Memasuki tahap akhir perkuliahan, mahasiswa tidak hanya perlu menyelesaikan seluruh mata kuliah dan tugas akhir. Di sejumlah perguruan tinggi, terdapat ketentuan tambahan yang harus dipenuhi sebelum mahasiswa dinyatakan lulus. Salah satunya adalah kewajiban menghasilkan atau memublikasikan artikel ilmiah pada jurnal yang terakreditasi atau terindeks dalam sistem tertentu. Karena itu, istilah jurnal SINTA semakin sering dibicarakan oleh mahasiswa tingkat akhir.
Jurnal SINTA sebagai syarat kelulusan biasanya berkaitan dengan kebijakan internal perguruan tinggi atau program studi. Artinya, mahasiswa tidak bisa langsung menganggap bahwa semua kampus memiliki persyaratan yang sama. Ada kampus yang mewajibkan artikel terbit, ada yang cukup sampai tahap accepted, dan ada pula yang menetapkan jurnal dengan peringkat SINTA tertentu. Perbedaan ini membuat mahasiswa perlu memahami aturan kampus sejak awal agar tidak mengalami kendala ketika mendekati wisuda.
Selain memahami status jurnal, mahasiswa juga perlu mengetahui proses publikasi secara keseluruhan. Menulis artikel ilmiah bukan sekadar mengubah skripsi menjadi tulisan yang lebih pendek. Artikel harus mengikuti template jurnal, memiliki struktur ilmiah yang sesuai, menggunakan referensi yang relevan, serta melewati proses editorial dan review. Jika jurnal yang dituju memiliki proses review cukup panjang, persiapan yang terlambat dapat memengaruhi jadwal kelulusan.
Pembahasan mengenai jurnal SINTA juga tidak dapat dilepaskan dari kualitas karya ilmiah mahasiswa. Publikasi memberikan kesempatan bagi hasil penelitian untuk dibaca oleh masyarakat akademik yang lebih luas. Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar menyusun argumentasi berdasarkan data, menggunakan sumber ilmiah, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara akademis. Hal ini menjadikan publikasi tidak hanya sebagai persyaratan administratif, tetapi juga bagian dari pengalaman akademik.
Oleh sebab itu, mahasiswa tingkat akhir sebaiknya tidak menunggu sampai skripsi selesai sepenuhnya untuk mencari informasi mengenai jurnal SINTA. Sejak menentukan topik penelitian, mahasiswa dapat mulai memeriksa ketentuan publikasi dari program studi, dosen pembimbing, dan jurnal yang sesuai. Dengan persiapan lebih awal, proses mengubah hasil penelitian menjadi artikel ilmiah dapat dilakukan secara lebih terencana.

Memahami Apa yang Dimaksud Jurnal SINTA
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi yang digunakan dalam ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia. Salah satu fungsi pentingnya adalah menyediakan informasi mengenai jurnal dan kinerja publikasi ilmiah. Dalam konteks mahasiswa, istilah “jurnal SINTA” umumnya merujuk pada jurnal nasional yang telah memperoleh akreditasi dan tercatat dalam sistem SINTA.
Hal penting yang perlu dipahami adalah SINTA dan jurnal bukanlah dua hal yang sepenuhnya sama. SINTA merupakan sistem pengindeksan dan informasi ilmiah, sedangkan jurnal adalah media tempat artikel ilmiah diterbitkan. Karena itu, ketika kampus meminta mahasiswa memublikasikan artikel pada jurnal SINTA, mahasiswa perlu mengetahui secara spesifik jurnal seperti apa yang dimaksud, termasuk peringkat akreditasinya.
Jurnal nasional terakreditasi memiliki peringkat yang dikenal sebagai SINTA 1 hingga SINTA 6. Peringkat tersebut berkaitan dengan hasil akreditasi jurnal berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam sistem akreditasi jurnal ilmiah. Semakin tinggi peringkatnya, semakin ketat pula standar dan penilaian yang umumnya harus dipenuhi oleh pengelola jurnal. Namun, mahasiswa tidak boleh berasumsi bahwa semua kampus otomatis mensyaratkan SINTA 1 atau SINTA 2.
Ketentuan publikasi untuk kelulusan biasanya tercantum dalam pedoman akademik, pedoman tugas akhir, keputusan fakultas, atau aturan program studi. Misalnya, sebuah program studi dapat menetapkan bahwa mahasiswa wajib memiliki artikel yang sudah accepted pada jurnal tertentu. Program studi lain mungkin menetapkan artikel harus sudah published. Ada juga institusi yang menggunakan bukti submit sebagai salah satu dokumen akademik. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya membaca aturan resmi kampus.
Mahasiswa juga perlu membedakan antara “terdaftar di SINTA” dengan “artikel mahasiswa sudah terbit di jurnal”. Sebuah jurnal dapat memiliki status akreditasi tertentu, tetapi artikel yang dikirim mahasiswa tetap harus melalui proses editorial dan review. Artikel tidak otomatis diterima hanya karena jurnal tersebut memiliki peringkat SINTA. Inilah alasan mengapa mahasiswa harus memperhatikan kualitas naskah, kesesuaian topik, template, dan seluruh panduan penulis sebelum melakukan submission.
Dalam praktiknya, proses publikasi dapat memerlukan beberapa tahap. Mahasiswa biasanya mulai dari memilih jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian. Setelah itu, artikel disesuaikan dengan template, dikirim melalui sistem jurnal, diperiksa oleh editor, dan dapat masuk ke tahap peer review. Editor atau reviewer dapat meminta revisi sebelum artikel dinyatakan diterima. Setelah accepted, naskah masih dapat melalui tahap penyuntingan dan produksi hingga akhirnya diterbitkan.
Mahasiswa yang memahami alur tersebut akan memiliki ekspektasi yang lebih realistis. Publikasi jurnal bukan proses instan yang selesai hanya dengan mengunggah artikel. Waktu pemrosesan dapat berbeda antara satu jurnal dengan jurnal lainnya. Karena itu, apabila jurnal SINTA menjadi salah satu syarat kelulusan, persiapannya perlu dimulai jauh sebelum batas akhir pendaftaran wisuda.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Ketentuan Jurnal SINTA yang Perlu Dicek Sebelum Publikasi
Ketika jurnal SINTA dijadikan bagian dari persyaratan kelulusan, mahasiswa perlu memastikan bahwa jurnal yang dipilih benar-benar sesuai dengan ketentuan program studi. Jangan hanya memilih jurnal karena namanya muncul dalam pencarian atau karena memiliki peringkat SINTA. Status dan persyaratan jurnal perlu diperiksa berdasarkan sumber resmi dan aturan kampus.
Beberapa hal yang sebaiknya diperiksa mahasiswa antara lain:
- Peringkat jurnal: Pastikan apakah program studi mensyaratkan SINTA 1, SINTA 2, SINTA 3, atau peringkat lainnya. Jangan berasumsi semua peringkat dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan kelulusan.
- Status akreditasi: Periksa status akreditasi jurnal dan masa berlakunya melalui informasi resmi yang tersedia.
- Bidang kajian: Pastikan topik artikel sesuai dengan fokus dan scope jurnal. Artikel yang tidak sesuai scope berpotensi ditolak sejak tahap editorial.
- Template artikel: Setiap jurnal dapat memiliki format berbeda untuk judul, abstrak, tabel, gambar, referensi, hingga sistem sitasi.
- Jenis artikel: Beberapa jurnal memiliki ketentuan khusus mengenai artikel penelitian, artikel tinjauan, atau jenis naskah lainnya.
- Ketentuan penulis: Periksa jumlah penulis, urutan penulis, afiliasi, dan ketentuan mengenai mahasiswa sebagai penulis.
- Proses review: Ketahui apakah jurnal menggunakan peer review dan bagaimana mekanisme revisinya.
- Bukti publikasi: Pastikan kampus meminta bukti submit, LoA, accepted article, atau artikel yang sudah terbit.
- Jadwal terbit: Periksa periode penerbitan jurnal agar dapat disesuaikan dengan target kelulusan.
- Ketentuan tambahan kampus: Beberapa program studi dapat memiliki formulir atau surat keterangan khusus yang harus dilampirkan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan artikel berasal dari penelitian yang benar-benar dilakukan mahasiswa. Integritas akademik harus menjadi perhatian utama dalam proses penulisan. Regulasi mengenai integritas akademik dalam menghasilkan karya ilmiah juga telah ditetapkan melalui Permendikbudristek No. 39 Tahun 2021. (Peraturan.go.id)
Perbedaan Syarat Publikasi Jurnal SINTA di Setiap Kampus
Tidak semua mahasiswa memiliki kewajiban publikasi dengan ketentuan yang sama. Perguruan tinggi memiliki kebijakan akademik masing-masing selama tetap berada dalam kerangka regulasi pendidikan tinggi. Karena itu, informasi dari teman, alumni, atau mahasiswa dari kampus lain tidak selalu dapat dijadikan patokan untuk menentukan syarat kelulusan.
Perbedaan yang mungkin ditemukan antara satu program studi dengan program studi lainnya antara lain:
- Tingkat SINTA yang diwajibkan berbeda.
- Ada program studi yang mewajibkan publikasi, sementara program studi lain tidak.
- Bukti yang diminta dapat berupa submission, accepted, LoA, atau published.
- Jumlah artikel yang diwajibkan dapat berbeda.
- Posisi mahasiswa sebagai penulis dapat memiliki ketentuan tertentu.
- Jurnal yang diperbolehkan dapat dibatasi berdasarkan bidang ilmu.
- Batas waktu publikasi dapat disesuaikan dengan periode wisuda.
- Terdapat kemungkinan kewajiban tambahan seperti seminar hasil atau repositori tugas akhir.
Karena ketentuannya dapat berbeda, mahasiswa sebaiknya menjadikan pedoman resmi program studi sebagai sumber utama. Jika terdapat informasi yang tidak jelas, mahasiswa dapat mengonfirmasikannya kepada dosen pembimbing, pengelola program studi, atau bagian akademik.
Strategi Mempersiapkan Jurnal SINTA untuk Kelulusan
Persiapan publikasi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mahasiswa dapat memulainya ketika penelitian sudah memiliki arah yang jelas. Hasil penelitian kemudian dipetakan menjadi artikel ilmiah dengan menyesuaikan fokus jurnal yang dituju. Dengan cara ini, mahasiswa tidak perlu mengulang seluruh proses penulisan dari awal setelah skripsi selesai.
Memilih jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian dan persyaratan kelulusan. Jangan hanya mempertimbangkan peringkat SINTA. Kesesuaian scope, template, jadwal penerbitan, proses review, dan ketentuan penulis juga perlu diperhatikan. Jurnal yang terlihat sesuai belum tentu dapat digunakan apabila tidak memenuhi aturan program studi.
Setelah artikel selesai, lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum submission. Periksa struktur artikel, kualitas referensi, tabel dan gambar, sitasi, daftar pustaka, serta kesesuaian format dengan template jurnal. Jika diperlukan, mintalah dosen pembimbing memeriksa artikel sebelum dikirim. Persiapan tersebut dapat mengurangi kemungkinan naskah dikembalikan karena kesalahan teknis.
Mahasiswa juga sebaiknya membuat jadwal khusus untuk proses publikasi. Jangan menempatkan publikasi sebagai pekerjaan yang baru dilakukan setelah semua urusan akademik selesai. Jika artikel membutuhkan revisi, mahasiswa harus memiliki waktu yang cukup untuk memperbaikinya. Perencanaan waktu menjadi semakin penting apabila jadwal wisuda sudah ditentukan.
Pada akhirnya, tujuan utama publikasi bukan hanya mendapatkan dokumen untuk memenuhi persyaratan kelulusan. Artikel yang disusun dari penelitian mahasiswa merupakan bentuk penyebarluasan pengetahuan. Karena itu, mahasiswa perlu menjaga kualitas dan integritas tulisan sejak tahap perencanaan sampai artikel diterbitkan.
Menghindari Kesalahan Umum dalam Publikasi Jurnal SINTA
Dalam proses mempersiapkan jurnal SINTA untuk kelulusan, mahasiswa perlu menghindari berbagai kesalahan yang dapat menyebabkan proses publikasi menjadi lebih lama. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memilih jurnal tanpa terlebih dahulu memeriksa ketentuan resmi dari program studi. Mahasiswa terkadang hanya melihat peringkat SINTA tanpa memastikan apakah jurnal tersebut sesuai dengan bidang penelitian dan dapat digunakan untuk memenuhi syarat kelulusan.
Kesalahan lain adalah mengirimkan artikel tanpa menyesuaikannya secara penuh dengan template jurnal. Setiap jurnal memiliki aturan penulisan yang berbeda, mulai dari struktur artikel, jumlah kata, format tabel dan gambar, gaya sitasi, hingga ketentuan daftar pustaka. Ketidaksesuaian format dapat menyebabkan naskah dikembalikan oleh editor sebelum masuk ke tahap review.
Mahasiswa juga perlu menghindari kebiasaan menunda revisi. Setelah artikel memperoleh masukan dari editor atau reviewer, revisi sebaiknya segera dikerjakan sesuai batas waktu yang diberikan. Menunda proses revisi dapat membuat jadwal publikasi semakin panjang dan berpotensi memengaruhi target kelulusan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyediakan waktu khusus untuk memperbaiki naskah.
Selain itu, mahasiswa harus tetap menjaga integritas akademik dalam seluruh proses publikasi. Artikel harus disusun berdasarkan penelitian yang benar-benar dilakukan dan menggunakan sumber ilmiah secara tepat. Mahasiswa juga perlu memperhatikan sitasi dan penggunaan referensi agar terhindar dari permasalahan akademik. Kualitas tulisan dan integritas menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses publikasi ilmiah.
Pentingnya Mengatur Waktu Publikasi dengan Jadwal Kelulusan
Manajemen waktu menjadi salah satu faktor penting apabila jurnal SINTA digunakan sebagai syarat kelulusan. Proses publikasi tidak selalu dapat diprediksi karena setiap jurnal memiliki alur editorial dan waktu review yang berbeda. Artikel dapat langsung memperoleh keputusan awal atau membutuhkan waktu lebih lama sebelum mendapatkan tanggapan dari editor dan reviewer.
Mahasiswa sebaiknya membuat target waktu sejak awal penelitian. Misalnya, setelah hasil penelitian mulai tersedia, mahasiswa dapat menentukan kapan artikel akan mulai disusun, kapan jurnal akan dipilih, dan kapan naskah ditargetkan untuk dikirim. Perencanaan tersebut membantu mahasiswa agar tidak baru memulai proses publikasi ketika batas pendaftaran wisuda sudah semakin dekat.
Jadwal publikasi juga perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya revisi. Reviewer dapat memberikan masukan terkait metode penelitian, pembahasan, referensi, struktur artikel, maupun penyajian data. Mahasiswa harus memiliki waktu cadangan untuk melakukan perbaikan dan mengirimkan kembali naskah sesuai ketentuan jurnal.
Dengan mengatur waktu secara lebih terencana, mahasiswa dapat menjalankan proses skripsi dan publikasi secara bersamaan. Hal ini dapat mengurangi beban pekerjaan pada akhir masa studi. Persiapan yang dilakukan lebih awal juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih jurnal secara lebih selektif tanpa terburu-buru hanya karena mengejar persyaratan kelulusan.
Menyimpan Bukti Publikasi dan Dokumen Akademik dengan Baik
Setelah melakukan submission artikel, mahasiswa perlu menyimpan seluruh bukti yang berkaitan dengan proses publikasi. Dokumen tersebut dapat menjadi penting ketika program studi meminta bukti bahwa mahasiswa telah memenuhi persyaratan publikasi. Bukti yang diperlukan dapat berbeda sesuai kebijakan kampus, sehingga seluruh dokumen sebaiknya disimpan sejak awal.
Beberapa dokumen yang dapat disimpan antara lain bukti submission, email dari editor, hasil review, bukti revisi, Letter of Acceptance atau LoA apabila tersedia, serta tautan atau salinan artikel setelah diterbitkan. Mahasiswa juga sebaiknya menyimpan versi terakhir artikel yang telah dikirimkan kepada jurnal.
Penyimpanan dokumen dapat dilakukan dalam bentuk fisik maupun digital. Mahasiswa dapat membuat satu folder khusus untuk seluruh dokumen publikasi agar lebih mudah ditemukan ketika diperlukan. Pemberian nama file yang jelas dan penggunaan tanggal pada dokumen juga dapat membantu mahasiswa mengelola arsip secara lebih teratur.
Selain bukti publikasi, mahasiswa tetap perlu menyimpan dokumen akademik lainnya yang berkaitan dengan kelulusan. Dokumen skripsi, lembar bimbingan, surat persetujuan, bukti seminar, dan persyaratan administrasi lainnya sebaiknya disusun dengan rapi. Dengan arsip yang lengkap, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi proses administrasi akhir dan mengurangi risiko kendala ketika mendekati jadwal kelulusan.
Pada akhirnya, publikasi jurnal SINTA bukan hanya mengenai keberhasilan artikel diterbitkan. Mahasiswa juga perlu memastikan bahwa seluruh proses dan dokumen pendukung telah tersimpan dengan baik. Pengelolaan dokumen yang rapi dapat membantu mahasiswa memenuhi persyaratan program studi secara lebih mudah serta mempersiapkan berbagai kebutuhan akademik sebelum memasuki tahap akhir menuju wisuda.
Baca Juga: Ketentuan Jurnal SINTA untuk Mahasiswa: Apa yang Perlu Dicek Sebelum Submit?
Kesimpulan
Jurnal SINTA sebagai syarat kelulusan merupakan ketentuan yang perlu dipahami secara hati-hati karena penerapannya dapat berbeda pada setiap perguruan tinggi dan program studi. SINTA berkaitan dengan sistem informasi dan akreditasi publikasi ilmiah, sedangkan kewajiban mahasiswa untuk memublikasikan artikel merupakan kebijakan akademik yang perlu dilihat dari aturan resmi institusi masing-masing. Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari teman atau alumni ketika menentukan jurnal.
Jika publikasi jurnal SINTA memang menjadi salah satu syarat kelulusan, persiapan perlu dilakukan sejak awal. Mahasiswa harus mengetahui peringkat jurnal yang diperbolehkan, status akreditasi, kesesuaian bidang kajian, template, proses review, serta jenis bukti publikasi yang diminta. Dengan memahami ketentuan tersebut, proses publikasi dapat berjalan lebih terarah dan risiko keterlambatan menjelang wisuda dapat diminimalkan.
Bagi mahasiswa tingkat akhir, publikasi juga dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik. Menyusun artikel dari hasil penelitian melatih mahasiswa dalam merangkum penelitian, menyampaikan argumentasi berdasarkan data, menggunakan referensi ilmiah, dan mengikuti standar penulisan akademik. Jika membutuhkan pendampingan dalam persiapan menuju kelulusan, Klik Wisuda dapat menjadi bagian dari pilihan layanan pendukung yang membantu mahasiswa mempersiapkan kebutuhan akademiknya secara lebih terencana. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

