Skripsi merupakan salah satu karya ilmiah yang membutuhkan proses penelitian cukup panjang, mulai dari menentukan topik, menyusun rumusan masalah, mengumpulkan data, melakukan analisis, hingga menarik kesimpulan. Setelah skripsi selesai, tidak sedikit mahasiswa yang masih memiliki kewajiban untuk menghasilkan artikel ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan atau publikasi. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah mahasiswa harus melakukan penelitian dari awal untuk membuat artikel jurnal?
Jawabannya adalah tidak selalu. Skripsi yang sudah selesai diteliti pada dasarnya dapat dikembangkan menjadi artikel jurnal tanpa harus mengulang penelitian. Proses yang dilakukan bukanlah melakukan penelitian baru, melainkan mengolah kembali hasil penelitian yang sudah ada menjadi tulisan ilmiah yang lebih ringkas, fokus, dan sesuai dengan ketentuan jurnal yang dituju.
Cara mengubah skripsi menjadi artikel jurnal SINTA membutuhkan pemahaman terhadap perbedaan karakter antara skripsi dan artikel jurnal. Skripsi biasanya dibuat secara lengkap dan mendalam untuk menunjukkan seluruh proses penelitian. Sementara itu, artikel jurnal harus lebih padat karena ruang pembahasannya terbatas. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu memilih bagian terpenting dari skripsi untuk dimasukkan ke dalam artikel.
Selain meringkas isi, mahasiswa juga perlu memperhatikan ketentuan jurnal SINTA yang menjadi target publikasi. Setiap jurnal dapat memiliki template, gaya sitasi, batas jumlah kata, struktur artikel, dan fokus kajian yang berbeda. Karena itu, mengubah skripsi menjadi artikel jurnal bukan sekadar menyalin Bab I sampai Bab V lalu menghapus beberapa bagian.
Agar prosesnya lebih mudah, artikel ini akan membahas langkah-langkah mengubah skripsi menjadi artikel jurnal SINTA tanpa mengulang penelitian. Pembahasan mencakup perbedaan skripsi dan artikel jurnal, cara menentukan bagian penelitian yang perlu dipertahankan, teknik menyusun artikel, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan naskah ke jurnal.

Memahami Perbedaan Skripsi dan Artikel Jurnal SINTA
Memahami bahwa kedua jenis karya ilmiah tersebut memiliki tujuan dan bentuk penyajian yang berbeda. Skripsi dibuat untuk mendokumentasikan penelitian secara lengkap sebagai bagian dari proses akademik mahasiswa. Karena itu, skripsi dapat memiliki halaman yang cukup panjang dan menjelaskan penelitian secara terperinci.
Artikel jurnal memiliki karakter yang lebih ringkas dan terarah. Penulis tidak perlu memasukkan seluruh informasi yang terdapat dalam skripsi. Informasi yang dipilih harus benar-benar mendukung fokus penelitian dan menjawab tujuan yang telah ditetapkan. Inilah alasan mengapa proses mengubah skripsi menjadi artikel jurnal membutuhkan proses penyuntingan, bukan sekadar pemindahan isi.
Dalam skripsi, mahasiswa biasanya memiliki bagian seperti latar belakang yang panjang, identifikasi masalah, batasan masalah, manfaat penelitian, kajian teori yang luas, metodologi secara rinci, serta lampiran penelitian. Sebagian besar bagian tersebut tidak perlu dipindahkan secara utuh ke artikel jurnal. Penulis harus menyederhanakannya menjadi bagian-bagian yang relevan dengan kebutuhan artikel.
Perbedaan lainnya terletak pada fokus pembahasan. Skripsi dapat membahas banyak aspek yang berkaitan dengan penelitian karena ruang penjelasannya lebih luas. Sebaliknya, artikel jurnal harus memiliki fokus yang lebih spesifik. Apabila skripsi membahas beberapa variabel atau permasalahan, penulis dapat menentukan satu fokus utama yang paling kuat untuk dikembangkan menjadi artikel.
Hal penting yang perlu dipahami adalah artikel jurnal yang berasal dari skripsi tetap menggunakan hasil penelitian yang sama. Mahasiswa tidak perlu mengumpulkan data baru apabila tujuan artikel masih dapat dijawab menggunakan data penelitian yang telah diperoleh. Dengan demikian, proses ini lebih tepat disebut sebagai pengembangan dan penyederhanaan karya ilmiah daripada melakukan penelitian ulang.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Menentukan Bagian Skripsi yang Akan Diubah Menjadi Artikel
Setelah memahami perbedaannya, langkah berikutnya adalah menentukan bagian skripsi yang akan digunakan. Tidak semua isi skripsi harus dimasukkan ke dalam artikel jurnal. Mahasiswa perlu membaca kembali skripsinya secara keseluruhan untuk menemukan bagian yang paling relevan dengan topik artikel.
Bagian pendahuluan dalam skripsi biasanya cukup panjang karena menjelaskan latar belakang masalah dari berbagai sudut pandang. Ketika diubah menjadi artikel jurnal, bagian tersebut perlu dipadatkan. Pilih informasi yang benar-benar menunjukkan masalah penelitian, alasan penelitian dilakukan, kondisi yang melatarbelakangi penelitian, serta tujuan penelitian.
Kajian pustaka juga perlu diseleksi. Skripsi dapat memiliki banyak teori karena mahasiswa perlu menunjukkan penguasaan terhadap landasan akademik. Dalam artikel jurnal, teori yang digunakan sebaiknya hanya teori yang benar-benar berhubungan dengan variabel, konsep, atau permasalahan yang dibahas. Referensi yang tidak memiliki hubungan langsung dengan fokus artikel dapat dikurangi.
Bagian metode penelitian biasanya tetap diperlukan karena pembaca jurnal perlu mengetahui bagaimana penelitian dilakukan. Namun, penjelasannya dapat dibuat lebih ringkas dibandingkan skripsi. Informasi penting seperti pendekatan penelitian, subjek atau objek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen, dan teknik analisis tetap perlu disampaikan secara jelas.
Bagian hasil dan pembahasan justru menjadi salah satu bagian paling penting dalam artikel. Data penelitian yang terdapat dalam skripsi perlu dipilih dan disajikan kembali sesuai dengan fokus artikel. Jangan memasukkan seluruh tabel atau hasil analisis apabila tidak semuanya diperlukan. Pilih hasil yang paling relevan untuk menjawab rumusan masalah dan mendukung argumen penelitian.
Dengan cara tersebut, mahasiswa dapat mengubah skripsi menjadi artikel jurnal tanpa mengulang penelitian. Data yang digunakan tetap berasal dari penelitian sebelumnya, tetapi cara penyajian dan fokus pembahasannya disesuaikan dengan format artikel jurnal.
Langkah Praktis Mengubah Skripsi Menjadi Artikel Jurnal SINTA
Mengubah skripsi menjadi artikel jurnal SINTA sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mahasiswa tidak perlu langsung menyalin seluruh isi skripsi ke template jurnal. Cara yang lebih efektif adalah membuat kerangka artikel terlebih dahulu, kemudian mengisi setiap bagian berdasarkan data penelitian yang sudah tersedia.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Tentukan topik artikel dari penelitian skripsi
Pilih satu topik yang paling kuat dari skripsi. Jika penelitian memiliki beberapa pembahasan, tentukan bagian yang paling menarik, memiliki data yang cukup, dan sesuai dengan bidang jurnal yang dituju. Fokus yang jelas akan membuat artikel lebih mudah dikembangkan.
2. Pilih jurnal SINTA yang sesuai
Sebelum menulis ulang skripsi, tentukan jurnal yang menjadi target publikasi. Periksa fokus dan scope jurnal, template artikel, jumlah kata, format tabel, gaya sitasi, serta ketentuan referensinya. Pemilihan jurnal sejak awal dapat membantu penulis menyesuaikan artikel dengan kebutuhan penerbit.
3. Susun ulang pendahuluan
Pendahuluan artikel tidak perlu mengikuti Bab I skripsi secara keseluruhan. Ambil inti permasalahan, kondisi yang menjadi alasan penelitian, penelitian terdahulu yang relevan, celah penelitian, dan tujuan penelitian. Buat alurnya lebih langsung menuju masalah yang ingin dijawab.
4. Ringkas kajian teori
Gunakan teori yang benar-benar mendukung penelitian. Hindari memasukkan terlalu banyak definisi yang tidak berhubungan langsung dengan pembahasan. Referensi terdahulu dapat digunakan untuk menunjukkan posisi penelitian dan menjelaskan perbedaan penelitian dengan kajian sebelumnya.
5. Padatkan metode penelitian
Metode harus memberikan informasi yang cukup agar pembaca memahami bagaimana data diperoleh dan dianalisis. Namun, penjelasannya tidak perlu sepanjang Bab III skripsi. Fokuskan pada jenis penelitian, sumber data, subjek atau objek penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis.
6. Prioritaskan hasil penelitian
Hasil penelitian harus menjadi bagian utama artikel. Pilih temuan yang paling penting dan berkaitan langsung dengan tujuan penelitian. Jika terdapat banyak data, tentukan data yang benar-benar mendukung pembahasan.
7. Hubungkan hasil dengan penelitian terdahulu
Pembahasan tidak cukup hanya menjelaskan angka atau temuan penelitian. Jelaskan makna hasil tersebut dan hubungkan dengan teori maupun penelitian terdahulu. Dengan demikian, artikel memiliki argumentasi akademik yang lebih kuat.
8. Tulis kesimpulan secara singkat
Kesimpulan artikel harus menjawab tujuan penelitian berdasarkan hasil yang telah dibahas. Hindari memasukkan informasi baru yang belum dijelaskan sebelumnya. Jika jurnal meminta implikasi atau saran, bagian tersebut dapat ditambahkan sesuai template.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menganggap proses mengubah skripsi menjadi artikel jurnal sebagai pekerjaan copy-paste. Jika seluruh isi skripsi dipindahkan begitu saja, artikel biasanya menjadi terlalu panjang, tidak fokus, dan tidak sesuai dengan karakter jurnal. Penulis harus melakukan parafrase, penyederhanaan, penyusunan ulang, serta penyesuaian struktur.
Selain itu, mahasiswa juga perlu memastikan bahwa data yang digunakan dalam artikel benar-benar berasal dari penelitian yang telah dilakukan. Jangan menambahkan hasil penelitian baru hanya untuk membuat artikel terlihat lebih lengkap. Jika ingin menghasilkan penelitian dengan data baru, hal tersebut sudah termasuk penelitian lanjutan dan bukan sekadar mengubah skripsi menjadi artikel.
Dalam proses publikasi, mahasiswa juga perlu memperhatikan aspek etika akademik. Nama penulis, sumber data, referensi, kutipan, dan informasi penelitian harus ditulis secara benar. Jika skripsi dikerjakan bersama dosen pembimbing atau melibatkan pihak lain dalam penelitian, mahasiswa perlu memahami aturan kepenulisan yang berlaku di institusi maupun jurnal tujuan.
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan publikasi setelah menyelesaikan skripsi, pendampingan dalam penyusunan artikel juga dapat membantu mempercepat proses penyuntingan. Klik Wisuda dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan informasi dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan akademik, termasuk persiapan dokumen dan publikasi yang diperlukan menjelang kelulusan.
Perlu diingat bahwa target utama bukan sekadar membuat artikel dari skripsi, tetapi menghasilkan artikel yang memiliki fokus, struktur, dan kualitas akademik yang sesuai dengan jurnal tujuan. Dengan memanfaatkan penelitian yang sudah dilakukan secara tepat, mahasiswa dapat mengembangkan skripsi menjadi artikel jurnal tanpa harus mengulang seluruh proses penelitian dari awal.
Menyesuaikan Artikel dengan Template Jurnal SINTA
Setelah isi skripsi berhasil diringkas menjadi artikel, tahap berikutnya adalah menyesuaikan naskah dengan template jurnal yang dipilih. Setiap jurnal memiliki aturan yang dapat berbeda, sehingga mahasiswa tidak sebaiknya menggunakan satu format untuk semua jurnal. Perhatikan struktur artikel, jumlah kata, jenis huruf, ukuran halaman, format tabel, gambar, serta sistem sitasi yang ditentukan oleh jurnal.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain:
- Judul artikel harus dibuat lebih ringkas dan menggambarkan fokus penelitian secara jelas.
- Nama penulis dan afiliasi harus ditulis sesuai format jurnal.
- Abstrak perlu merangkum masalah, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan secara singkat.
- Kata kunci sebaiknya terdiri dari istilah yang benar-benar berkaitan dengan topik penelitian.
- Pendahuluan harus mengarah pada masalah dan tujuan penelitian tanpa terlalu panjang.
- Metode penelitian ditulis secara padat tetapi tetap memberikan informasi yang diperlukan.
- Hasil dan pembahasan harus menampilkan temuan utama serta interpretasinya.
- Daftar pustaka harus mengikuti gaya sitasi yang ditetapkan jurnal.
Penyesuaian template sebaiknya dilakukan setelah mahasiswa menentukan jurnal target. Dengan begitu, proses menulis tidak perlu dilakukan berulang kali karena format artikel sudah mengikuti ketentuan sejak awal.
Memastikan Artikel Layak Dipublikasikan tanpa Mengulang Penelitian
Mengubah skripsi menjadi artikel jurnal SINTA tidak berarti penelitian harus dilakukan kembali. Yang perlu dilakukan adalah memastikan penelitian lama masih relevan dengan fokus artikel dan seluruh data yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Data, metode, hasil analisis, dan kesimpulan harus konsisten dengan penelitian yang telah dilakukan.
Salah satu hal penting adalah menghindari duplikasi publikasi. Apabila hasil penelitian yang sama sudah pernah diterbitkan dalam bentuk artikel, mahasiswa tidak boleh mengirimkan naskah yang identik ke jurnal lain. Namun, jika skripsi belum dipublikasikan sebagai artikel jurnal dan naskah baru disusun berdasarkan penelitian tersebut, skripsi dapat dikembangkan menjadi artikel dengan mengikuti aturan etika publikasi yang berlaku.
Sebelum mengirim artikel, lakukan pemeriksaan akhir secara menyeluruh. Pastikan tidak ada bagian yang masih menggunakan gaya penulisan skripsi secara berlebihan, referensi telah dicantumkan dengan benar, tabel dan gambar sesuai ketentuan, serta seluruh bagian artikel sudah mengikuti template jurnal tujuan.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan sebelum submit meliputi:
- Memeriksa kesesuaian judul dengan isi artikel.
- Memastikan abstrak sudah mencerminkan hasil penelitian.
- Mengecek kesesuaian antara tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
- Memastikan setiap kutipan memiliki sumber.
- Memeriksa daftar pustaka agar sesuai dengan sitasi dalam artikel.
- Mengecek format tabel dan gambar.
- Melakukan pemeriksaan tata bahasa dan typo.
- Memeriksa tingkat kemiripan sesuai ketentuan kampus atau jurnal.
- Memastikan naskah mengikuti template jurnal.
- Membaca kembali artikel sebagai satu kesatuan sebelum dikirim.
Jika proses penyusunan dilakukan secara sistematis, skripsi dapat menjadi sumber utama untuk menghasilkan artikel jurnal tanpa harus mengulang proses pengumpulan data. Mahasiswa cukup mengolah penelitian yang sudah tersedia menjadi naskah yang lebih fokus dan sesuai dengan standar publikasi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengubah Skripsi Menjadi Artikel Jurnal
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memindahkan isi skripsi ke artikel secara langsung tanpa melakukan penyuntingan. Cara tersebut membuat artikel menjadi terlalu panjang dan kurang fokus. Skripsi memang menjadi sumber utama artikel, tetapi struktur dan gaya penulisannya harus disesuaikan dengan kebutuhan jurnal. Mahasiswa perlu memilih informasi yang benar-benar mendukung fokus penelitian agar artikel lebih efektif dibaca.
Memasukkan terlalu banyak teori tetapi hanya sedikit membahas hasil penelitian. Artikel jurnal seharusnya memberikan ruang yang cukup untuk menjelaskan temuan penelitian dan menghubungkannya dengan penelitian terdahulu. Kajian teori tetap penting, tetapi fungsinya adalah menjadi dasar untuk memahami dan menganalisis hasil penelitian, bukan mengambil sebagian besar ruang dalam artikel.
Mahasiswa juga perlu menghindari perubahan data atau hasil penelitian hanya karena ingin menyesuaikannya dengan artikel. Data yang digunakan harus tetap berasal dari penelitian yang sebenarnya. Jika terdapat kekurangan pada penelitian sebelumnya, penulis dapat menjelaskannya sebagai keterbatasan penelitian. Jangan membuat data baru atau mengubah hasil hanya agar artikel terlihat lebih menarik.
Memilih jurnal tanpa memeriksa fokus dan cakupannya. Artikel yang sebenarnya sudah baik dapat mengalami penolakan apabila topiknya tidak sesuai dengan bidang jurnal. Oleh karena itu, sebelum mengirim artikel, baca beberapa artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal target untuk memahami karakter tulisan, topik yang diterima, dan standar pembahasannya.
Strategi Agar Artikel dari Skripsi Lebih Mudah Diterima Jurnal SINTA
Setelah artikel selesai disusun, lakukan pemeriksaan dari sudut pandang pembaca jurnal. Pastikan masalah penelitian dapat dipahami sejak bagian pendahuluan dan tujuan penelitian terlihat dengan jelas. Selanjutnya, periksa apakah metode sudah cukup menjelaskan proses penelitian dan apakah hasil yang disajikan benar-benar menjawab tujuan tersebut. Hubungan antara setiap bagian harus terlihat secara logis.
Artikel juga akan lebih kuat apabila memiliki kontribusi yang jelas. Kontribusi tersebut tidak harus selalu berupa teori baru. Penelitian dapat memberikan temuan, gambaran kondisi tertentu, penerapan metode, atau hasil analisis yang memperkaya penelitian sebelumnya. Penulis perlu menjelaskan apa yang membuat hasil penelitiannya relevan dan mengapa pembaca jurnal perlu memperhatikan temuan tersebut.
Sebelum melakukan submit, mahasiswa sebaiknya meminta orang lain membaca naskah, misalnya dosen pembimbing atau rekan yang memahami bidang penelitian. Pembaca lain dapat membantu menemukan bagian yang kurang jelas, kesalahan penulisan, ketidakkonsistenan data, atau pembahasan yang masih terlalu dekat dengan gaya skripsi. Setelah revisi dilakukan, artikel dapat diperiksa kembali menggunakan template jurnal dan dikirim melalui sistem submission yang disediakan jurnal.
Baca Juga: Jurnal SINTA untuk Skripsi: Cara Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Artikel Ilmiah
Kesimpulan
Cara mengubah skripsi menjadi artikel jurnal SINTA tanpa mengulang penelitian pada dasarnya dilakukan dengan mengolah kembali penelitian yang sudah selesai, bukan melakukan penelitian baru. Mahasiswa perlu memahami perbedaan antara skripsi dan artikel jurnal, memilih fokus penelitian yang paling relevan, meringkas teori serta metode, kemudian menonjolkan hasil dan pembahasan yang paling penting.
Proses tersebut perlu dilanjutkan dengan menyesuaikan artikel terhadap template dan ketentuan jurnal SINTA yang dituju. Pemilihan jurnal sejak awal akan membantu mahasiswa menentukan panjang tulisan, sistem sitasi, struktur artikel, dan format penyajian. Selain itu, pemeriksaan terhadap etika publikasi, sumber referensi, tingkat kemiripan, serta konsistensi data juga tidak boleh diabaikan.
Dengan strategi yang tepat, penelitian dalam skripsi tidak berhenti sebagai dokumen untuk memenuhi tugas akhir. Hasil penelitian tersebut masih dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang lebih ringkas, terarah, dan berpotensi dipublikasikan. Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan kebutuhan kelulusan dan publikasi, Klik Wisuda dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mempersiapkan kebutuhan akademik secara lebih terarah. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

