) menggunakan kata hubung yang tidak tepat. Kata hubung antarklausa digunakan sebagai kata hubung antarkalimat, sedangkan kata hubung antarkalimat justru digunakan sebagai kata hubung antarklausa. Kalimat (10) dapat diperbaiki menjadi (10a) Guru dan siswa merupakan komponen utama dalam pembelajaran, tetapi media juga berperan penting sebagai komponen pendukung

Pastikan momen wisuda Anda tak terlupakan! Hubungi Admin kami sekarang dan klik untuk konsultasikan segala masalah terkait wisuda Anda. Kami siap membantu mewujudkan acara spesial Anda menjadi pengalaman yang tak terlupakan.