Memilih jurnal untuk tempat publikasi artikel ilmiah tidak cukup hanya dengan melihat reputasi, peringkat, atau jumlah sitasi. Salah satu hal yang sering terlewatkan oleh penulis adalah memastikan kesesuaian antara artikel yang ditulis dengan scope jurnal. Padahal, artikel yang memiliki kualitas penelitian baik tetap berpotensi ditolak apabila topik, pendekatan, atau bidang kajiannya berada di luar cakupan jurnal.
Karena itu, memahami cara mengecek scope jurnal menjadi langkah penting sebelum melakukan submission. Scope jurnal memberikan gambaran mengenai bidang ilmu, topik, metode, jenis artikel, serta tema penelitian yang biasanya diterima oleh sebuah jurnal. Dengan mengecek informasi tersebut sejak awal, penulis dapat menghindari kesalahan memilih jurnal dan memperbesar peluang artikel diproses oleh editor.
Bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun akademisi yang sedang menyiapkan publikasi, kemampuan mengecek scope jurnal juga dapat menghemat waktu. Penulis tidak perlu mengirim artikel secara acak ke berbagai jurnal hanya untuk mengetahui bahwa naskahnya tidak sesuai dengan fokus penerbitan. Proses publikasi pun dapat dilakukan secara lebih terarah.

Memahami Scope Jurnal Sebelum Memilih Tempat Publikasi
Scope jurnal pada dasarnya merupakan batasan bidang dan topik yang menjadi fokus sebuah jurnal dalam menerbitkan artikel ilmiah. Informasi ini biasanya tersedia pada halaman resmi jurnal dengan istilah seperti “Focus and Scope”, “Aims and Scope”, atau “About the Journal”. Bagian tersebut menjelaskan jenis penelitian yang menjadi perhatian utama jurnal sekaligus memberikan batasan mengenai artikel yang dianggap relevan.
Cara mengecek scope jurnal dapat dimulai dengan mengunjungi website resmi jurnal yang dituju. Jangan hanya mengandalkan informasi dari mesin pencari, daftar jurnal, atau rekomendasi orang lain. Website resmi jurnal merupakan sumber utama untuk mengetahui fokus penerbitan karena scope dapat berubah mengikuti perkembangan bidang ilmu dan kebijakan editorial.
Sebagai contoh, sebuah jurnal mungkin sama-sama berada dalam bidang pendidikan, tetapi memiliki fokus yang berbeda. Ada jurnal yang secara khusus membahas teknologi pendidikan, sementara jurnal lainnya berfokus pada manajemen pendidikan, pendidikan dasar, psikologi pendidikan, atau kebijakan pendidikan. Artikel yang masih berada dalam bidang pendidikan belum tentu otomatis sesuai dengan scope jurnal tersebut.
Hal yang sama berlaku pada bidang lain. Jurnal manajemen dapat memiliki fokus pada manajemen sumber daya manusia, pemasaran, keuangan, kewirausahaan, atau manajemen strategis. Apabila penelitian membahas perilaku konsumen, penulis sebaiknya mencari jurnal yang secara jelas membuka topik pemasaran atau consumer behavior daripada memilih jurnal manajemen secara umum tanpa memeriksa cakupannya.
Memahami scope jurnal sejak awal membantu penulis melakukan penyaringan. Penulis dapat membandingkan tema penelitian dengan bidang yang disebutkan dalam scope, kemudian menentukan apakah jurnal tersebut benar-benar relevan. Semakin dekat hubungan antara artikel dan scope jurnal, semakin logis keputusan untuk melakukan submission ke jurnal tersebut.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Cara Mengecek Scope Jurnal dari Website Resmi
Menemukan halaman Focus and Scope atau Aims and Scope. Pada beberapa website jurnal, informasi tersebut dapat ditemukan melalui menu About, Journal Information, atau bagian khusus yang menjelaskan fokus dan tujuan jurnal. Bacalah seluruh penjelasan yang tersedia, bukan hanya beberapa kata kunci yang terlihat di halaman utama.
Setelah menemukan scope, identifikasi kata kunci yang digunakan oleh jurnal. Misalnya, jurnal menyebutkan bahwa fokusnya mencakup pendidikan tinggi, pembelajaran digital, evaluasi pendidikan, dan inovasi teknologi dalam pembelajaran. Kata-kata tersebut dapat dijadikan acuan untuk membandingkan topik penelitian yang dimiliki. Jika penelitian membahas penggunaan artificial intelligence untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa, terdapat kemungkinan relevansi yang cukup kuat dengan scope tersebut.
Langkah berikutnya adalah membaca artikel-artikel yang telah diterbitkan dalam beberapa edisi terbaru. Cara ini penting karena deskripsi scope terkadang masih bersifat umum. Artikel yang sudah diterbitkan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai topik, metode, objek penelitian, serta pendekatan yang disukai oleh jurnal. Penulis dapat melihat apakah penelitian dengan karakteristik serupa pernah diterbitkan.
Namun, jangan menganggap bahwa satu artikel yang mirip berarti jurnal pasti menerima artikel dengan topik tersebut. Scope jurnal harus tetap menjadi acuan utama. Artikel terdahulu berfungsi sebagai pendukung untuk memahami pola publikasi, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan kesesuaian. Penulis juga perlu memperhatikan apakah artikel tersebut benar-benar berada pada tema yang secara konsisten muncul dalam beberapa edisi.
Selain itu, periksa bagian Submission Guidelines atau Author Guidelines. Informasi ini dapat menunjukkan jenis artikel yang diterima, batasan topik, struktur naskah, metode tertentu yang diprioritaskan, hingga ketentuan khusus lainnya. Dalam beberapa kasus, jurnal memiliki scope yang cukup luas tetapi menerapkan persyaratan tertentu terhadap jenis penelitian yang dapat diproses.
Mencocokkan Topik Penelitian dengan Scope Jurnal
Setelah memahami scope jurnal, langkah berikutnya adalah mencocokkan topik penelitian dengan fokus penerbitan. Jangan hanya membandingkan judul artikel dengan nama jurnal. Analisis perlu dilakukan terhadap keseluruhan penelitian, mulai dari permasalahan, tujuan, objek penelitian, variabel, teori, metode, hingga hasil yang diperoleh.
Beberapa hal yang dapat digunakan untuk melakukan pencocokan antara lain:
- Topik utama penelitian
- Bidang ilmu yang digunakan
- Permasalahan yang dibahas
- Objek atau subjek penelitian
- Variabel penelitian
- Teori atau konsep utama
- Metode penelitian
- Konteks penelitian
- Kontribusi penelitian
- Kata kunci artikel
Misalnya, penelitian berjudul “Pengaruh Penggunaan Platform Pembelajaran Digital terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa” mungkin berada dalam bidang pendidikan dan teknologi. Untuk menentukan jurnal yang sesuai, penulis perlu melihat apakah jurnal tersebut menerima penelitian tentang higher education, educational technology, digital learning, atau student learning behavior.
Jangan berhenti pada kesamaan satu atau dua kata. Kesamaan kata kunci belum tentu menunjukkan kesesuaian scope jurnal. Sebuah jurnal teknologi informasi mungkin membahas pengembangan sistem pembelajaran digital dari sisi teknis, sedangkan penelitian yang dimiliki penulis justru berfokus pada dampak penggunaan sistem tersebut terhadap motivasi mahasiswa. Keduanya berkaitan dengan teknologi, tetapi sudut pandang akademiknya berbeda.
Karena itu, penulis perlu menentukan “pusat” penelitian. Jika inti penelitian berada pada aspek pendidikan, jurnal pendidikan yang memiliki fokus teknologi pembelajaran mungkin lebih sesuai. Jika inti penelitian adalah pengembangan algoritma atau sistem informasi, jurnal teknologi informasi dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Kesesuaian tersebut juga perlu dilihat dari kontribusi artikel. Tanyakan apakah temuan penelitian dapat memberikan kontribusi kepada pembaca jurnal yang dituju. Jika pembaca utama jurnal adalah peneliti di bidang ekonomi, artikel yang hanya membahas strategi pembelajaran di sekolah mungkin kurang relevan meskipun menggunakan metode kuantitatif yang sama.
Dengan demikian, cara mengecek scope jurnal tidak hanya dilakukan dengan membaca daftar topik. Penulis perlu memahami posisi penelitiannya dalam bidang ilmu tertentu. Semakin jelas posisi penelitian, semakin mudah menentukan jurnal sesuai bidang penelitian dan menghindari artikel salah sasaran.
Mengapa Artikel Bisa Ditolak karena Tidak Sesuai Scope?
Penolakan artikel dalam proses publikasi dapat terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah ketidaksesuaian antara artikel dengan scope jurnal. Kondisi ini sering disebut sebagai out of scope. Artinya, artikel mungkin memiliki metode penelitian yang baik, data yang memadai, dan penulisan yang rapi, tetapi topiknya tidak sesuai dengan bidang yang menjadi fokus jurnal.
Editor biasanya melakukan pemeriksaan awal atau editorial screening sebelum artikel diteruskan kepada reviewer. Pada tahap tersebut, editor dapat menilai apakah artikel sesuai dengan fokus jurnal, memenuhi persyaratan dasar, dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan pembaca jurnal. Jika artikel dianggap berada di luar scope, naskah dapat ditolak tanpa masuk ke proses peer review.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas artikel bukan satu-satunya faktor dalam publikasi. Relevansi juga menjadi bagian penting. Artikel yang sangat bagus tetapi dikirim ke jurnal yang salah tetap memiliki kemungkinan besar mengalami desk rejection.
Beberapa penyebab artikel dianggap tidak sesuai scope antara lain:
- Topik utama tidak termasuk bidang yang dibahas jurnal.
- Objek penelitian berbeda jauh dari fokus jurnal.
- Pendekatan penelitian tidak relevan dengan bidang jurnal.
- Kontribusi artikel tidak ditujukan kepada pembaca jurnal.
- Kata kunci penelitian tidak menunjukkan hubungan yang kuat dengan scope.
- Artikel lebih cocok untuk disiplin ilmu lain.
- Penulis hanya mengandalkan nama jurnal tanpa membaca Focus and Scope.
Oleh sebab itu, sebelum submit artikel jurnal, penulis sebaiknya melakukan pemeriksaan scope secara sistematis. Jangan terburu-buru mengirim naskah hanya karena jurnal terlihat memiliki reputasi baik atau pernah menerbitkan artikel dengan satu kata kunci yang sama.
Membuat Checklist Sebelum Memilih Jurnal
Setelah membaca scope dan mencocokkannya dengan penelitian, buatlah checklist sederhana. Checklist ini dapat membantu memastikan bahwa keputusan memilih jurnal tidak hanya didasarkan pada perkiraan. Penulis dapat memberikan penilaian terhadap beberapa aspek, seperti kesesuaian topik, bidang ilmu, objek penelitian, metode, dan pembaca sasaran.
Sebagai contoh, jika lima aspek utama memiliki hubungan yang kuat dengan scope jurnal, jurnal tersebut dapat dimasukkan ke dalam daftar kandidat. Sebaliknya, jika hanya satu aspek yang sesuai sementara aspek lainnya jauh berbeda, sebaiknya cari alternatif jurnal lain.
Checklist juga dapat digunakan ketika membandingkan beberapa jurnal. Penulis dapat membuat tabel sederhana berisi nama jurnal, scope, topik yang diterima, artikel serupa yang pernah diterbitkan, indeksasi, dan persyaratan submission. Dengan cara tersebut, proses pemilihan jurnal menjadi lebih objektif.
Yang paling penting, jangan menjadikan scope sebagai formalitas sebelum submission. Scope jurnal seharusnya menjadi salah satu pertimbangan utama sejak tahap perencanaan publikasi. Dengan membiasakan diri melakukan pengecekan sejak awal, penulis dapat mengurangi risiko salah sasaran dan mempersiapkan strategi publikasi yang lebih efektif.
Pada bagian berikutnya, pembahasan akan dilanjutkan dengan cara membaca artikel terdahulu untuk memvalidasi scope jurnal, membedakan jurnal yang terlihat relevan tetapi sebenarnya tidak sesuai, serta langkah praktis melakukan final check sebelum submit artikel jurnal.
Membaca Artikel Terbitan untuk Memastikan Kesesuaian Scope
Membaca artikel yang telah diterbitkan merupakan salah satu cara mengecek scope jurnal yang cukup efektif. Setelah memahami Focus and Scope, penulis dapat melihat beberapa artikel terbaru yang tersedia pada website jurnal. Tujuannya bukan sekadar mencari artikel dengan judul yang mirip, tetapi memahami pola penelitian yang benar-benar diterima oleh jurnal tersebut.
Mulailah dengan memilih artikel dari beberapa edisi terbaru. Perhatikan judul, abstrak, kata kunci, objek penelitian, metode, dan bidang pembahasannya. Jika terdapat pola yang konsisten, misalnya sebagian besar artikel membahas pendidikan tinggi, teknologi pembelajaran, atau kebijakan pendidikan, pola tersebut dapat menjadi petunjuk mengenai arah publikasi jurnal.
Penulis juga perlu memperhatikan variasi topik yang diterima. Scope jurnal yang luas biasanya memiliki beberapa subbidang. Misalnya, jurnal bidang ekonomi dapat memuat penelitian mengenai ekonomi digital, kebijakan ekonomi, perilaku konsumen, keuangan, dan kewirausahaan. Dengan melihat artikel terdahulu, penulis dapat mengetahui seberapa luas interpretasi scope tersebut dalam praktiknya.
Akan tetapi, artikel terdahulu tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan. Jurnal dapat mengubah fokus atau kebijakan editorial dari waktu ke waktu. Karena itu, informasi dari artikel lama perlu dibandingkan dengan scope dan author guidelines yang berlaku saat ini. Jika terjadi perbedaan, informasi terbaru dari jurnal sebaiknya menjadi acuan utama.
Cara ini juga membantu penulis mengetahui tingkat kedekatan artikel dengan jurnal yang dituju. Jika sudah ditemukan beberapa artikel dengan pendekatan dan tema yang hampir sejalan, jurnal tersebut dapat menjadi kandidat yang lebih kuat. Sebaliknya, jika harus memaksakan hubungan antara penelitian dan artikel yang diterbitkan, kemungkinan jurnal tersebut bukan pilihan yang tepat.
Membedakan Jurnal yang Relevan dan yang Hanya Terlihat Relevan
Salah satu kesalahan dalam memilih jurnal adalah menganggap kesamaan nama bidang sebagai bukti bahwa artikel pasti sesuai. Padahal, satu bidang ilmu dapat memiliki banyak cabang dengan fokus yang berbeda. Jurnal yang menggunakan kata “management”, misalnya, belum tentu menerima semua penelitian yang berkaitan dengan manajemen.
Untuk mengetahui perbedaannya, penulis perlu melihat konteks penelitian secara keseluruhan. Penelitian mengenai penggunaan media sosial untuk meningkatkan penjualan dapat berada dalam ranah pemasaran digital, sedangkan penelitian tentang sistem informasi untuk mengelola data pelanggan mungkin lebih dekat dengan sistem informasi manajemen.
Hal serupa terjadi pada jurnal multidisiplin. Jurnal dengan scope yang luas memang dapat menerima penelitian dari beberapa bidang, tetapi bukan berarti semua topik memiliki peluang yang sama. Penulis tetap harus menunjukkan hubungan yang jelas antara artikel dan pembaca yang menjadi sasaran jurnal.
Beberapa indikator dapat membantu membedakan jurnal yang benar-benar sesuai:
- Scope secara eksplisit menyebutkan bidang atau topik penelitian.
- Artikel terbaru memiliki tema yang berdekatan dengan penelitian.
- Kata kunci artikel memiliki hubungan dengan topik yang sering diterbitkan.
- Pembaca sasaran jurnal sesuai dengan bidang penelitian.
- Metode penelitian yang digunakan masih lazim dalam artikel jurnal tersebut.
- Kontribusi penelitian dapat memberikan manfaat bagi bidang yang menjadi fokus jurnal.
- Penelitian tidak perlu dipaksakan agar terlihat sesuai dengan scope.
Jika sebagian besar indikator tersebut terpenuhi, penulis dapat lebih percaya diri memasukkan jurnal ke dalam daftar target. Namun, jika kesesuaiannya hanya muncul setelah judul atau abstrak diubah secara berlebihan, penulis perlu berhati-hati. Penyesuaian framing artikel boleh dilakukan untuk memperjelas kontribusi, tetapi tidak seharusnya mengubah substansi penelitian hanya demi mengejar sebuah jurnal.
Melakukan Final Check Sebelum Submit Artikel Jurnal
Sebelum submit artikel jurnal, lakukan pemeriksaan terakhir dengan membaca kembali scope dan membandingkannya dengan naskah. Tahap ini sebaiknya dilakukan setelah artikel selesai karena pada saat tersebut penulis sudah mengetahui secara jelas fokus, hasil, dan kontribusi penelitiannya.
Gunakan beberapa pertanyaan sederhana sebagai alat evaluasi:
- Apa bidang utama penelitian saya?
- Apa masalah utama yang ingin diselesaikan?
- Siapa pembaca yang paling membutuhkan hasil penelitian ini?
- Apakah bidang tersebut termasuk dalam scope jurnal?
- Apakah jurnal pernah menerbitkan penelitian yang serupa?
- Apakah kontribusi artikel relevan dengan tujuan jurnal?
- Apakah jenis artikel yang saya tulis diterima oleh jurnal?
- Apakah terdapat batasan topik tertentu dalam author guidelines?
- Apakah kata kunci artikel menggambarkan bidang yang sesuai?
- Apakah ada jurnal lain yang lebih relevan?
Jika jawaban terhadap sebagian besar pertanyaan tersebut positif, jurnal dapat dipertimbangkan sebagai target submission. Sebaliknya, jika terdapat beberapa jawaban yang meragukan, jangan langsung melakukan submission. Lakukan pengecekan tambahan atau siapkan jurnal alternatif.
Final check juga dapat dilakukan dengan membuat skor sederhana. Misalnya, setiap aspek kesesuaian diberi nilai satu sampai lima. Aspek yang dinilai dapat mencakup topik, bidang ilmu, pembaca, artikel terdahulu, metode, dan kontribusi. Sistem ini bukan aturan resmi publikasi, tetapi dapat membantu penulis membuat keputusan yang lebih rasional.
Selain scope, jangan lupa memeriksa persyaratan teknis. Artikel yang sesuai secara substansi tetap dapat mengalami masalah apabila tidak mengikuti template, jumlah kata, format referensi, struktur artikel, atau ketentuan lainnya. Karena itu, pemeriksaan scope harus menjadi bagian dari proses evaluasi jurnal secara keseluruhan, bukan pemeriksaan yang berdiri sendiri.
Strategi Memilih Jurnal dengan Lebih Tepat
Memilih jurnal yang sesuai sebaiknya dilakukan sejak awal proses publikasi, bukan ketika artikel sudah selesai sepenuhnya. Penulis dapat menentukan beberapa jurnal potensial sejak tahap perencanaan sehingga arah penulisan artikel lebih terarah. Meski demikian, isi penelitian tetap harus menjadi dasar utama, bukan sebaliknya.
Buatlah daftar beberapa kandidat jurnal dan bandingkan secara objektif. Jangan hanya menempatkan satu jurnal sebagai target karena kondisi editorial dapat berubah, artikel dapat dianggap kurang sesuai, atau persyaratan publikasi mungkin tidak cocok dengan kebutuhan penulis. Memiliki beberapa alternatif membuat strategi publikasi menjadi lebih fleksibel.
Beberapa strategi yang dapat digunakan adalah:
1. Tentukan bidang utama penelitian.
Identifikasi disiplin ilmu yang paling menggambarkan inti penelitian. Jika penelitian bersifat multidisiplin, tentukan kontribusi utama yang ingin ditonjolkan.
2. Cari jurnal berdasarkan topik, bukan hanya nama bidang.
Gunakan kata kunci yang menggambarkan masalah dan pendekatan penelitian. Cara ini dapat menghasilkan kandidat yang lebih spesifik daripada hanya mencari jurnal berdasarkan nama disiplin ilmu.
3. Periksa scope setiap kandidat.
Baca Focus and Scope secara utuh dan catat topik yang secara eksplisit disebutkan. Hindari membuat keputusan hanya berdasarkan judul jurnal.
4. Bandingkan artikel terbaru.
Lihat beberapa publikasi terbaru untuk mengetahui apakah topik penelitian memiliki kedekatan dengan artikel yang benar-benar diterbitkan.
5. Periksa author guidelines.
Pastikan jenis artikel, struktur naskah, panjang tulisan, format referensi, dan persyaratan lainnya dapat dipenuhi.
6. Susun prioritas jurnal.
Setelah melakukan pengecekan, kelompokkan jurnal menjadi target utama, alternatif pertama, dan alternatif berikutnya. Pertimbangkan kesesuaian scope terlebih dahulu, kemudian faktor lain seperti reputasi dan indeksasi.
Strategi tersebut membuat proses submit artikel jurnal menjadi lebih terencana. Penulis tidak hanya mencari jurnal yang “terlihat bagus”, tetapi memilih tempat publikasi berdasarkan hubungan akademik antara artikel dan jurnal.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Mengecek Scope Jurnal
Hanya membaca judul jurnal. Nama jurnal memang memberikan gambaran umum mengenai bidang yang dibahas, tetapi tidak menjelaskan seluruh batasan topiknya. Dua jurnal dengan nama bidang yang hampir sama dapat memiliki fokus dan pembaca yang berbeda.
Hanya mencari satu artikel yang mirip. Menemukan artikel dengan topik serupa memang menjadi sinyal positif, tetapi belum cukup untuk membuktikan bahwa jurnal tersebut benar-benar sesuai. Pemeriksaan sebaiknya mencakup beberapa artikel terbaru dan tetap dibandingkan dengan scope resmi.
Mengabaikan perubahan scope. Jurnal dapat memperbarui fokus penerbitan, mengubah kebijakan editorial, atau memperluas maupun mempersempit bidang yang diterima. Oleh sebab itu, penulis sebaiknya selalu menggunakan informasi terbaru yang tersedia di website resmi jurnal.
Penulis juga perlu menghindari kebiasaan memilih jurnal hanya karena dianggap mudah ditembus. Strategi publikasi yang baik bukan mencari jurnal dengan standar serendah mungkin, melainkan menemukan jurnal yang memiliki kesesuaian paling kuat dengan penelitian. Kesesuaian tersebut akan membantu artikel menemukan pembaca yang tepat sekaligus meningkatkan peluang naskah dinilai secara relevan oleh editor dan reviewer.
Bagi mahasiswa atau akademisi yang sedang mengejar target publikasi, proses tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan akademik yang lebih luas. Informasi publikasi, pendampingan naskah, dan kebutuhan terkait persiapan kelulusan juga dapat diperhatikan secara terpisah melalui layanan seperti Klik Wisuda. Namun, apa pun target publikasinya, pemeriksaan scope tetap harus menjadi bagian penting dari strategi sebelum mengirim artikel.
Baca Juga: Cara Memilih Jurnal SINTA Berdasarkan Bidang Ilmu dan Topik Penelitian
Kesimpulan
Cara mengecek scope jurnal merupakan langkah penting untuk memastikan artikel dikirim kepada penerbit yang tepat. Penulis tidak cukup hanya melihat nama jurnal, reputasi, atau indeksasinya. Focus and Scope, artikel terbaru, author guidelines, pembaca sasaran, serta kontribusi penelitian perlu diperiksa secara bersama-sama agar kesesuaian dapat dinilai secara lebih akurat.
Memilih jurnal yang sesuai juga dapat mengurangi risiko artikel mengalami desk rejection karena dianggap out of scope. Dengan mencocokkan topik, bidang ilmu, objek, metode, kata kunci, dan kontribusi penelitian, penulis dapat membuat keputusan publikasi yang lebih terarah. Membaca beberapa artikel yang telah diterbitkan menjadi langkah tambahan untuk memastikan bahwa kesesuaian tersebut memang terlihat dalam praktik.
Pada akhirnya, publikasi yang efektif dimulai dari strategi pemilihan jurnal yang tepat. Luangkan waktu untuk melakukan pengecekan sebelum submit artikel jurnal, buat beberapa alternatif target, dan lakukan final check terhadap scope serta persyaratan teknis. Dengan menerapkan cara mengecek scope jurnal secara sistematis, penulis dapat menghindari salah sasaran dan meningkatkan peluang artikelnya diproses pada jurnal yang benar-benar relevan dengan bidang penelitian. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

