
Penulisan Skripsi
Dalam penulisan Skripsi , seperti dalam kehidupan, draft yang baik dapat mencegah kesalahan yang memalukan. Berikut ini adalah salah satu tips yang akan membantu Anda menghindari beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan Ilmiah. Pada tahap awal keterlibatan Anda dalam penyusunan skripsi, menjadi hal yang wajar untuk menghadapi beberapa tantangan dan kemungkinan melakukan kesalahan. Untuk membantu Anda, berikut ini adalah beberapa tips membuat skripsi yang memberikan panduan mengenai kesalahan-kesalahan umum yang sebaiknya dihindari.
Melalui pemahaman akan tantangan-tantangan yang mungkin Anda hadapi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai, Anda akan dapat menghasilkan skripsi yang berkualitas tinggi dan memberikan kontribusi yang berarti dalam bidang akademis
Hal yang Harus Dihindari Penulisan Skripsi
Falsifikasi, fabrikasi, dan plagiarisme adalah tindakan-tindakan tidak etis dalam konteks penelitian dan penulisan ilmiah yang harus dihindari ketika menyusun skripsi. Ini adalah pelanggaran serius terhadap integritas akademis dan kejujuran intelektual.
Falsifikasi adalah tindakan mengubah, memanipulasi, atau merubah data atau hasil penelitian secara sengaja agar sesuai dengan hipotesis atau kesimpulan yang diinginkan. Sedang fabrikasi merupakan tindakan menciptakan data atau informasi yang sama sekali tidak ada dalam kenyataan.
Sementara itu plagiarisme adalah tindakan mengambil atau menyalin ide, teks, gambar, atau karya lain dari sumber lain tanpa memberikan kredit yang pantas kepada sumber asli. Ketiga hal tersebut adalah tindakan yang melanggar prinsip-prinsip etika dalam dunia akademis
Apa saja kesalahan umum yang sering dijumpai pada saat penulisan skripsi
Ketidaksesuaian Analisis dengan Identifikasi Masalah
Kekeliruan umum yang paling banyak dijumpai yaitu identifikasi masalah yag tidak sesuai dengan analisisnya. Banyak analisis yang dilakukan oleh penulis tetapi tidak sesuai dengan identifikasi masalah yang diajukan. Selain itu penulisjuga masih banyak yang tidak menerapkan teori pada saat melakukan penelitian.
Penulisan tidak sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)
Pada penulisan karya tulis ilmiah bukan hanya persoalan materi, ide atau gagasan yang disampaikan, tetapi juga persoalan bahasa dalam penggunaan ejaan.Mulai tahun 2015, EBI menggantikan aturan kebakuan yang sebelumnya dikenal sebagai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Masih banyak mahasiswa yang masih sering mengalami kesalahan pada ejaan, seperti penggunaan konjungsi/ kata hubung dalam satu kalimat, spasi pada penulisan tanda baca, penulisan imbuhan di-, ke-, kata di, penulisan kata berbahasa asing yang harusnya dicetak miring, penulisan kata tidak baku, diksi, dll.
Tidak Fokus ke Masalah
Tidak sedikit mahasiswa khususnya janjang sarjana tidak fokus menjelaskan tema penelitian. Hal tersebut biasanya terlihat pada bab pertama atau pendahuluan yang terlalu luas dan terkadang berbelit belit. Padahal pada bab tersebut penulis harus fokus langsung untuk menjelaskan tema penelitian yang diambil, agar penjelasan pada bab tersebut tidak terlalu luas.
Kesalahan Berbahasa
Kesalahan berbahasa dapat terjadi karena pengguna bahasa tidak memahami kaidah kebahasaan yang baik dan benar juga tidak berhati-hati dalam menggunakan bahasa. Kesalahan ini juga terjadidalam menggunakan tanda baca, kaidah penulisan huruf kapital, hingga pemilihan kata banyak dijumpai dalam karya ilmiah. Selain itu kesalahan juga terlihat dari segi penulisan maupun logika berbahasa seperti pemakaian konjungsi atau kata hubung dalam satu kalimat. Terkadang ada penulis yang menggunakan dua konjungsi atau lebih dalam satu kalimat. Padahal, adanya dua konjungsi atau lebih dalam satu kalimat sudah jelas membuat logika kalimat menjadi tidak jelas.
Pengutipan
Mengutip dan merujuk pada sumber lain tentu merupakan hal yang wajib dalam proses menyusun karya tulis ilmiah. Ada beberapa aturan pengutipan berdasarkan standar sitasi yang dikeluarkan organisasi APA (American Psychological Association), antara lain:
- a) Kutipan langsung yang berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat (baik dalam bahasa aslinya, maupun terjemahannya), yang terdiri atas tidak lebih dari tiga baris, dapat dimasukkan ke dalam teks dengan jarak tetap diikuti dengan nama penulis, tahun, dan halaman;
- b) Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terdiri dari empat baris atau lebih, ditik terpisah dari teks dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk lima ketukan dari margin kiri teks, diikuti nama penulis, tahun, dan halaman. (dibubuhi tanda kutip dua);
- c) Kutipan tidak langsung yang menggunakan gagasan atau pemikiran seorang penulis buku, artikel, dsb., walaupun disusun dengan menggunakan kata-kata sendiri, harus mencantumkan namanya (apabila perlu dapat pula dicantumkan judul karya tulisnya) dan tahun buku/artikel itu ditulis, sesuai dengan kebiasaan penulis pada tiap-tiap disiplin ilmu). (tidak dibubuhi tanda kutip, nama dan tahun); d) Kutipan dalam kutipan dilakukan dengan penanda pembubuhan tanda baca
Berdasarkan uraian di atas, diharapkan pembaca dapat menerapkan kata-kata bijak bahwa kesalahan sebenarnya merupakan pedoman untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.dalam penulisan skripsi Penjelasan dalam makalah ini disarankan untuk dimanfaatkan sebagai pedoman dalam proses pengeditan dan revisi sewaktu menulis.
untuk kalian semua yang ingin konsulasi skripsi ,silahkan bisa hubungi nomor admin kami , kami jasa skripsi terpacaya di Indonesia, siap membantu kalian semua meraih gelar sarjana daan wisuda. Apabila kalian tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan skripsi,dan masih kebingungan silahkan hubungi nomor whatsapp yang ada atau bisa kunjungi sosial media kami di Instagram atau facebook untuk informasi lebih lanjut

