Perkembangan publikasi ilmiah yang semakin pesat membuat peneliti perlu menggunakan metode yang tepat untuk memahami arah perkembangan ilmu pengetahuan. Setiap tahun, berbagai jurnal menerbitkan artikel penelitian dengan topik, metode, dan hasil yang beragam. Kondisi tersebut membuka peluang bagi peneliti untuk mempelajari hubungan antartopik, mengidentifikasi penulis yang produktif, serta menemukan perkembangan bidang penelitian melalui data publikasi dan sitasi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis tersebut adalah bibliometrik dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer.
Cara membuat peta VOSviewer dari data publikasi dan sitasi menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin mengembangkan kajian literatur secara sistematis. VOSviewer merupakan perangkat lunak untuk membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik berdasarkan hubungan antarobjek penelitian. Objek tersebut dapat berupa kata kunci, penulis, dokumen, jurnal, organisasi, maupun negara. Melalui visualisasi yang dihasilkan, peneliti dapat melihat pola hubungan yang mungkin sulit dikenali jika hanya membaca daftar publikasi secara terpisah.
Data publikasi dan sitasi merupakan komponen penting dalam proses pembuatan peta bibliometrik. Data publikasi menyediakan informasi seperti judul artikel, nama penulis, tahun terbit, abstrak, kata kunci, dan sumber jurnal. Sementara itu, data sitasi membantu menunjukkan hubungan rujukan antardokumen serta pengaruh suatu publikasi berdasarkan jumlah sitasi yang diterima. Ketika data tersebut diolah menggunakan VOSviewer, peneliti dapat menghasilkan peta yang menggambarkan struktur dan perkembangan suatu bidang ilmu berdasarkan indikator yang dipilih.
Meskipun proses visualisasi dapat dilakukan dengan relatif mudah, kualitas peta VOSviewer sangat bergantung pada kualitas data dan ketepatan metode analisis. Data yang tidak lengkap, kata kunci yang memiliki banyak variasi penulisan, atau pemilihan ambang batas yang kurang sesuai dapat menghasilkan peta yang sulit diinterpretasikan. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami tahapan pengumpulan data, persiapan berkas, pemilihan jenis analisis, pengaturan parameter, hingga interpretasi hasil visualisasi agar peta yang dihasilkan benar-benar mendukung tujuan penelitian.
Artikel ini membahas cara membuat peta VOSviewer dari data publikasi dan sitasi secara bertahap, mulai dari memahami konsep analisis bibliometrik hingga membaca hasil visualisasi dan menggunakannya dalam penulisan ilmiah. Pembahasan disusun untuk membantu pembaca yang baru mengenal VOSviewer maupun peneliti yang ingin meningkatkan ketepatan analisis bibliometrik. Dengan mengikuti langkah-langkah yang sesuai, proses pemetaan publikasi dan sitasi dapat dilakukan secara lebih terarah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Memahami Peta VOSviewer dan Jenis Data Publikasi serta Sitasi
VOSviewer adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik. Perangkat lunak ini membantu peneliti menyajikan hubungan antara berbagai unsur dalam publikasi ilmiah melalui peta yang terdiri atas simpul dan garis penghubung. Simpul atau node mewakili objek yang dianalisis, sedangkan garis penghubung menunjukkan hubungan antara objek tersebut. Dalam konteks bibliometrik, objek dapat berupa penulis, artikel, kata kunci, jurnal, institusi, atau negara, bergantung pada jenis analisis yang dipilih.
Peta VOSviewer dapat digunakan untuk berbagai tujuan penelitian. Peneliti dapat memetakan kolaborasi antarpenulis, mengidentifikasi kata kunci yang sering muncul bersama, melihat hubungan sitasi antardokumen, atau mengamati keterkaitan jurnal dalam suatu bidang ilmu. Visualisasi ini membantu peneliti memperoleh gambaran mengenai struktur pengetahuan dan perkembangan topik penelitian. Dengan demikian, VOSviewer tidak hanya berfungsi sebagai alat pembuat gambar, tetapi juga sebagai sarana untuk mengeksplorasi pola hubungan berdasarkan data publikasi ilmiah.
Data publikasi menjadi bahan dasar dalam pembuatan peta VOSviewer. Data tersebut biasanya diperoleh dari basis data ilmiah seperti Scopus, Web of Science, atau sumber lain yang menyediakan metadata bibliografis dengan format yang sesuai. Informasi yang dikumpulkan dapat mencakup judul artikel, penulis, abstrak, kata kunci, tahun publikasi, nama jurnal, afiliasi, dan daftar referensi. Kelengkapan informasi ini menentukan jenis analisis yang dapat dilakukan. Sebagai contoh, analisis kemunculan bersama kata kunci membutuhkan data kata kunci, sedangkan analisis kutipan memerlukan informasi sitasi yang memadai.
Selain data publikasi, data sitasi memiliki peran penting dalam memahami hubungan antardokumen. Sitasi menunjukkan bahwa suatu publikasi merujuk pada publikasi lain, sehingga hubungan tersebut dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan pengetahuan, pengaruh karya ilmiah, dan keterkaitan penelitian. Dalam VOSviewer, analisis sitasi dapat dilakukan terhadap dokumen, penulis, sumber publikasi, organisasi, maupun negara, tergantung pada ketersediaan data dan unit analisis yang digunakan. Namun, jumlah sitasi perlu ditafsirkan secara hati-hati karena dipengaruhi oleh usia publikasi, bidang ilmu, dan kebiasaan sitasi.
Pemahaman mengenai jenis data dan tujuan analisis menjadi dasar sebelum membuat peta VOSviewer. Peneliti sebaiknya menentukan terlebih dahulu pertanyaan penelitian yang ingin dijawab, misalnya bagaimana perkembangan tema penelitian dalam lima tahun terakhir atau bagaimana pola kolaborasi penulis dalam suatu bidang. Pertanyaan tersebut membantu menentukan basis data, rentang waktu, kata pencarian, dan jenis visualisasi yang dibutuhkan. Dengan perencanaan yang tepat, peta VOSviewer dapat memberikan informasi yang relevan dan tidak sekadar menampilkan kumpulan simpul serta garis tanpa arah interpretasi yang jelas.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Mengumpulkan dan Menyiapkan Data Publikasi untuk VOSviewer
Tahap pengumpulan data merupakan salah satu bagian terpenting dalam cara membuat peta VOSviewer dari data publikasi dan sitasi. Peneliti perlu menentukan sumber data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Scopus dan Web of Science sering digunakan untuk analisis bibliometrik karena menyediakan metadata publikasi yang relatif terstruktur. Namun, peneliti juga dapat menggunakan sumber lain yang didukung oleh versi VOSviewer yang digunakan. Pemilihan basis data perlu mempertimbangkan cakupan bidang ilmu, kualitas metadata, aksesibilitas, serta kemampuan mengekspor informasi yang dibutuhkan.
Setelah menentukan sumber data, peneliti menyusun strategi pencarian yang relevan. Strategi ini biasanya mencakup kata kunci utama, sinonim, operator Boolean, rentang tahun, jenis dokumen, dan bidang kajian. Misalnya, penelitian tentang kecerdasan buatan dalam pendidikan dapat menggunakan kombinasi istilah yang mencakup artificial intelligence, machine learning, education, dan learning. Peneliti perlu memastikan bahwa istilah pencarian cukup luas untuk menangkap publikasi yang relevan, tetapi tetap terarah agar hasil pencarian tidak dipenuhi artikel yang tidak berkaitan dengan topik. Strategi pencarian sebaiknya dicatat agar proses penelitian dapat diulang.
Berikutnya adalah mengekspor hasil pencarian dari basis data yang digunakan. Format ekspor perlu disesuaikan dengan jenis analisis dan kemampuan impor VOSviewer. Untuk analisis berbasis data bibliografis, peneliti perlu memastikan bahwa informasi seperti penulis, judul, tahun terbit, kata kunci, dan referensi tersedia sesuai kebutuhan. Beberapa analisis membutuhkan daftar referensi atau hubungan sitasi, sehingga ekspor yang hanya memuat judul dan abstrak mungkin tidak mencukupi. Sebelum melanjutkan, peneliti perlu memeriksa pilihan ekspor yang tersedia dan memastikan metadata yang diperlukan telah disertakan.
Data yang telah diunduh kemudian perlu diperiksa untuk mengidentifikasi masalah kualitas. Beberapa persoalan yang umum ditemukan adalah duplikasi dokumen, variasi penulisan nama penulis, perbedaan istilah untuk konsep yang sama, serta metadata yang tidak lengkap. Duplikasi dapat membuat jumlah publikasi terlihat lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya, sedangkan variasi kata kunci dapat menyebabkan satu konsep terbagi menjadi beberapa simpul berbeda. Oleh sebab itu, proses pemeriksaan dan pembersihan data perlu dilakukan secara terencana sebelum visualisasi dibuat. Perubahan pada data harus dicatat agar proses analisis tetap transparan.
Setelah data siap, peneliti dapat membuka VOSviewer dan memilih fitur pembuatan peta berdasarkan data bibliografis atau jenis berkas yang sesuai. Pada umumnya, proses dimulai dengan memilih opsi untuk membuat peta baru, menentukan sumber data, lalu mengimpor berkas yang telah disiapkan. Menu dan pilihan yang tersedia dapat berbeda menurut versi perangkat lunak dan format data yang digunakan. Peneliti perlu mengikuti petunjuk impor yang sesuai, memeriksa apakah data berhasil dibaca, serta memastikan bahwa jumlah dokumen atau item yang terdeteksi masuk akal. Jika terjadi kesalahan, periksa kembali format berkas, kelengkapan metadata, dan kompatibilitas sumber data sebelum melanjutkan analisis.
Langkah-Langkah Membuat Peta VOSviewer dari Data Publikasi dan Sitasi
Setelah data publikasi berhasil dikumpulkan dan disiapkan, tahap selanjutnya adalah membuat peta VOSviewer sesuai dengan tujuan penelitian. Proses ini melibatkan pemilihan jenis analisis, penentuan unit analisis, pengaturan ambang batas, serta pemeriksaan hasil pemetaan. Setiap pilihan dapat memengaruhi bentuk jaringan yang dihasilkan. Karena itu, peneliti perlu memahami fungsi setiap pengaturan agar visualisasi yang dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menjawab pertanyaan penelitian.
Secara umum, langkah-langkah membuat peta VOSviewer dari data publikasi dan sitasi dapat dilakukan melalui tahapan berikut.
-
Buka perangkat lunak VOSviewer. Jalankan aplikasi yang telah dipasang pada komputer, kemudian pilih menu untuk membuat peta baru atau Create a Map Based on Bibliographic Data. Pilihan ini digunakan ketika peneliti ingin membuat visualisasi berdasarkan metadata publikasi ilmiah yang didukung perangkat lunak.
-
Pilih sumber data. Tentukan sumber bibliografis yang sesuai dengan berkas yang dimiliki, seperti Scopus atau Web of Science apabila format ekspornya didukung. Jika menggunakan berkas dari sumber lain, periksa apakah format tersebut dapat dibaca oleh versi VOSviewer yang digunakan.
-
Tentukan jenis analisis. Pilih analisis berdasarkan tujuan penelitian, misalnya co-authorship untuk kolaborasi penulis, citation untuk hubungan kutipan, bibliographic coupling untuk kesamaan referensi, co-citation untuk hubungan dokumen yang sering dikutip bersama, atau co-occurrence untuk kemunculan bersama kata kunci.
-
Pilih unit analisis. Tentukan apakah pemetaan dilakukan pada tingkat penulis, dokumen, sumber publikasi, organisasi, negara, atau kata kunci. Unit analisis harus sesuai dengan pertanyaan penelitian agar hasilnya dapat diinterpretasikan secara tepat.
-
Atur kriteria kemunculan atau jumlah minimum. Pada analisis kata kunci, misalnya, peneliti dapat menentukan jumlah minimum kemunculan agar hanya kata kunci yang memenuhi kriteria yang ditampilkan. Nilai ambang batas perlu disesuaikan dengan ukuran data dan tujuan penelitian, bukan dipilih secara sembarangan.
-
Periksa item yang memenuhi kriteria. VOSviewer dapat menampilkan jumlah item yang memenuhi ambang batas dan item yang akhirnya digunakan dalam peta. Periksa apakah item yang terpilih cukup relevan dan tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak untuk dianalisis.
-
Buat visualisasi dan simpan hasilnya. Setelah pengaturan selesai, lanjutkan ke tahap pemetaan. Peneliti dapat meninjau tampilan jaringan, mengatur ukuran visualisasi jika diperlukan, serta menyimpan peta dan data yang mendukung analisis untuk digunakan dalam laporan penelitian.
Dalam pembuatan peta VOSviewer, pemilihan jenis analisis merupakan keputusan penting. Analisis co-occurrence cocok untuk memetakan hubungan antarkata kunci yang muncul bersama dalam publikasi, sedangkan analisis co-authorship digunakan untuk memahami pola kolaborasi penulis atau institusi. Jika fokus penelitian adalah hubungan sitasi, peneliti dapat memilih analisis citation untuk melihat hubungan kutipan antarobjek. Sementara itu, bibliographic coupling dan co-citation membantu mengidentifikasi kedekatan intelektual berdasarkan kesamaan referensi atau pola dokumen yang dikutip bersama.
Pengaturan ambang batas juga perlu dipertimbangkan secara cermat. Jika batas minimum terlalu rendah, peta dapat menampilkan terlalu banyak item sehingga sulit dibaca. Sebaliknya, jika batas minimum terlalu tinggi, banyak topik atau penulis yang relevan mungkin tidak masuk ke dalam visualisasi. Peneliti dapat mencoba beberapa pengaturan untuk melihat bagaimana perubahan ambang batas memengaruhi struktur jaringan, tetapi pemilihan hasil akhir harus didasarkan pada alasan metodologis yang jelas. Dengan cara tersebut, peta VOSviewer dapat digunakan sebagai representasi data yang informatif dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Cara Membaca dan Menginterpretasikan Hasil Visualisasi Peta VOSviewer
Setelah peta VOSviewer berhasil dibuat, peneliti perlu memahami elemen visual yang ditampilkan sebelum menarik kesimpulan. Peta bibliometrik umumnya terdiri atas simpul, garis penghubung, warna, ukuran simpul, dan jarak antarobjek. Setiap elemen memberikan informasi tertentu mengenai hubungan yang terbentuk dalam data. Interpretasi yang tepat membutuhkan pemahaman terhadap jenis analisis yang dipilih karena makna hubungan dalam peta kata kunci berbeda dari makna hubungan dalam peta sitasi atau kolaborasi penulis.
Beberapa elemen utama dalam peta VOSviewer yang perlu diperhatikan meliputi:
-
Simpul atau node. Simpul mewakili objek yang dianalisis, seperti kata kunci, penulis, dokumen, jurnal, atau negara. Objek yang muncul dalam peta bergantung pada unit analisis dan kriteria pemilihan yang digunakan.
-
Ukuran simpul. Ukuran simpul biasanya menunjukkan bobot objek berdasarkan indikator yang dipilih. Dalam peta kata kunci, ukuran dapat menggambarkan frekuensi kemunculan, sedangkan pada jenis analisis lain ukurannya dapat mewakili jumlah dokumen atau bobot tertentu.
-
Garis penghubung. Garis menunjukkan hubungan antara dua objek. Dalam analisis co-occurrence, hubungan tersebut berkaitan dengan kemunculan bersama kata kunci, sedangkan dalam analisis sitasi garis menunjukkan hubungan kutipan sesuai definisi analisis.
-
Ketebalan garis. Ketebalan atau kekuatan hubungan dapat menggambarkan besarnya keterkaitan antardua objek. Makna dan pengukurannya harus dibaca berdasarkan jenis jaringan yang digunakan.
-
Warna klaster. Warna membedakan kelompok objek yang memiliki keterkaitan relatif kuat dalam jaringan. Klaster dapat membantu peneliti mengidentifikasi kelompok tema, komunitas penulis, atau kelompok objek lainnya.
-
Jarak antarobjek. Jarak dalam visualisasi membantu menggambarkan kedekatan relatif berdasarkan hubungan dalam jaringan. Objek yang berdekatan umumnya memiliki keterkaitan lebih kuat dalam konteks pemetaan tersebut, tetapi jarak tidak boleh langsung ditafsirkan sebagai ukuran waktu atau hubungan sebab-akibat.
Dalam interpretasi peta VOSviewer, peneliti juga perlu memperhatikan tiga tampilan utama yang sering digunakan, yaitu network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Network visualization memperlihatkan struktur hubungan antarsimpul beserta kelompok klasternya. Tampilan ini bermanfaat untuk mengenali kelompok topik dan pola keterkaitan dalam suatu bidang penelitian. Overlay visualization menambahkan informasi berdasarkan indikator tertentu, seperti tahun publikasi rata-rata atau skor yang tersedia. Sementara itu, density visualization memperlihatkan konsentrasi objek atau hubungan pada area tertentu sehingga membantu peneliti mengenali bagian jaringan yang relatif padat.
Contohnya, peneliti yang memetakan kata kunci tentang pembelajaran digital mungkin menemukan kelompok istilah yang berkaitan dengan motivasi belajar, kelompok lain yang berhubungan dengan teknologi pembelajaran, serta kelompok yang membahas evaluasi hasil belajar. Kelompok tersebut dapat menjadi petunjuk awal mengenai tema-tema penelitian yang sering dibahas secara bersamaan. Namun, peneliti tetap perlu membaca judul, abstrak, dan isi artikel yang relevan untuk memastikan bahwa interpretasi klaster sesuai dengan konteks penelitian. Warna klaster tidak secara otomatis menunjukkan kategori ilmiah yang sudah pasti, sehingga penamaan setiap kelompok perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan substansi publikasi.
Agar interpretasi peta VOSviewer lebih akurat, beberapa hal berikut perlu dilakukan.
-
Periksa kata kunci yang paling dominan untuk mengetahui topik yang sering muncul dalam kumpulan publikasi.
-
Identifikasi klaster berdasarkan keterkaitan antarkata kunci, kemudian periksa artikel yang membentuk kelompok tersebut.
-
Bandingkan tahun publikasi atau indikator overlay untuk melihat kemungkinan perkembangan tema dari waktu ke waktu.
-
Amati hubungan antarklaster untuk menemukan topik yang berperan sebagai penghubung antarbidang kajian.
-
Periksa nilai total link strength atau kekuatan hubungan total apabila indikator tersebut tersedia dan relevan dengan jenis analisis.
-
Hindari menyimpulkan bahwa topik yang memiliki banyak sitasi selalu merupakan topik paling baru, paling berkualitas, atau paling penting dalam semua konteks.
-
Catat parameter analisis, rentang waktu, sumber data, dan ambang batas yang digunakan agar hasil dapat diperiksa dan direplikasi.
Interpretasi hasil juga harus mempertimbangkan keterbatasan data. Sebagai contoh, suatu kata kunci mungkin terlihat kurang dominan karena memiliki variasi penulisan, padahal konsep tersebut banyak digunakan dalam publikasi. Demikian pula, artikel yang baru diterbitkan mungkin memiliki jumlah sitasi lebih rendah karena belum memiliki cukup waktu untuk dikutip oleh penelitian lain. Oleh karena itu, pembacaan peta perlu dilakukan bersama pemeriksaan metadata, kajian literatur, dan pemahaman terhadap konteks bidang ilmu yang sedang diteliti.
Mengoptimalkan Peta VOSviewer untuk Analisis Bibliometrik dan Penulisan Ilmiah
Peta VOSviewer akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila proses pembuatannya diikuti dengan evaluasi kualitas data dan interpretasi yang sistematis. Peneliti sebaiknya tidak langsung menggunakan visualisasi sebagai kesimpulan utama tanpa memeriksa sumber pembentuknya. Pemeriksaan terhadap artikel, kata kunci, dan hubungan yang muncul membantu memastikan bahwa pola yang terlihat memang mencerminkan karakteristik kumpulan publikasi yang dianalisis. Dengan demikian, peta dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi tren penelitian, kesenjangan kajian, dan peluang pengembangan topik baru.
Selain pemeriksaan hasil, peneliti perlu menjaga transparansi metode analisis. Informasi mengenai basis data, tanggal pencarian, strategi kata kunci, rentang publikasi, kriteria inklusi dan eksklusi, jenis analisis, unit analisis, serta ambang batas perlu dicatat dalam laporan. Jika data mengalami pembersihan atau penyatuan istilah, prosedur tersebut juga perlu dijelaskan. Dokumentasi yang memadai membuat hasil analisis lebih mudah dievaluasi dan membantu peneliti lain mengulangi proses pemetaan dengan prosedur yang sebanding.
Dalam penulisan artikel ilmiah, visualisasi VOSviewer dapat digunakan untuk memperkuat pembahasan mengenai struktur dan perkembangan suatu bidang penelitian. Peta sebaiknya disertai penjelasan mengenai arti klaster, hubungan yang dominan, dan relevansi temuan terhadap pertanyaan penelitian. Peneliti juga dapat menghubungkan hasil pemetaan dengan kajian literatur untuk menjelaskan mengapa tema tertentu berkembang dan bagaimana tema tersebut berhubungan dengan penelitian terdahulu. Dengan pendekatan ini, analisis bibliometrik tidak berhenti pada penyajian gambar, tetapi menghasilkan interpretasi yang bermakna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Cara Menggunakan VOSviewer untuk Menganalisis dan Memvisualisasikan Data Publikasi
Kesimpulan
Cara membuat peta VOSviewer dari data publikasi dan sitasi melibatkan beberapa tahap yang saling berkaitan, mulai dari menentukan tujuan analisis, memilih sumber data, mengumpulkan dan membersihkan metadata, hingga memilih jenis analisis serta unit pemetaan. Ketepatan setiap tahap berpengaruh terhadap kualitas visualisasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami karakteristik data dan menyesuaikan parameter analisis dengan pertanyaan penelitian agar hasil pemetaan tetap relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
VOSviewer membantu peneliti mengidentifikasi pola kolaborasi, hubungan sitasi, kemunculan bersama kata kunci, dan kelompok tema dalam publikasi ilmiah. Melalui network visualization, overlay visualization, dan density visualization, peneliti dapat mempelajari struktur jaringan serta memperoleh petunjuk mengenai perkembangan bidang penelitian. Namun, setiap pola perlu ditafsirkan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kualitas metadata, karakteristik bidang ilmu, usia publikasi, dan keterbatasan metode yang digunakan.
Dengan menerapkan prosedur yang sistematis, peta VOSviewer dapat menjadi alat pendukung yang bermanfaat dalam analisis bibliometrik, penyusunan tinjauan literatur, dan penentuan arah penelitian berikutnya. Kunci keberhasilannya bukan hanya terletak pada kemampuan menghasilkan visualisasi, tetapi juga pada ketepatan pemilihan data, transparansi metode, dan kedalaman interpretasi. Untuk mendukung perjalanan akademik, penyusunan tugas akhir, dan kebutuhan publikasi ilmiah, jangan lupa Klik Wisuda sebagai bagian dari langkah menuju pencapaian akademik yang lebih terencana. Ingin mempersiapkan skripsi, tesis, disertasi, atau publikasi ilmiah dengan lebih terarah? Hubungi Admin Klik Wisuda untuk menemukan informasi dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan akademik Anda.

