Dalam penyusunan karya ilmiah, rumusan masalah dan tujuan penelitian merupakan dua bagian yang saling berkaitan. Rumusan masalah menjadi dasar untuk menentukan pertanyaan yang hendak dijawab melalui penelitian, sedangkan tujuan penelitian menjelaskan hasil yang ingin dicapai berdasarkan pertanyaan tersebut. Karena memiliki hubungan yang erat, rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian dapat menyebabkan keseluruhan arah penelitian menjadi kurang jelas.
Kondisi tersebut cukup sering ditemukan dalam penyusunan proposal penelitian, skripsi, tesis, maupun karya ilmiah lainnya. Peneliti terkadang membuat rumusan masalah berdasarkan topik yang menarik, tetapi tujuan penelitian justru mengarah pada aspek yang berbeda. Ada pula yang membuat tujuan penelitian terlalu luas, sementara rumusan masalah hanya membahas satu bagian tertentu dari topik penelitian.
Ketidaksesuaian antara rumusan masalah dan tujuan penelitian bukan sekadar persoalan teknis penulisan. Jika tidak diperbaiki, masalah tersebut dapat memengaruhi penentuan variabel, metode penelitian, instrumen pengumpulan data, pembahasan hasil penelitian, hingga kesimpulan. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami hubungan antara kedua komponen tersebut sejak tahap awal penyusunan penelitian.
Artikel ini membahas pengertian, penyebab, ciri-ciri, dampak, serta cara memperbaiki rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian. Pembahasan juga dapat menjadi panduan bagi mahasiswa yang sedang menyusun proposal atau skripsi agar setiap bagian penelitian memiliki arah yang konsisten. Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan penelitian, pemahaman ini dapat membantu proses bimbingan menjadi lebih terarah. Jika membutuhkan pendampingan dalam proses akademik, Klik Wisuda juga dapat menjadi salah satu pilihan layanan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Memahami Hubungan Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah merupakan bagian penelitian yang berisi pertanyaan utama mengenai persoalan yang hendak dikaji. Pertanyaan tersebut harus dibuat berdasarkan latar belakang penelitian dan menunjukkan aspek yang memang perlu dijawab melalui proses penelitian. Dengan demikian, rumusan masalah bukan sekadar daftar pertanyaan, melainkan penentu arah penelitian.
Dalam praktiknya, rumusan masalah biasanya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. Misalnya, sebuah penelitian membahas pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar mahasiswa. Rumusan masalah dapat diarahkan pada pertanyaan mengenai apakah penggunaan media pembelajaran digital berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi peneliti untuk menentukan tujuan penelitian.
Tujuan penelitian pada dasarnya merupakan pernyataan mengenai apa yang ingin dicapai untuk menjawab rumusan masalah. Jika rumusan masalah menanyakan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain, tujuan penelitian seharusnya menjelaskan bahwa penelitian bertujuan untuk mengetahui atau menganalisis pengaruh tersebut. Hubungan ini menunjukkan bahwa tujuan penelitian harus memiliki arah yang sama dengan rumusan masalah.
Kesesuaian tersebut dapat dilihat dari kata kerja yang digunakan. Rumusan masalah menggunakan bentuk pertanyaan seperti “bagaimana”, “apakah”, “sejauh mana”, atau “apa saja”, sedangkan tujuan penelitian menggunakan bentuk pernyataan seperti “untuk mengetahui”, “untuk menganalisis”, “untuk mengidentifikasi”, atau “untuk mendeskripsikan”. Walaupun bentuk kalimatnya berbeda, substansi yang dibahas harus tetap sama.
Masalah muncul ketika peneliti mengubah fokus pembahasan antara rumusan masalah dan tujuan penelitian. Contohnya, rumusan masalah hanya menanyakan hubungan antara penggunaan teknologi dan hasil belajar, tetapi tujuan penelitian menyebutkan bahwa penelitian bertujuan menganalisis pengaruh teknologi, motivasi belajar, keterampilan mahasiswa, dan kualitas pembelajaran. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian karena ruang lingkupnya sudah berubah.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Penyebab Rumusan Masalah Tidak Sesuai dengan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian dapat terjadi karena berbagai alasan. Salah satu penyebab yang paling umum adalah peneliti belum menentukan fokus penelitian secara jelas. Ketika fokus penelitian masih berubah-ubah, rumusan masalah dan tujuan penelitian dapat berkembang ke arah yang berbeda. Kondisi ini sering terjadi pada tahap awal penyusunan proposal ketika peneliti masih mengumpulkan berbagai informasi mengenai topik yang dipilih.
Penyebab berikutnya adalah peneliti membuat rumusan masalah dan tujuan penelitian pada waktu yang berbeda tanpa melakukan pemeriksaan ulang terhadap hubungan keduanya. Misalnya, rumusan masalah dibuat sebelum konsultasi dengan dosen pembimbing, kemudian tujuan penelitian diperluas setelah mendapatkan masukan. Jika perubahan tersebut tidak diikuti dengan revisi rumusan masalah, akan muncul ketidaksesuaian antarbagian.
Penggunaan kata kerja operasional yang tidak tepat juga dapat menyebabkan masalah. Peneliti mungkin menggunakan kata “mengetahui” dalam tujuan penelitian, tetapi pada bagian rumusan masalah sebenarnya ingin melakukan analisis hubungan atau pengaruh. Perbedaan tingkat kedalaman analisis tersebut dapat membuat tujuan penelitian tidak lagi mencerminkan pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan.
Penyebab lainnya adalah adanya keinginan untuk memasukkan terlalu banyak hal ke dalam tujuan penelitian. Peneliti terkadang menganggap semakin banyak tujuan yang dicantumkan maka penelitian akan terlihat semakin lengkap. Padahal, tujuan penelitian seharusnya mengikuti ruang lingkup masalah yang telah ditetapkan. Tujuan yang terlalu luas justru dapat membuat penelitian sulit dikendalikan.
Selain itu, ketidaksesuaian dapat muncul karena peneliti tidak melakukan pemetaan antara latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan hipotesis atau pertanyaan penelitian. Padahal, komponen-komponen tersebut seharusnya membentuk alur logis. Latar belakang menjelaskan konteks masalah, identifikasi masalah menunjukkan persoalan yang ditemukan, rumusan masalah memfokuskan pertanyaan, sedangkan tujuan penelitian menunjukkan apa yang hendak dicapai untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Ciri-Ciri Rumusan Masalah Tidak Sesuai dengan Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah rumusan masalah sudah sesuai dengan tujuan penelitian, peneliti dapat melakukan pemeriksaan sederhana terhadap isi kedua bagian tersebut. Jangan hanya memperhatikan kesamaan kata, tetapi periksa juga fokus, variabel, objek, lokasi, dan arah penelitian. Dua kalimat dapat menggunakan kata yang sama tetapi tetap memiliki maksud yang berbeda.
Beberapa ciri yang dapat menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara rumusan masalah dan tujuan penelitian antara lain:
- Rumusan masalah membahas variabel yang berbeda dengan tujuan penelitian.
- Jumlah rumusan masalah tidak sejalan dengan jumlah tujuan penelitian.
- Objek penelitian pada rumusan masalah berbeda dengan objek yang disebutkan dalam tujuan penelitian.
- Rumusan masalah membahas hubungan antarvariabel, tetapi tujuan penelitian hanya menyebutkan deskripsi salah satu variabel.
- Rumusan masalah menggunakan cakupan yang sempit, sedangkan tujuan penelitian memiliki cakupan jauh lebih luas.
- Rumusan masalah menggunakan kata “apakah terdapat pengaruh”, sedangkan tujuan penelitian hanya menyebutkan “untuk mengetahui kondisi”.
- Rumusan masalah mengarah pada identifikasi, tetapi tujuan penelitian mengarah pada evaluasi atau pengujian.
- Tujuan penelitian memiliki variabel tambahan yang tidak pernah disebutkan dalam rumusan masalah.
- Rumusan masalah dan tujuan penelitian menggunakan objek, tempat, atau populasi yang berbeda.
- Kesimpulan yang direncanakan nantinya tidak dapat secara langsung menjawab rumusan masalah.
Pemeriksaan tersebut penting dilakukan sebelum penelitian memasuki tahap pengumpulan data. Jika ketidaksesuaian baru diketahui setelah data terkumpul, peneliti dapat mengalami kesulitan karena instrumen yang digunakan mungkin sudah tidak sesuai dengan arah penelitian. Oleh sebab itu, pemeriksaan konsistensi sejak awal dapat mengurangi kemungkinan revisi besar pada tahap berikutnya.
Dampak Rumusan Masalah yang Tidak Sesuai dengan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian dapat menimbulkan berbagai konsekuensi dalam proses penyusunan karya ilmiah. Dampaknya tidak selalu langsung terlihat pada bagian pendahuluan, tetapi dapat muncul pada bagian metode, hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Semakin besar perbedaannya, semakin besar pula kemungkinan penelitian kehilangan arah.
Beberapa dampak yang dapat muncul adalah:
- Fokus penelitian menjadi tidak jelas sehingga peneliti kesulitan menentukan batasan penelitian.
- Variabel penelitian dapat berubah atau bertambah tanpa dasar yang jelas.
- Instrumen penelitian berpotensi tidak mengukur aspek yang benar-benar dibutuhkan.
- Metode analisis data dapat tidak sesuai dengan pertanyaan penelitian.
- Pembahasan hasil penelitian menjadi terlalu luas atau justru tidak menjawab masalah utama.
- Kesimpulan tidak mampu memberikan jawaban langsung terhadap rumusan masalah.
- Proses revisi proposal atau skripsi menjadi lebih panjang.
- Peneliti dapat memperoleh pertanyaan kritis dari dosen pembimbing atau penguji mengenai konsistensi penelitian.
- Struktur penelitian terlihat kurang sistematis.
- Hasil penelitian menjadi sulit dihubungkan dengan tujuan awal penelitian.
Salah satu dampak yang paling penting adalah kesulitan dalam menyusun kesimpulan. Pada dasarnya, kesimpulan penelitian harus memberikan jawaban terhadap rumusan masalah berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. Apabila tujuan penelitian tidak sesuai dengan rumusan masalah, peneliti dapat memiliki hasil yang sebenarnya menarik, tetapi tidak menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan.
Karena itu, memperbaiki rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian sebaiknya dilakukan sebelum penelitian dilanjutkan terlalu jauh. Peneliti perlu kembali melihat latar belakang, menentukan fokus utama, kemudian memastikan setiap pertanyaan penelitian memiliki tujuan yang sepadan.
Cara Memperbaiki Rumusan Masalah agar Sesuai dengan Tujuan Penelitian
Memperbaiki rumusan masalah adalah kembali membaca latar belakang penelitian, Periksa masalah utama yang sebenarnya ingin diteliti dan tentukan aspek mana yang paling relevan untuk dijadikan fokus. Jangan langsung mengubah rumusan masalah hanya berdasarkan perbedaan kata. Pastikan terlebih dahulu bahwa peneliti memahami arah penelitian secara keseluruhan.
Setelah fokus penelitian ditentukan, buat pemetaan sederhana antara rumusan masalah dan tujuan penelitian. Setiap satu rumusan masalah sebaiknya memiliki tujuan yang menjawab pertanyaan tersebut. Misalnya, jika rumusan masalah pertama membahas kondisi penggunaan teknologi pembelajaran, tujuan pertama dapat diarahkan untuk mendeskripsikan kondisi penggunaan teknologi pembelajaran. Jika rumusan masalah kedua membahas pengaruh teknologi terhadap hasil belajar, tujuan kedua harus mengarah pada analisis pengaruh tersebut.
Periksa kesamaan unsur penting yang terdapat pada kedua bagian. Unsur tersebut dapat mencakup variabel, subjek atau objek penelitian, lokasi penelitian, periode penelitian jika relevan, serta arah analisis. Jika salah satu unsur berbeda tanpa alasan yang jelas, peneliti perlu menentukan bagian mana yang harus diperbaiki.
Peneliti juga perlu memilih kata kerja yang sesuai dengan pendekatan penelitian. Penelitian deskriptif dapat menggunakan kata seperti mendeskripsikan atau menggambarkan. Penelitian korelasional dapat menggunakan kata menganalisis hubungan atau keterkaitan. Penelitian eksperimen atau penelitian kausal dapat mengarah pada analisis pengaruh, tergantung desain dan metode yang digunakan. Penggunaan kata kerja yang tepat membantu memperjelas hubungan antara pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian.
Lakukan pemeriksaan silang sebelum proposal dikonsultasikan. Baca rumusan masalah, kemudian baca tujuan penelitian tanpa melihat bagian lain. Tanyakan apakah setiap tujuan benar-benar dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Jika jawabannya belum jelas, berarti masih terdapat bagian yang perlu diperbaiki. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu memastikan penelitian memiliki alur yang konsisten sejak awal.
Contoh Perbaikan Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Memahami contoh konkret dapat membantu peneliti melihat bagaimana rumusan masalah dan tujuan penelitian harus disusun secara berpasangan. Sebagai contoh, penelitian membahas penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Rumusan masalah pertama dapat berbentuk pertanyaan mengenai bagaimana penggunaan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian yang sesuai adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran.
Rumusan masalah kedua dapat diarahkan pada pertanyaan apakah penggunaan media pembelajaran digital berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Tujuan penelitian yang sesuai adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar mahasiswa. Dalam contoh tersebut, setiap tujuan memiliki hubungan langsung dengan pertanyaan yang ingin dijawab.
Kesalahan terjadi apabila rumusan masalah hanya membahas penggunaan media pembelajaran digital, tetapi tujuan penelitian menyebutkan analisis pengaruhnya terhadap motivasi, hasil belajar, keterampilan, dan kepuasan mahasiswa. Tujuan tersebut sudah memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan rumusan masalah. Jika peneliti memang ingin mengkaji semua aspek tersebut, rumusan masalah harus diperluas. Sebaliknya, jika fokus penelitian hanya penggunaan media pembelajaran digital, tujuan penelitian harus dipersempit agar konsisten.
Contoh lainnya dapat dilihat pada penelitian tentang kualitas pelayanan akademik. Rumusan masalah dapat menanyakan bagaimana kualitas pelayanan akademik yang diterima mahasiswa dan faktor apa saja yang memengaruhinya. Berdasarkan pertanyaan tersebut, tujuan penelitian dapat diarahkan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan akademik serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya. Dengan demikian, pembaca dapat memahami hubungan antara pertanyaan penelitian dan hasil yang ingin dicapai.
Prinsip yang sama berlaku untuk berbagai bidang penelitian. Apa pun topiknya, rumusan masalah harus menjadi pertanyaan yang hendak dijawab, sedangkan tujuan penelitian merupakan pernyataan mengenai upaya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Konsistensi ini membuat struktur penelitian lebih mudah dipahami dan membantu peneliti menentukan metode yang sesuai.
Langkah Sistematis Mengecek Kesesuaian Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Pengecekan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Peneliti dapat menggunakan tabel sederhana yang memasangkan setiap rumusan masalah dengan tujuan penelitian. Cara tersebut membantu menemukan bagian yang tidak memiliki pasangan atau memiliki isi yang berbeda.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Tuliskan seluruh rumusan masalah secara berurutan.
Pastikan setiap rumusan masalah memiliki fokus yang jelas. Hindari pertanyaan yang terlalu panjang dan memuat banyak persoalan sekaligus apabila persoalan tersebut membutuhkan metode analisis yang berbeda.
2. Tuliskan tujuan penelitian dengan urutan yang sama.
Setiap tujuan sebaiknya mengikuti urutan rumusan masalah. Jika rumusan masalah pertama membahas kondisi suatu objek, tujuan pertama juga harus membahas pencapaian yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
3. Tandai variabel atau konsep utama.
Bandingkan variabel yang muncul dalam rumusan masalah dengan variabel yang disebutkan dalam tujuan penelitian. Jika terdapat variabel yang hanya muncul di salah satu bagian, periksa apakah penambahan atau penghilangan tersebut memang diperlukan.
4. Periksa objek penelitian.
Pastikan subjek, objek, populasi, lokasi, atau konteks penelitian tidak berubah antara rumusan masalah dan tujuan penelitian. Perbedaan objek dapat menyebabkan penelitian memiliki arah yang berbeda.
5. Periksa kata kerja yang digunakan.
Kata kerja dalam tujuan penelitian harus mencerminkan jenis pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan mengenai hubungan tidak seharusnya dijawab dengan tujuan yang hanya ingin mendeskripsikan kondisi.
6. Pastikan setiap tujuan dapat menghasilkan jawaban.
Tujuan penelitian harus realistis untuk dicapai melalui metode yang digunakan. Jika tujuan terlalu luas, peneliti perlu mempertimbangkan untuk mempersempit cakupannya.
7. Cocokkan kembali dengan kesimpulan yang direncanakan.
Kesimpulan nantinya harus dapat menjawab rumusan masalah. Jika hasil penelitian tidak dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan tertentu, kemungkinan terdapat ketidaksesuaian sejak tahap perumusan masalah atau tujuan.
Pengecekan tersebut dapat dilakukan beberapa kali, terutama setelah mendapatkan masukan dari dosen pembimbing. Perubahan pada latar belakang atau rumusan masalah sebaiknya selalu diikuti dengan pemeriksaan terhadap tujuan penelitian, metode, dan bagian lain yang terkait.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyusun Rumusan Masalah
- Membuat rumusan masalah berdasarkan judul saja tanpa memahami masalah penelitian secara mendalam. Judul memang memberikan gambaran umum mengenai penelitian, tetapi belum tentu menunjukkan seluruh aspek yang perlu dijawab. Rumusan masalah harus dikembangkan dari latar belakang dan masalah yang telah diidentifikasi.
- Membuat terlalu banyak rumusan masalah. Banyaknya pertanyaan tidak otomatis membuat penelitian lebih komprehensif. Setiap pertanyaan akan membutuhkan jawaban, data, dan analisis. Jika jumlahnya terlalu banyak, penelitian dapat menjadi sulit dikendalikan dan tujuan penelitian menjadi terlalu luas.
- Peneliti juga perlu menghindari pertanyaan yang tidak dapat dijawab menggunakan data penelitian. Rumusan masalah harus realistis dan sesuai dengan metode. Misalnya, apabila penelitian hanya menggunakan data kuantitatif dari kuesioner, peneliti perlu memastikan pertanyaan penelitian memang dapat dianalisis berdasarkan data tersebut.
- Menggunakan istilah yang berbeda untuk konsep yang sebenarnya sama tanpa memberikan penjelasan. Perubahan istilah dapat menimbulkan kesan bahwa terdapat variabel baru. Konsistensi istilah penting agar pembaca dapat mengikuti alur penelitian dengan mudah.
- Jangan menganggap bahwa rumusan masalah dan tujuan penelitian merupakan bagian yang dapat disusun secara terpisah. Keduanya harus dikembangkan secara beriringan. Setelah salah satu bagian mengalami perubahan, bagian lainnya harus diperiksa kembali.
Tips Menjaga Konsistensi Penelitian dari Awal hingga Akhir
Konsistensi penelitian tidak hanya perlu dijaga pada rumusan masalah dan tujuan penelitian. Peneliti perlu memastikan seluruh bagian karya ilmiah memiliki hubungan yang logis. Judul, latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka, metode, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan harus saling mendukung.
Untuk mempermudah proses tersebut, mahasiswa dapat membuat peta penelitian sederhana. Peta tersebut dapat berisi beberapa kolom seperti masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, variabel, indikator, metode pengumpulan data, teknik analisis, dan bentuk hasil yang diharapkan. Dengan cara ini, perubahan pada satu bagian dapat segera diketahui dampaknya terhadap bagian lain.
Beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:
- Tentukan fokus penelitian sebelum menyusun rumusan masalah.
- Gunakan istilah yang konsisten dari awal hingga akhir.
- Buat satu tujuan yang jelas untuk setiap rumusan masalah.
- Pastikan variabel penelitian konsisten pada setiap bagian.
- Sesuaikan tujuan dengan metode penelitian yang digunakan.
- Hindari tujuan yang terlalu luas atau sulit diukur.
- Periksa kembali rumusan masalah setelah melakukan revisi proposal.
- Mintalah masukan dari dosen pembimbing ketika menemukan perbedaan arah penelitian.
- Gunakan tabel pemetaan untuk mengecek hubungan setiap komponen penelitian.
- Pastikan kesimpulan nantinya dapat menjawab seluruh rumusan masalah.
Tips tersebut sangat membantu terutama ketika penelitian mengalami perubahan selama proses bimbingan. Dalam penyusunan skripsi, revisi merupakan bagian yang wajar. Namun, setiap revisi perlu diikuti dengan pengecekan terhadap bagian-bagian yang saling berkaitan agar tidak menimbulkan ketidaksesuaian baru.
Peran Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian dalam Penyusunan Skripsi
Rumusan masalah memiliki peran penting karena menjadi salah satu dasar bagi peneliti dalam menentukan arah penelitian. Pertanyaan yang dirumuskan akan membantu membatasi pembahasan sehingga penelitian tidak melebar ke berbagai persoalan yang berada di luar ruang lingkup. Pembatasan tersebut penting karena penelitian akademik memiliki keterbatasan waktu, sumber daya, data, dan metode.
Sementara itu, tujuan penelitian memberikan gambaran mengenai pencapaian yang ingin diperoleh. Tujuan dapat membantu peneliti menentukan data apa yang perlu dikumpulkan dan analisis seperti apa yang perlu dilakukan. Ketika tujuan penelitian dirumuskan secara jelas, proses penelitian menjadi lebih terarah karena peneliti mengetahui hasil yang ingin dicapai.
Hubungan antara kedua komponen tersebut juga memudahkan pembaca dalam memahami kontribusi penelitian. Pembaca dapat melihat persoalan yang diajukan melalui rumusan masalah, kemudian mengetahui arah penyelesaiannya melalui tujuan penelitian. Karena itu, kesesuaian rumusan masalah dan tujuan penelitian bukan hanya persoalan format penulisan, tetapi juga bagian dari logika ilmiah sebuah penelitian.
Cara Melakukan Revisi Sebelum Proposal Diajukan
Sebelum proposal penelitian diajukan untuk bimbingan atau seminar proposal, peneliti sebaiknya melakukan pemeriksaan mandiri. Bacalah bagian latar belakang terlebih dahulu, kemudian identifikasi masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Perhatikan apakah terdapat alur yang jelas dari masalah menuju pertanyaan penelitian dan dari pertanyaan menuju tujuan penelitian.
Selanjutnya, lakukan pemeriksaan pada metode penelitian. Tanyakan apakah data yang akan dikumpulkan benar-benar dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian. Jika terdapat tujuan yang tidak dapat didukung oleh metode, peneliti perlu memperbaiki tujuan atau menyesuaikan rancangan penelitian.
Setelah revisi selesai, buat versi terbaru dari tabel pemetaan penelitian. Cara ini dapat membantu memastikan tidak ada rumusan masalah yang terlewat dan tidak ada tujuan penelitian yang tidak memiliki dasar. Pemeriksaan tersebut juga dapat mengurangi kemungkinan munculnya pertanyaan dari dosen pembimbing mengenai hubungan antarbagian penelitian.
Jika masih mengalami kesulitan, mahasiswa dapat mendiskusikan fokus penelitian dengan dosen pembimbing. Bimbingan dapat digunakan untuk memastikan bahwa ruang lingkup penelitian realistis dan sesuai dengan bidang kajian. Untuk kebutuhan pendampingan akademik lainnya, Klik Wisuda juga dapat menjadi bagian dari referensi layanan yang dapat dipertimbangkan mahasiswa sesuai kebutuhannya.
Baca Juga: Cara Mengecek Kesesuaian Judul dengan Rumusan Masalah Penelitian
Kesimpulan
Rumusan masalah tidak sesuai dengan tujuan penelitian merupakan persoalan yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi konsistensi penelitian secara keseluruhan. Rumusan masalah berfungsi sebagai pertanyaan utama yang hendak dijawab, sedangkan tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai untuk menjawab pertanyaan tersebut. Karena memiliki hubungan langsung, keduanya harus memiliki fokus, variabel, objek, dan arah pembahasan yang konsisten.
Cara memperbaikinya dapat dimulai dengan membaca kembali latar belakang, menentukan fokus penelitian, memetakan setiap rumusan masalah dengan tujuan penelitian, memeriksa variabel dan objek, serta menyesuaikan kata kerja dengan pendekatan penelitian. Peneliti juga perlu memastikan metode penelitian mampu menghasilkan data yang dibutuhkan untuk menjawab setiap rumusan masalah. Pemeriksaan secara berkala akan membantu mencegah ketidaksesuaian berlanjut ke bagian hasil dan kesimpulan.
Pada akhirnya, penyusunan rumusan masalah dan tujuan penelitian membutuhkan ketelitian serta pemahaman terhadap alur penelitian. Dengan menjaga konsistensi sejak tahap awal, mahasiswa dapat menyusun proposal atau skripsi yang lebih sistematis dan mudah dipahami. Jika menemukan perbedaan antara rumusan masalah dan tujuan penelitian, sebaiknya lakukan revisi sebelum penelitian memasuki tahap pengumpulan data agar perubahan tidak semakin luas. Pemahaman yang baik terhadap hubungan kedua komponen tersebut juga dapat membantu proses bimbingan menjadi lebih efektif dan membuat keseluruhan penelitian memiliki arah yang jelas. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

