Menyelesaikan skripsi bukan berarti seluruh proses penelitian harus berhenti setelah ujian dan revisi selesai. Hasil penelitian yang sudah dilakukan selama berbulan-bulan sebenarnya masih dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah lain yang lebih ringkas dan mudah dibaca oleh masyarakat akademik. Salah satu bentuk pengembangannya adalah artikel ilmiah yang dapat diajukan ke jurnal yang terakreditasi SINTA. Karena itu, memahami cara mengubah skripsi menjadi artikel jurnal menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa.
Jurnal SINTA sering menjadi perhatian mahasiswa karena publikasi pada jurnal yang terindeks atau terakreditasi SINTA dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap hasil penelitian. Namun, mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah tidak cukup hanya dengan menyalin isi skripsi kemudian mengurangi jumlah halaman. Artikel jurnal mempunyai struktur, gaya penulisan, tingkat kedalaman pembahasan, dan aturan sitasi yang berbeda dengan skripsi.
Proses tersebut membutuhkan kemampuan untuk memilih bagian penelitian yang paling penting, menyusun ulang pembahasan, memperkuat kajian pustaka, serta menyesuaikan naskah dengan pedoman jurnal tujuan. Dengan strategi yang tepat, mahasiswa dapat memanfaatkan penelitian yang sudah dimiliki untuk menghasilkan artikel ilmiah yang lebih terarah. Lalu, bagaimana cara mengubah hasil penelitian skripsi menjadi artikel ilmiah untuk jurnal SINTA? Berikut pembahasannya.

Memahami Perbedaan Skripsi dan Artikel Ilmiah untuk Jurnal SINTA
Skripsi dan artikel ilmiah sama-sama berasal dari kegiatan penelitian, tetapi keduanya memiliki tujuan penyajian yang berbeda. Skripsi biasanya dibuat sebagai dokumen akademik yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, skripsi dapat memiliki pembahasan yang panjang, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, teori, metode, hasil penelitian, hingga pembahasan secara detail. Sementara itu, artikel ilmiah untuk jurnal SINTA harus menyampaikan inti penelitian secara lebih ringkas, fokus, dan sistematis.
Perbedaan paling terlihat terdapat pada jumlah halaman dan tingkat detail setiap bagian. Dalam skripsi, mahasiswa dapat menjelaskan teori secara panjang karena bagian tersebut menjadi salah satu dasar penelitian. Pada artikel jurnal, teori yang digunakan cukup dipilih yang benar-benar berkaitan dengan variabel, objek, atau permasalahan penelitian. Tujuannya agar pembaca dapat memahami landasan penelitian tanpa harus membaca uraian yang terlalu panjang. Karena itu, mahasiswa perlu melakukan seleksi terhadap isi skripsi sebelum mengubahnya menjadi artikel ilmiah.
Selain teori, bagian latar belakang juga perlu diringkas. Latar belakang skripsi biasanya menjelaskan permasalahan secara bertahap dan dapat mencakup banyak informasi pendukung. Ketika diubah menjadi artikel, latar belakang harus diarahkan pada masalah utama, kesenjangan penelitian, alasan penelitian dilakukan, serta tujuan penelitian. Data atau fakta yang tidak berhubungan langsung dengan fokus penelitian sebaiknya tidak dimasukkan. Dengan cara tersebut, artikel menjadi lebih padat tanpa menghilangkan alasan utama penelitian.
Bagian metode penelitian juga tidak harus ditulis sepanjang versi skripsi. Informasi yang dimasukkan sebaiknya mencakup jenis penelitian, lokasi atau objek penelitian jika relevan, subjek atau sampel, teknik pengumpulan data, instrumen, serta teknik analisis data yang digunakan. Detail administratif atau penjelasan yang tidak memengaruhi pemahaman terhadap metode dapat dipangkas. Namun, pemangkasan tersebut tetap harus dilakukan secara hati-hati agar metode penelitian masih dapat dipahami dan, jika diperlukan, ditelusuri oleh pembaca.
Perbedaan lainnya terdapat pada cara menyajikan hasil penelitian. Skripsi dapat memuat banyak tabel, uraian data, dokumentasi, dan penjelasan tambahan. Artikel jurnal hanya perlu menampilkan hasil yang benar-benar menjawab tujuan penelitian. Dengan demikian, proses mengubah skripsi menjadi artikel bukan sekadar memendekkan tulisan, tetapi menyusun kembali penelitian agar memiliki satu alur pembahasan yang kuat. Inilah langkah awal yang perlu dipahami sebelum mahasiswa menentukan jurnal SINTA yang sesuai dengan bidang penelitiannya.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Menentukan Bagian Hasil Skripsi yang Akan Diubah Menjadi Artikel Ilmiah
Menentukan bagian penelitian yang paling potensial untuk dijadikan artikel. Tidak semua isi skripsi harus dimasukkan ke dalam satu artikel. Penelitian yang memiliki beberapa tujuan atau menghasilkan banyak temuan bahkan dapat dikembangkan menjadi lebih dari satu artikel selama pembahasannya tetap memiliki fokus yang jelas dan tidak terjadi publikasi ganda terhadap data yang sama secara tidak tepat. Mahasiswa perlu melihat kembali rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil utama, dan temuan yang paling relevan.
Cara sederhana untuk menentukan fokus artikel adalah dengan melihat pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian. Misalnya, sebuah skripsi membahas pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar siswa. Artikel yang dibuat dapat difokuskan pada hubungan atau pengaruh media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar berdasarkan hasil penelitian. Dengan fokus tersebut, mahasiswa tidak perlu memasukkan seluruh pembahasan yang ada di skripsi jika tidak mendukung pertanyaan utama artikel.
Selanjutnya, mahasiswa perlu memilih hasil penelitian yang paling kuat untuk ditampilkan. Hasil tersebut dapat berupa temuan statistik, hasil wawancara, hasil observasi, maupun temuan lain sesuai dengan pendekatan penelitian yang digunakan. Penyajian hasil harus berkaitan langsung dengan tujuan penelitian. Jangan memasukkan semua data hanya karena data tersebut tersedia di skripsi. Artikel ilmiah yang terlalu banyak memuat data justru dapat membuat pembaca kesulitan menemukan temuan utama.
Pemilihan referensi juga perlu dilakukan kembali. Referensi yang digunakan dalam skripsi belum tentu semuanya harus masuk ke artikel ilmiah. Mahasiswa dapat mempertahankan sumber yang benar-benar mendukung teori, metode, atau pembahasan hasil penelitian. Sebaiknya referensi yang digunakan juga relevan dengan perkembangan penelitian pada bidang tersebut. Artikel jurnal yang menjadi rujukan dapat membantu menunjukkan posisi penelitian yang sedang dibahas dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
Setelah bagian-bagian penting dipilih, mahasiswa dapat membuat kerangka artikel baru. Kerangka tersebut umumnya terdiri atas judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan, meskipun susunan dan nama bagian dapat berbeda sesuai pedoman jurnal tujuan. Pada tahap ini, mahasiswa sebaiknya tidak langsung menyalin bab skripsi ke dalam artikel. Isi skripsi perlu ditulis ulang dengan alur yang lebih singkat dan fokus. Setelah naskah awal selesai, barulah artikel disesuaikan dengan template dan ketentuan jurnal SINTA yang dituju.
Mengubah hasil penelitian menjadi artikel ilmiah juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat kembali kualitas penelitiannya. Ketika menyeleksi data dan pembahasan, mahasiswa dapat mengetahui temuan mana yang benar-benar memiliki nilai akademik. Proses tersebut membantu membuat artikel lebih tajam dan tidak sekadar menjadi versi pendek dari skripsi. Bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan dalam proses akademik dan persiapan kelulusan, Klik Wisuda juga dapat menjadi salah satu pilihan layanan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Menyusun Struktur Artikel Ilmiah dari Hasil Penelitian Skripsi
Setelah menentukan fokus penelitian, langkah selanjutnya adalah menyusun kembali hasil skripsi ke dalam struktur artikel ilmiah. Pada tahap ini, mahasiswa perlu memahami bahwa setiap jurnal dapat memiliki pedoman penulisan yang berbeda. Ada jurnal yang menggunakan struktur pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan. Ada pula jurnal yang memberikan ketentuan khusus mengenai jumlah kata, format abstrak, jumlah referensi, tabel, gambar, dan sistem sitasi. Karena itu, sebelum menulis artikel, mahasiswa sebaiknya menentukan jurnal tujuan terlebih dahulu.
Pendahuluan menjadi bagian penting karena menentukan apakah pembaca memahami alasan penelitian tersebut dilakukan. Isi pendahuluan dapat diambil dari latar belakang skripsi, tetapi harus diringkas dan dibuat lebih fokus. Mahasiswa dapat memulai dengan menjelaskan masalah yang menjadi perhatian, memberikan data atau fakta pendukung, menunjukkan penelitian terdahulu, kemudian menjelaskan celah penelitian atau research gap. Setelah itu, tujuan penelitian dapat disampaikan secara jelas. Alur seperti ini membuat pendahuluan tidak sekadar menjadi kumpulan teori, tetapi menunjukkan alasan akademik di balik penelitian.
Bagian metode perlu ditulis secara informatif tanpa terlalu banyak uraian. Pembaca harus mengetahui bagaimana penelitian dilakukan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipahami. Informasi yang dapat dimasukkan antara lain pendekatan penelitian, jenis penelitian, populasi dan sampel atau sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen, serta metode analisis. Untuk penelitian kualitatif, misalnya, penulis dapat menjelaskan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data sesuai dengan metode yang digunakan. Sementara pada penelitian kuantitatif, metode analisis statistik yang relevan perlu dijelaskan dengan jelas.
Bagian hasil dan pembahasan merupakan inti artikel ilmiah. Hasil penelitian perlu disajikan berdasarkan data yang diperoleh, sedangkan pembahasan menjelaskan makna dari hasil tersebut. Mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengulang angka atau temuan dalam bentuk kalimat. Hasil perlu dikaitkan dengan teori dan penelitian terdahulu sehingga pembaca dapat memahami mengapa temuan tersebut penting. Jika terdapat hasil yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, perbedaan tersebut juga dapat dibahas berdasarkan kondisi objek, metode, karakteristik responden, atau faktor lain yang relevan.
Dalam proses menyusun artikel dari skripsi, beberapa bagian berikut perlu mendapatkan perhatian:
- Judul artikel harus dibuat lebih spesifik dan menggambarkan fokus penelitian. Judul yang terlalu panjang seperti judul skripsi dapat disederhanakan selama maknanya tetap mewakili penelitian.
- Abstrak harus merangkum masalah, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan secara singkat. Beberapa jurnal juga meminta kata kunci dalam jumlah tertentu.
- Pendahuluan harus berisi masalah, konteks penelitian, penelitian terdahulu, research gap, dan tujuan penelitian. Teori yang terlalu panjang sebaiknya dipindahkan atau diringkas.
- Metode harus menjelaskan proses penelitian secara cukup detail agar pembaca memahami sumber dan cara memperoleh data.
- Hasil harus menampilkan temuan yang berkaitan langsung dengan tujuan penelitian. Tabel atau gambar dapat digunakan jika memang membantu memperjelas data.
- Pembahasan harus menginterpretasikan hasil penelitian dan menghubungkannya dengan teori serta penelitian terdahulu.
- Kesimpulan harus menjawab tujuan atau rumusan masalah berdasarkan temuan penelitian. Hindari memasukkan informasi baru yang belum dibahas dalam artikel.
Dengan struktur tersebut, skripsi dapat diubah menjadi artikel ilmiah yang lebih ringkas tanpa kehilangan inti penelitian. Mahasiswa juga perlu memperhatikan bahwa artikel jurnal bukan tempat untuk memasukkan seluruh isi skripsi. Prinsip utamanya adalah memilih informasi yang paling relevan dengan fokus artikel. Semakin jelas fokus yang dibuat, semakin mudah pembaca memahami kontribusi penelitian.
Menyesuaikan Artikel dengan Ketentuan Jurnal SINTA yang Dipilih
Setelah naskah artikel selesai disusun, tahap berikutnya adalah menyesuaikannya dengan jurnal SINTA yang menjadi tujuan publikasi. Hal yang perlu dipahami adalah SINTA merupakan sistem yang digunakan dalam ekosistem riset dan publikasi ilmiah Indonesia, sedangkan jurnal memiliki pengelola dan pedoman masing-masing. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak seharusnya hanya mencari jurnal dengan label SINTA, tetapi juga membaca ketentuan jurnal secara teliti sebelum melakukan pengiriman naskah.
Pemilihan jurnal sebaiknya mempertimbangkan kesesuaian antara topik penelitian dengan fokus dan scope jurnal. Artikel mengenai pendidikan, misalnya, lebih tepat diarahkan kepada jurnal yang menerima penelitian pendidikan daripada jurnal yang fokus pada bidang teknologi atau ekonomi. Kesesuaian tersebut penting karena setiap jurnal memiliki bidang keilmuan yang menjadi prioritas. Artikel yang secara teknis sudah baik tetap berpotensi ditolak apabila tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal.
Mahasiswa juga perlu membaca beberapa artikel yang sudah diterbitkan oleh jurnal tujuan. Cara ini dapat membantu memahami karakter tulisan yang diharapkan. Perhatikan bagaimana penulis menyusun pendahuluan, berapa panjang artikel, bagaimana tabel disajikan, sistem sitasi yang digunakan, serta bagaimana hasil dan pembahasan dikembangkan. Namun, artikel terdahulu sebaiknya dijadikan referensi mengenai format dan gaya akademik, bukan untuk disalin. Setiap naskah harus tetap memiliki kontribusi dan tulisan yang orisinal.
Beberapa aspek yang perlu diperiksa sebelum artikel dikirim antara lain:
- Fokus dan scope jurnal sesuai dengan topik penelitian yang dibahas.
- Template artikel sudah digunakan sesuai format yang disediakan oleh pengelola jurnal.
- Jumlah kata atau halaman sesuai dengan batas yang ditentukan jurnal.
- Judul, abstrak, dan kata kunci sudah mengikuti ketentuan yang berlaku.
- Format sitasi dan daftar pustaka sudah disesuaikan dengan gaya referensi jurnal.
- Referensi yang digunakan relevan dengan topik dan cukup mendukung argumen penelitian.
- Tabel, gambar, persamaan, dan lampiran telah mengikuti aturan teknis jurnal.
- Identitas penulis, afiliasi, dan informasi lain telah ditulis sesuai format.
- Naskah telah diperiksa dari kesalahan pengetikan, tata bahasa, serta konsistensi istilah.
- Artikel telah diperiksa tingkat kemiripannya sesuai kebijakan institusi atau jurnal.
Penyesuaian terhadap pedoman jurnal menjadi salah satu tahap yang sering dianggap sepele oleh mahasiswa. Padahal, ketidaksesuaian format dapat membuat proses editorial menjadi lebih panjang atau menyebabkan naskah dikembalikan untuk diperbaiki sebelum masuk ke tahap review. Karena itu, mahasiswa sebaiknya melakukan pengecekan akhir menggunakan daftar persyaratan jurnal. Jika jurnal menyediakan template resmi, gunakan template tersebut sejak awal penyusunan agar proses penyesuaian tidak terlalu berat.
Selain format, mahasiswa perlu memperhatikan etika publikasi. Data penelitian harus berasal dari penelitian yang benar-benar dilakukan, sumber harus dicantumkan dengan tepat, dan tulisan tidak boleh mengambil karya orang lain tanpa atribusi yang sesuai. Jika artikel berasal dari skripsi, mahasiswa juga perlu memperhatikan kebijakan kepenulisan dan publikasi yang berlaku di kampus maupun jurnal tujuan. Dalam kondisi tertentu, pembimbing yang memberikan kontribusi substantif terhadap penelitian dapat memiliki peran dalam kepenulisan. Hal tersebut sebaiknya dibicarakan secara terbuka sebelum artikel dikirim.
Tips Agar Hasil Skripsi Lebih Siap Dipublikasikan di Jurnal SINTA
Agar proses mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah berjalan lebih efektif, mahasiswa sebaiknya tidak menunggu sampai seluruh proses akademik selesai untuk mulai mempersiapkan naskah. Sejak penelitian berlangsung, berbagai data penting, referensi, tabel, dan catatan hasil analisis dapat disimpan secara teratur. Kebiasaan tersebut akan memudahkan ketika hasil penelitian harus diringkas menjadi artikel. Mahasiswa juga dapat mulai mengidentifikasi jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian sehingga mengetahui format dan karakter tulisan yang dibutuhkan.
Melakukan penyuntingan secara bertahap. Jangan hanya memeriksa kesalahan ejaan, tetapi periksa juga alur logika artikel. Pastikan setiap bagian saling berhubungan mulai dari masalah, tujuan, metode, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan. Jika tujuan penelitian membahas tiga hal, hasil dan kesimpulan seharusnya memberikan jawaban terhadap ketiga hal tersebut. Konsultasi dengan dosen pembimbing juga dapat membantu menemukan bagian yang masih kurang kuat sebelum artikel dikirim ke jurnal SINTA.
Mahasiswa perlu memiliki ekspektasi yang realistis terhadap proses publikasi. Pengiriman artikel ke jurnal bukan berarti naskah pasti langsung diterima. Artikel dapat melalui pemeriksaan awal, proses review, revisi, dan keputusan akhir dari editor. Revisi merupakan bagian yang wajar dalam proses publikasi ilmiah. Karena itu, mahasiswa perlu membaca komentar reviewer dengan teliti dan memperbaiki naskah berdasarkan masukan yang diberikan. Dengan ketelitian, kesabaran, dan pemahaman terhadap pedoman jurnal, hasil skripsi dapat memiliki peluang lebih baik untuk dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.
Baca Juga: Cara Mengubah Skripsi Menjadi Artikel Jurnal SINTA tanpa Mengulang Penelitian
Kesimpulan
Mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah untuk jurnal SINTA membutuhkan lebih dari sekadar memangkas jumlah halaman. Mahasiswa perlu menentukan fokus penelitian, memilih temuan utama, menyusun ulang struktur tulisan, meringkas teori, serta mengembangkan pembahasan berdasarkan hasil penelitian. Artikel harus dibuat lebih padat dan fokus agar pembaca dapat memahami masalah, metode, hasil, dan kontribusi penelitian dengan lebih mudah.
Pemilihan jurnal juga menjadi bagian penting dalam proses publikasi. Mahasiswa perlu memastikan topik artikel sesuai dengan fokus jurnal, membaca pedoman penulis, menggunakan template yang tersedia, menyesuaikan sistem sitasi, serta memeriksa ketentuan teknis sebelum mengirimkan naskah. Selain itu, etika publikasi, orisinalitas tulisan, dan ketepatan penggunaan sumber harus tetap diperhatikan.
Pada akhirnya, hasil penelitian skripsi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang lebih bermanfaat bagi komunitas akademik. Dengan memahami karakter artikel jurnal dan mengikuti ketentuan jurnal SINTA yang dituju, mahasiswa dapat mengubah hasil penelitian yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai dokumen skripsi menjadi karya ilmiah yang lebih ringkas, terarah, dan siap diajukan untuk publikasi. Bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan dalam persiapan kelulusan dan berbagai kebutuhan terkait wisuda, Klik Wisuda dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

