Latar belakang merupakan bagian penting dalam sebuah skripsi, terutama skripsi kualitatif. Bagian ini berfungsi sebagai landasan bagi keseluruhan penelitian, memberikan konteks, dan menjelaskan alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan.
Baca Juga: Skripsi Kualitatif Deskriptif: Panduan Lengkap
Apa itu Latar Belakang?
Latar belakang penelitian adalah bagian awal dari skripsi yang menjelaskan secara rinci tentang masalah yang akan diteliti. Bagian ini memberikan gambaran umum tentang fenomena yang akan dikaji, serta alasan mengapa fenomena tersebut penting untuk diteliti.
Tujuan Latar Belakang
Latar belakang dalam skripsi memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
-
Memberikan Konteks
- Menjelaskan situasi: Menyediakan gambaran umum mengenai fenomena atau masalah yang akan diteliti.
- Menghubungkan dengan teori: Menjelaskan bagaimana topik penelitian ini berkaitan dengan teori-teori yang sudah ada.
- Menunjukkan relevansi: Menunjukkan mengapa topik ini penting untuk diteliti dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
-
Membentuk Dasar Permasalahan
- Mengidentifikasi masalah: Menguraikan secara jelas masalah yang akan dikaji dalam penelitian.
- Menjelaskan gap penelitian: Menunjukkan celah atau kekurangan dalam penelitian sebelumnya yang akan diisi oleh penelitian ini.
- Membuat argumen: Menyusun argumen yang kuat mengapa penelitian ini perlu dilakukan.
-
Menjelaskan Alasan Pemilihan Topik
- Membenarkan pilihan topik: Menjelaskan mengapa peneliti memilih topik tersebut untuk diteliti.
- Menghubungkan dengan minat peneliti: Menunjukkan relevansi topik dengan minat dan keahlian peneliti.
-
Menyediakan Landasan Teoritis
- Mengutip teori-teori relevan: Menyajikan teori-teori yang mendukung penelitian.
- Menjelaskan konsep-konsep kunci: Menjelaskan konsep-konsep penting yang berkaitan dengan topik penelitian.
-
Menghubungkan dengan Tujuan Penelitian
- Menjelaskan tujuan secara rinci: Menjelaskan secara jelas tujuan spesifik yang ingin dicapai dalam penelitian.
- Menunjukkan bagaimana latar belakang mendukung tujuan: Menjelaskan bagaimana informasi dalam latar belakang berkontribusi pada pencapaian tujuan penelitian.
Struktur Latar Belakang
Secara umum, struktur latar belakang dapat dibagi menjadi beberapa bagian berikut:
1. Gambaran Umum Fenomena
- Konteks yang Lebih Luas: Mulailah dengan memberikan gambaran umum tentang fenomena yang akan diteliti dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, jika meneliti tentang motivasi belajar mahasiswa, mulailah dengan menjelaskan pentingnya pendidikan secara global.
- Fenomena di Tingkat Nasional atau Lokal: Kemudian, persempit fokus ke tingkat nasional atau lokal. Misalnya, bahas kondisi pendidikan di Indonesia atau di suatu daerah tertentu.
2. Identifikasi Masalah
- Masalah yang Relevan: Jelaskan masalah spesifik yang ingin Anda teliti. Tunjukkan bahwa masalah ini penting dan relevan dengan konteks yang lebih luas.
- Data atau Fakta Pendukung: Gunakan data atau fakta yang mendukung keberadaan masalah tersebut. Misalnya, hasil survei, laporan penelitian sebelumnya, atau berita terkini.
3. Gap Penelitian
- Celah Pengetahuan: Jelaskan mengapa penelitian ini penting dilakukan. Tunjukkan bahwa ada celah atau kekurangan dalam penelitian sebelumnya terkait dengan masalah yang Anda teliti.
- Kontribusi Penelitian: Jelaskan bagaimana penelitian Anda akan mengisi kekosongan tersebut dan memberikan kontribusi baru pada bidang ilmu.
4. Rumusan Masalah
- Pertanyaan Penelitian: Akhiri latar belakang dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan spesifik. Pertanyaan ini akan menjadi fokus utama penelitian Anda.
Tips Menulis Latar Belakang
Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menulis latar belakang:
1. Mulai dari yang Umum ke Spesifik
- Konteks Luas: Awali dengan gambaran umum tentang fenomena yang akan diteliti. Misalnya, jika Anda meneliti tentang motivasi belajar mahasiswa, mulailah dengan menjelaskan pentingnya motivasi belajar dalam konteks pendidikan secara umum.
- Konteks Khusus: Persempit fokus ke konteks yang lebih spesifik, seperti motivasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi swasta.
- Masalah yang Akan Diteliti: Akhirnya, sampaikan masalah spesifik yang ingin Anda teliti, misalnya rendahnya motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah tertentu.
2. Gunakan Data dan Fakta
- Data Statistik: Gunakan data statistik yang relevan untuk memperkuat argumen Anda. Misalnya, persentase mahasiswa yang putus kuliah atau hasil survei tentang motivasi belajar.
- Studi Terdahulu: Referensikan penelitian sebelumnya yang relevan untuk menunjukkan bahwa masalah yang Anda teliti memang ada dan perlu dikaji lebih lanjut.
- Contoh Kasus: Sajikan contoh kasus nyata yang berkaitan dengan masalah yang Anda teliti untuk membuat pembaca lebih memahami konteks penelitian.
3. Jelaskan Gap Penelitian
- Identifikasi Kekurangan Penelitian Sebelumnya: Temukan celah atau kekurangan dalam penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik Anda.
- Jelaskan Kontribusi Penelitian Anda: Jelaskan bagaimana penelitian Anda akan mengisi kekosongan tersebut dan memberikan kontribusi baru pada bidang ilmu yang Anda teliti.
4. Tunjukkan Relevansi Penelitian
- Relevansi Teoritis: Jelaskan bagaimana penelitian Anda berkaitan dengan teori-teori yang sudah ada.
- Relevansi Praktis: Jelaskan manfaat praktis dari penelitian Anda, baik bagi individu, kelompok, maupun masyarakat secara umum.
5. Buat Alur yang Logis
- Susunlah ide-ide secara logis dan koheren: Setiap paragraf harus terhubung dengan paragraf sebelumnya dan membangun argumen secara bertahap.
- Gunakan kalimat penghubung: Kalimat penghubung seperti “oleh karena itu”, “sehingga”, atau “dengan demikian” akan membantu menyambungkan satu ide dengan ide lainnya.
6. Bahasa yang Jelas dan Ringkas
- Hindari kalimat yang berbelit-belit: Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
- Gunakan istilah teknis yang tepat: Jika menggunakan istilah teknis, pastikan Anda menjelaskan artinya.
7. Buat Penutup yang Menarik
- Rekapitulasi Singkat: Ringkasan poin-poin penting dalam latar belakang.
- Tuliskan Tujuan Penelitian: Sampaikan tujuan penelitian secara jelas dan spesifik.
Contoh Latar Belakang
Misalnya, Anda ingin meneliti tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif remaja. Latar belakang Anda bisa dimulai dengan:
“Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah mengubah cara hidup masyarakat, termasuk remaja. Penggunaan media sosial yang semakin marak telah memunculkan berbagai fenomena sosial, salah satunya adalah meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan remaja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa eksposur terhadap iklan dan promosi produk di media sosial dapat memicu keinginan untuk memiliki barang-barang tertentu. Namun, masih sedikit penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif remaja di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana media sosial membentuk perilaku konsumtif remaja dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebut.”
Baca Juga: Apa itu Skripsi Kuantitatif ?
Latar belakang dalam skripsi kualitatif berfungsi sebagai pondasi yang kuat untuk seluruh penelitian. Bagian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang mengapa penelitian tersebut penting dilakukan dan apa yang ingin dicapai.
Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut Memahami seputar penelitian, jangan ragu untuk menghubungi Admin Klik Wisuda. Kami siap membantu Anda dalam mengoptimalkan metode penelitian Anda dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

