Dalam penulisan karya ilmiah, latar belakang dan rumusan masalah merupakan dua bagian yang saling berkaitan. Latar belakang menjelaskan alasan mengapa suatu topik perlu diteliti, sedangkan rumusan masalah mengarahkan penelitian pada pertanyaan yang ingin dijawab. Ketika rumusan masalah tidak sesuai dengan latar belakang, alur penelitian dapat menjadi kurang jelas dan tujuan penelitian berpotensi tidak tercapai secara optimal.
Kondisi rumusan masalah tidak sesuai dengan latar belakang cukup sering ditemukan dalam penyusunan proposal maupun skripsi. Hal ini dapat terjadi karena peneliti terlalu cepat menentukan pertanyaan penelitian tanpa terlebih dahulu memastikan bahwa permasalahan tersebut benar-benar muncul dari uraian latar belakang. Ada pula yang mengubah fokus penelitian ketika proses penulisan berlangsung, tetapi tidak memperbarui bagian lain yang berkaitan.
Keselarasan antara latar belakang dan rumusan masalah penting karena keduanya menjadi dasar bagi bagian-bagian penelitian berikutnya. Rumusan masalah akan memengaruhi tujuan penelitian, metode yang digunakan, data yang dikumpulkan, pembahasan, hingga kesimpulan. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu memahami hubungan kedua bagian tersebut agar penelitian memiliki arah yang konsisten sejak awal.

Memahami Hubungan Latar Belakang dan Rumusan Masalah
Latar belakang merupakan bagian yang memberikan konteks mengenai masalah yang akan diteliti. Di dalamnya biasanya terdapat gambaran kondisi yang terjadi, fakta atau fenomena yang menjadi perhatian, kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi aktual, serta alasan akademik mengapa masalah tersebut penting untuk dikaji. Latar belakang tidak sekadar menjelaskan topik secara umum, tetapi perlu mengarahkan pembaca menuju masalah penelitian yang spesifik.
Sementara itu, rumusan masalah merupakan bentuk pertanyaan penelitian yang berasal dari masalah yang telah dijelaskan sebelumnya. Rumusan masalah membantu mempersempit pembahasan sehingga penelitian tidak berkembang terlalu luas. Pertanyaan yang ditulis harus memiliki hubungan yang jelas dengan permasalahan yang telah ditemukan dalam latar belakang. Jika latar belakang membahas rendahnya motivasi belajar siswa, misalnya, rumusan masalah seharusnya mengarah pada aspek motivasi belajar yang memang menjadi perhatian dalam uraian tersebut.
Hubungan antara latar belakang dan rumusan masalah dapat dipahami sebagai hubungan sebab dan arah penelitian. Latar belakang menjawab pertanyaan mengapa penelitian perlu dilakukan, sedangkan rumusan masalah membantu menjawab pertanyaan apa yang secara khusus ingin diketahui melalui penelitian. Dengan demikian, rumusan masalah seharusnya tidak muncul secara tiba-tiba tanpa dasar yang dapat ditemukan dalam latar belakang.
Ketidaksesuaian dapat terjadi apabila latar belakang membicarakan satu persoalan, tetapi rumusan masalah justru mengarah pada persoalan lain. Contohnya, latar belakang menjelaskan masalah penggunaan media pembelajaran digital terhadap keterlibatan siswa, tetapi rumusan masalah justru menanyakan pengaruh metode ceramah terhadap hasil belajar. Kedua topik memang sama-sama berada dalam bidang pendidikan, tetapi hubungan langsungnya tidak terlihat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rumusan masalah belum diturunkan secara konsisten dari latar belakang.
Untuk menghindari masalah tersebut, mahasiswa perlu membaca kembali latar belakang sebelum menetapkan rumusan masalah. Perhatikan bagian yang menunjukkan fenomena utama, kesenjangan, dan masalah yang belum terjawab. Dari bagian tersebut, peneliti dapat menentukan pertanyaan yang benar-benar relevan. Semakin jelas alur dari latar belakang menuju rumusan masalah, semakin mudah pula menentukan tujuan penelitian dan langkah penelitian selanjutnya.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Ciri-Ciri Rumusan Masalah Tidak Sesuai dengan Latar Belakang
Salah satu ciri rumusan masalah tidak sesuai dengan latar belakang adalah munculnya variabel atau konsep yang sebelumnya tidak dijelaskan. Apabila sebuah variabel menjadi inti pertanyaan penelitian, seharusnya keberadaan variabel tersebut memiliki dasar dalam latar belakang. Pembaca perlu mengetahui mengapa variabel tersebut penting, bagaimana masalahnya terjadi, dan mengapa variabel tersebut layak diteliti. Jika variabel baru muncul hanya pada rumusan masalah, kesinambungan argumentasi penelitian menjadi lemah.
Adanya perbedaan objek atau subjek penelitian. Misalnya, latar belakang membahas mahasiswa semester akhir, tetapi rumusan masalah menanyakan kondisi siswa sekolah menengah. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa fokus penelitian berubah. Hal yang sama dapat terjadi pada lokasi penelitian. Jika latar belakang secara khusus menguraikan permasalahan di sebuah sekolah, tetapi rumusan masalah menggunakan konteks universitas secara umum, peneliti perlu memeriksa kembali apakah fokus penelitian masih konsisten.
Rumusan masalah juga dapat dikatakan tidak selaras apabila pertanyaannya terlalu luas dibandingkan dengan latar belakang. Latar belakang mungkin hanya menjelaskan masalah pada satu kelas, tetapi rumusan masalah berkembang menjadi pertanyaan mengenai seluruh sekolah atau bahkan seluruh wilayah. Perluasan seperti ini membutuhkan dasar data dan pembahasan yang lebih luas. Jika tidak didukung oleh latar belakang, rumusan masalah akan terlihat tidak proporsional dengan ruang lingkup penelitian.
Terlihat dari ketidaksesuaian antara kata kerja dalam rumusan masalah dan jenis masalah yang dijelaskan. Misalnya, latar belakang hanya menunjukkan adanya fenomena dan kebutuhan untuk mengetahui kondisi tertentu, tetapi rumusan masalah langsung menanyakan pengaruh atau hubungan sebab-akibat tanpa dasar yang memadai. Kata seperti “pengaruh”, “hubungan”, “perbedaan”, atau “efektivitas” memiliki konsekuensi metodologis tertentu sehingga penggunaannya perlu didukung oleh fokus penelitian dan rancangan yang tepat.
Ketidaksesuaian juga dapat terlihat ketika tujuan penelitian tidak dapat diturunkan secara langsung dari rumusan masalah. Rumusan masalah seharusnya memiliki hubungan dengan tujuan penelitian. Jika pertanyaan penelitian membahas efektivitas suatu metode, tetapi tujuan penelitian justru ingin mendeskripsikan persepsi mahasiswa, berarti terdapat bagian yang belum konsisten. Oleh karena itu, setelah menyusun rumusan masalah, mahasiswa perlu melakukan pemeriksaan berantai mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode, hingga kesimpulan.
Penyebab Rumusan Masalah Tidak Sesuai dengan Latar Belakang
Rumusan masalah tidak sesuai dengan latar belakang biasanya bukan terjadi karena satu kesalahan saja. Dalam proses penyusunan karya ilmiah, perubahan fokus penelitian dapat terjadi secara bertahap. Mahasiswa mungkin memulai dengan topik yang luas, kemudian menemukan sumber referensi baru, mendapatkan masukan dari dosen pembimbing, atau menemukan data yang membuat arah penelitian berubah. Perubahan tersebut sebenarnya dapat dilakukan, tetapi harus diikuti dengan penyesuaian seluruh bagian proposal atau skripsi agar tetap konsisten.
Beberapa penyebab yang sering membuat rumusan masalah tidak selaras dengan latar belakang antara lain:
- Latar belakang terlalu umum sehingga masalah penelitian tidak terlihat secara spesifik.
- Rumusan masalah dibuat terlebih dahulu tanpa membaca kembali keseluruhan latar belakang.
- Variabel penelitian berubah, tetapi latar belakang belum diperbarui.
- Objek atau subjek penelitian berubah setelah proposal mulai disusun.
- Peneliti menambahkan pertanyaan baru yang tidak memiliki dasar dalam uraian masalah.
- Referensi baru membuat fokus penelitian berubah tanpa diikuti revisi bagian lainnya.
- Rumusan masalah dibuat berdasarkan contoh penelitian lain tanpa menyesuaikannya dengan konteks penelitian sendiri.
- Peneliti mencampurkan beberapa masalah yang berbeda dalam satu penelitian.
Kesalahan lain yang cukup umum adalah menganggap bahwa selama topiknya masih berada dalam bidang yang sama, rumusan masalah sudah dianggap sesuai. Padahal, kesesuaian tidak hanya ditentukan oleh bidang penelitian. Kesamaan bidang pendidikan, misalnya, belum tentu menunjukkan kesamaan masalah. Penelitian tentang motivasi belajar, kualitas pembelajaran, penggunaan media digital, dan hasil belajar dapat berada dalam bidang pendidikan yang sama, tetapi masing-masing memiliki fokus yang berbeda.
Karena itu, penyebab ketidaksesuaian perlu dilihat dari alur argumentasi penelitian. Latar belakang harus membawa pembaca dari kondisi umum menuju masalah khusus. Setelah masalah tersebut ditemukan, rumusan masalah berfungsi mengubah masalah tersebut menjadi pertanyaan yang dapat diteliti. Jika salah satu tahap tidak berjalan dengan baik, bagian berikutnya juga dapat ikut terdampak.
Cara Menyelaraskan Rumusan Masalah dengan Latar Belakang
Menyelaraskan rumusan masalah dengan latar belakang dapat dilakukan dengan memeriksa kembali setiap unsur yang menjadi dasar penelitian. Jangan hanya mengganti kalimat rumusan masalah tanpa memastikan bahwa perubahan tersebut memiliki dasar dalam latar belakang. Proses penyelarasan sebaiknya dilakukan secara sistematis agar hubungan antara setiap bagian penelitian menjadi lebih mudah dilihat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Identifikasi masalah utama dalam latar belakang
Baca kembali latar belakang secara perlahan dan tandai bagian yang menjelaskan masalah utama. Cari informasi mengenai kondisi aktual, kondisi ideal, kesenjangan, serta dampak yang muncul. Dari sini, tentukan satu persoalan utama yang benar-benar menjadi fokus penelitian.
- Tentukan variabel atau konsep yang relevan
Setelah menemukan masalah utama, identifikasi variabel atau konsep yang berkaitan langsung dengannya. Pastikan setiap variabel yang muncul dalam rumusan masalah telah diperkenalkan dan memiliki alasan keberadaan dalam latar belakang.
- Periksa objek dan subjek penelitian
Pastikan objek, subjek, lokasi, dan konteks penelitian memiliki kesamaan antara latar belakang dan rumusan masalah. Jika penelitian membahas mahasiswa pada program studi tertentu, jangan tiba-tiba mengubah objek menjadi siswa sekolah atau kelompok masyarakat umum.
- Sesuaikan bentuk pertanyaan penelitian
Rumusan masalah perlu dibuat berdasarkan jenis penelitian. Penelitian deskriptif dapat menggunakan pertanyaan mengenai kondisi atau gambaran suatu fenomena. Penelitian korelasional dapat mengarah pada hubungan antarvariabel, sedangkan penelitian eksperimen dapat mengarah pada pengaruh atau efektivitas perlakuan tertentu.
- Hubungkan dengan tujuan penelitian
Setelah rumusan masalah diperbaiki, ubah rumusan tersebut menjadi tujuan penelitian yang sesuai. Setiap pertanyaan sebaiknya memiliki tujuan yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Jika terdapat rumusan masalah yang tidak memiliki tujuan penelitian yang jelas, bagian tersebut perlu diperiksa kembali.
- Cocokkan dengan metode penelitian
Rumusan masalah juga harus dapat dijawab melalui metode yang digunakan. Pertanyaan penelitian mengenai hubungan antarvariabel membutuhkan data dan teknik analisis yang sesuai untuk melihat hubungan tersebut. Demikian pula pertanyaan mengenai pengalaman atau persepsi membutuhkan pendekatan yang dapat menggali informasi tersebut secara memadai.
- Lakukan pemeriksaan dari awal hingga akhir
Tahap terakhir adalah membaca penelitian secara utuh. Periksa apakah latar belakang mengarah pada rumusan masalah, rumusan masalah mengarah pada tujuan, tujuan sesuai dengan metode, metode menghasilkan data yang dibutuhkan, dan hasil penelitian dapat menjawab pertanyaan penelitian. Pemeriksaan berantai seperti ini dapat membantu menemukan bagian yang masih tidak konsisten.
Cara praktis untuk melakukan pemeriksaan adalah membuat tabel keselarasan. Mahasiswa dapat menuliskan masalah utama dari latar belakang pada kolom pertama, variabel atau fokus pada kolom kedua, rumusan masalah pada kolom ketiga, tujuan penelitian pada kolom keempat, dan metode atau sumber data pada kolom kelima. Jika terdapat bagian yang tidak memiliki hubungan, bagian tersebut perlu diperbaiki sebelum proposal dilanjutkan.
Penyelarasan juga tidak berarti bahwa latar belakang harus dipaksakan mengikuti rumusan masalah yang sudah dibuat. Dalam kondisi tertentu, justru rumusan masalah yang perlu diperbaiki karena tidak mencerminkan masalah sebenarnya. Prinsip utamanya adalah menjaga konsistensi argumentasi, bukan sekadar membuat semua bagian menggunakan kata-kata yang sama.
Contoh Penyelarasan Rumusan Masalah dan Latar Belakang
Sebagai contoh, sebuah penelitian membahas penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses perkuliahan. Dalam latar belakang dijelaskan bahwa penggunaan teknologi semakin banyak diterapkan dalam pembelajaran, tetapi tingkat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran masih menunjukkan perbedaan. Peneliti kemudian menjelaskan pentingnya mengetahui bagaimana penggunaan media digital berkaitan dengan keterlibatan mahasiswa. Dari uraian tersebut, rumusan masalah dapat diarahkan pada bagaimana penggunaan media pembelajaran digital dan bagaimana keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Apabila peneliti ingin menguji hubungan antara penggunaan media pembelajaran digital dan keterlibatan mahasiswa, latar belakang harus memberikan dasar yang cukup mengenai kedua variabel tersebut. Rumusan masalah kemudian perlu menggunakan bentuk pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian juga harus mengikuti pertanyaan tersebut, sedangkan metode dan analisis data harus mampu menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Dengan alur tersebut, setiap bagian penelitian memiliki hubungan yang jelas dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sebaliknya, apabila latar belakang hanya membahas penggunaan media pembelajaran digital tetapi rumusan masalah tiba-tiba menanyakan pengaruh kualitas dosen terhadap prestasi akademik, maka terdapat ketidaksesuaian yang perlu diperbaiki. Peneliti dapat memilih untuk mengubah rumusan masalah agar kembali pada fokus media pembelajaran digital atau memperluas dan memperbarui latar belakang apabila memang kualitas dosen menjadi fokus penelitian yang baru. Setelah perubahan dilakukan, tujuan, metode, instrumen, dan bagian lain yang berkaitan juga perlu diperiksa kembali.
Dalam penyusunan skripsi, konsistensi seperti ini dapat membantu proses bimbingan karena dosen pembimbing lebih mudah melihat arah penelitian. Mahasiswa juga dapat mengurangi risiko melakukan revisi berulang akibat perubahan fokus yang tidak tercermin pada bagian lain. Jika masih mengalami kesulitan menentukan arah penelitian, mahasiswa dapat mendiskusikannya bersama dosen pembimbing dan menggunakan sumber akademik yang relevan sebagai dasar pengembangan masalah.
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan proposal, skripsi, atau kebutuhan akademik lainnya, memahami hubungan antara latar belakang dan rumusan masalah merupakan langkah penting sebelum masuk ke tahap penelitian. Penyusunan yang konsisten membuat proses penelitian menjadi lebih terarah, mulai dari menentukan data hingga menyusun pembahasan. Untuk berbagai kebutuhan persiapan wisuda dan informasi akademik, mahasiswa juga dapat mengenal Klik Wisuda sebagai salah satu referensi yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa menjelang tahap akhir perkuliahan.
Baca Juga: Cara Menemukan Pertanyaan Penelitian dari Fenomena dan Masalah Akademik
Kesimpulan
Rumusan masalah tidak sesuai dengan latar belakang merupakan salah satu persoalan yang dapat mengganggu konsistensi karya ilmiah. Ketidaksesuaian dapat terlihat dari perbedaan variabel, objek, subjek, lokasi, fokus, maupun jenis pertanyaan penelitian. Masalah tersebut juga dapat muncul karena latar belakang terlalu umum, fokus penelitian berubah, atau rumusan masalah dibuat tanpa meninjau kembali dasar permasalahan yang telah dijelaskan.
Cara menyelaraskan rumusan masalah dengan latar belakang dapat dimulai dengan mengidentifikasi masalah utama, menentukan variabel atau fokus penelitian, memeriksa objek dan subjek, menyesuaikan bentuk pertanyaan, serta menghubungkannya dengan tujuan dan metode penelitian. Setelah itu, seluruh bagian karya ilmiah perlu diperiksa secara berurutan agar tidak terdapat bagian yang saling bertentangan.
Pada akhirnya, rumusan masalah bukan sekadar kumpulan pertanyaan yang ditempatkan dalam proposal atau skripsi. Rumusan masalah menjadi salah satu pengarah utama penelitian sehingga harus memiliki dasar yang kuat dalam latar belakang. Dengan memastikan hubungan yang jelas antara latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan, mahasiswa dapat membangun karya ilmiah yang lebih sistematis dan mudah dipahami. Keselarasan tersebut juga membantu penelitian tetap berada pada fokus yang telah ditentukan sejak awal. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

