Kesalahan Umum dalam Menyusun Bab 2 Skripsi Kualitatif dan Cara Mengatasinya

Bab 2 skripsi, yang berisi tinjauan pustaka, merupakan pondasi penting dalam penelitian kualitatif. Bab ini berfungsi untuk menyajikan kerangka teoritis yang akan digunakan dalam menganalisis data. Namun, banyak mahasiswa yang kerap melakukan kesalahan dalam menyusun bab ini. Berikut adalah beberapa kesalahan umum dan cara mengatasinya:

Baca Juga: Tips Berargumen yang Memukau di Sidang Skripsi

1. Terlalu Banyak Mengutip, Kurang Menganalisis

Kesalahan:

Ketika seseorang terlalu banyak mengutip tanpa memberikan analisis yang mendalam, artinya tulisan tersebut lebih seperti kumpulan kutipan daripada sebuah karya original. Kutipan seharusnya menjadi penunjang argumen, bukan pengganti argumen itu sendiri.

Cara Mengatasi:

  • Pilih Kutipan yang Relevan: Jangan serta-merta memasukkan semua kutipan yang ditemukan. Pilihlah kutipan yang benar-benar mendukung argumen dan relevan dengan topik yang sedang dibahas.
  • Jelaskan Makna Kutipan: Setelah memilih kutipan, jelaskan dengan kata-kata sendiri apa makna dari kutipan tersebut. Jangan hanya menyalin ulang kutipan secara utuh.
  • Hubungkan dengan Kerangka Teoretis: Tunjukkan bagaimana kutipan tersebut mendukung atau bertentangan dengan teori yang sedang digunakan.
  • Berikan Analisis Kritis: Jangan hanya menerima kutipan begitu saja. Berikan analisis kritis terhadap kutipan tersebut. Apakah ada kelemahan dalam argumen yang disampaikan? Apakah ada sudut pandang lain yang perlu diperhatikan?
  • Tarik Kesimpulan: Setelah menganalisis beberapa kutipan, tarik kesimpulan yang dapat mendukung argumen utama.

2. Tinjauan Pustaka Tidak Relevan

Kesalahan: 

  • Menyimpang dari Fokus Penelitian: Sumber yang tidak relevan akan mengaburkan fokus utama penelitian dan membuat pembaca bingung.
  • Membuang Waktu: Mencari, membaca, dan menganalisis sumber yang tidak relevan akan membuang banyak waktu dan energi peneliti.
  • Menurunkan Kredibilitas: Tinjauan pustaka yang penuh dengan informasi yang tidak relevan akan mengurangi kredibilitas penelitian.
  • Memperumit Analisis: Kehadiran sumber yang tidak relevan akan mempersulit proses analisis data dan menyusun argumen.

jasa skripsi klikwisuda

Cara Mengatasi: 

a. Definisi Topik yang Jelas:Pastikan Anda memiliki pemahaman yang sangat jelas tentang topik penelitian dan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.Buatlah kerangka konseptual yang akan menjadi pedoman dalam mencari sumber.

b. Kata Kunci yang Tepat:Gunakan kata kunci yang relevan dan spesifik untuk mencari sumber di database jurnal, buku, atau sumber lainnya. Kombinasikan kata kunci dengan operator Boolean (AND, OR, NOT) untuk mempersempit pencarian.

c. Evaluasi Kritis Setiap Sumber:Setelah menemukan sumber, lakukan evaluasi kritis terhadap relevansi, kredibilitas, dan kualitas sumber tersebut.Pertimbangkan:

  • Judul dan abstrak: Apakah sesuai dengan topik penelitian?
  • Penulis: Apakah ahli di bidang terkait?
  • Penerbit: Apakah penerbitnya ternama dan terpercaya?
  • Metodologi: Apakah metodologi penelitian yang digunakan sesuai?
  • Temuan: Apakah temuan penelitian mendukung argumen Anda?
  • Buatlah Daftar Pustaka Sementara:Selama proses pencarian, buatlah daftar pustaka sementara untuk mencatat semua sumber yang potensial. Melakukan review berkala terhadap daftar ini untuk memastikan semua sumber tetap relevan.

d. Konsultasikan dengan Pembimbing:Jika ragu-ragu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pembimbing atau pustakawan. Mereka dapat memberikan saran dan masukan yang berharga.

3. Kurang Menjelaskan Hubungan Antar Konsep

Kesalahan: 

  • Konsep Terisolasi: Setiap konsep dijelaskan secara individu tanpa menunjukkan bagaimana konsep satu dengan lainnya saling mempengaruhi atau membentuk suatu keseluruhan yang berarti.
  • Kurangnya Keterkaitan: Tidak adanya penjelasan mengenai hubungan sebab-akibat, saling melengkapi, atau kontradiksi antar konsep.
  • Kerangka Teoritis Lemah: Tanpa adanya hubungan yang jelas antar konsep, kerangka teoretis yang dibangun menjadi lemah dan kurang meyakinkan.

Cara Mengatasi: 

Buat Alur Pemikiran yang Jelas:

  • Identifikasi Hubungan: Tentukan jenis hubungan antar konsep (sebab-akibat, korelasi, kontradiksi, dll.).
  • Visualisasi: Gunakan diagram atau model untuk menggambarkan hubungan antar konsep secara visual.
  • Penjelasan Naratif: Jelaskan secara rinci bagaimana setiap konsep mempengaruhi atau dipengaruhi oleh konsep lainnya.

Bentuk Kerangka Teoritis Koheren:

  • Teori Pendukung: Hubungkan konsep-konsep tersebut dengan teori-teori yang relevan.
  • Logika Argumentasi: Pastikan alur pemikiran logis dan mudah diikuti.
  • Bukti Empiris: Dukung argumen dengan data atau contoh nyata.

4. Tidak Menggunakan Sumber Terbaru

Kesalahan: Terlalu banyak mengacu pada sumber-sumber yang sudah lama diterbitkan.

Cara Mengatasi: 

  • Gunakan Database Jurnal Ilmiah: Manfaatkan database seperti Google Scholar, Scopus, atau JSTOR untuk mencari artikel ilmiah terbaru yang relevan dengan topik penelitian Anda.
  • Perhatikan Tahun Publikasi: Saat mencari sumber, prioritaskan artikel yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir.
  • Cek Sitasi: Artikel ilmiah yang baik biasanya banyak dikutip oleh peneliti lain. Perhatikan jumlah sitasi untuk mengetahui sejauh mana artikel tersebut dianggap relevan dan berpengaruh.
  • Manfaatkan Fitur “Cited by”: Banyak database jurnal ilmiah menyediakan fitur “cited by” yang memungkinkan Anda menemukan artikel terbaru yang mengutip sumber yang sudah Anda baca.
  • Konsultasikan dengan Pustakawan: Pustakawan dapat memberikan panduan yang lebih spesifik tentang cara mencari sumber terbaru dan relevan dalam bidang studi Anda.

5. Tidak Menjelaskan Kontribusi Penelitian

Kesalahan: Tidak menjelaskan secara eksplisit bagaimana penelitian yang dilakukan akan memberikan kontribusi baru pada bidang ilmu yang diteliti.

Cara Mengatasi: 

Identifikasi Kekosongan Penelitian:

  • Temukan celah: Cari tahu di mana penelitian sebelumnya belum memberikan jawaban yang memuaskan atau belum meneliti aspek tertentu dari fenomena yang Anda teliti.
  • Jelaskan: Jelaskan secara rinci mengapa celah ini penting untuk diisi.

Formulasikan Pertanyaan Penelitian:

  • Buat pertanyaan yang spesifik: Pertanyaan penelitian yang baik akan mengarahkan penelitian Anda dan menunjukkan kontribusinya.
  • Hubungkan dengan kekosongan: Tunjukkan bagaimana jawaban atas pertanyaan penelitian Anda akan mengisi kekosongan yang telah Anda identifikasi.

Jelaskan Metode Penelitian:

  • Tunjukkan keunikan metode: Jelaskan mengapa metode yang Anda pilih adalah yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda.
  • Hubungkan dengan kontribusi: Jelaskan bagaimana metode ini akan menghasilkan data yang berbeda atau lebih mendalam dibandingkan penelitian sebelumnya.

Prediksi Hasil yang Diharapkan:

  • Berikan gambaran umum: Jelaskan hasil apa yang Anda harapkan dari penelitian ini.
  • Hubungkan dengan bidang ilmu: Tunjukkan bagaimana hasil ini akan berkontribusi pada pengembangan teori atau pemahaman yang lebih baik di bidang tersebut.

6. Terlalu Berfokus pada Teori, Lupa pada Konteks Penelitian

  • Kesalahan: Terlalu banyak membahas teori secara umum tanpa mengaitkannya dengan konteks spesifik penelitian.
  • Cara Mengatasi: Setiap teori yang dibahas harus dikaitkan dengan karakteristik unik dari penelitian yang dilakukan. Jelaskan bagaimana teori tersebut dapat diterapkan dalam memahami fenomena yang terjadi dalam konteks penelitian.

7. Tidak Menggunakan Gaya Penulisan yang Ilmiah

  • Kesalahan: Menggunakan bahasa yang terlalu informal atau tidak sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
  • Cara Mengatasi: Perhatikan penggunaan bahasa yang baku, kalimat yang jelas dan lugas, serta hindari penggunaan bahasa yang terlalu bertele-tele.
Baca Juga: Skripsi Keadilan Sosial dan Perubahan Iklim

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas dan mengikuti tips yang diberikan, diharapkan mahasiswa dapat menyusun bab tinjauan pustaka yang berkualitas dan menjadi fondasi yang kuat bagi penelitian kualitatif.

Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut Memahami seputar penelitian, jangan ragu untuk menghubungi Admin Klik Wisuda. Kami siap membantu Anda dalam mengoptimalkan metode penelitian Anda dan mendapatkan hasil yang lebih baik.