Bagi mahasiswa, publikasi artikel ilmiah di jurnal yang terakreditasi SINTA dapat menjadi pengalaman akademik yang sangat bermanfaat. Selain melatih kemampuan menulis secara ilmiah, proses publikasi membantu mahasiswa memahami bagaimana penelitian disusun, dikembangkan, dinilai, dan disebarluaskan kepada pembaca akademik. Karena itu, mengetahui cara publikasi jurnal SINTA menjadi hal penting, terutama bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi atau memiliki kewajiban publikasi sebagai salah satu persyaratan akademik.
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mengukur dan memantau publikasi serta kinerja penelitian di Indonesia. Jurnal yang terakreditasi SINTA memiliki peringkat dari SINTA 1 hingga SINTA 6. Setiap jurnal memiliki bidang kajian, standar penulisan, kebijakan editorial, dan proses review yang berbeda. Mahasiswa perlu memahami perbedaan tersebut sebelum menentukan jurnal yang akan digunakan sebagai tujuan publikasi.
Publikasi jurnal tidak hanya dilakukan dengan menulis artikel kemudian mengunggahnya ke sebuah website. Ada sejumlah tahapan yang perlu dilewati, mulai dari memilih jurnal, menyesuaikan naskah dengan template, memeriksa referensi, melakukan submission, hingga menanggapi hasil review. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian agar artikel tidak terkendala karena masalah teknis maupun substansi.
Bagi mahasiswa yang baru pertama kali melakukan publikasi, proses tersebut mungkin terlihat cukup rumit. Namun, apabila dilakukan secara bertahap, publikasi dapat dipahami dengan lebih mudah. Kuncinya adalah membaca aturan jurnal dengan teliti, memastikan artikel sesuai dengan bidang yang dituju, serta tidak mengabaikan proses revisi setelah naskah dikirimkan.
Artikel ini membahas cara publikasi jurnal SINTA secara praktis dari awal sampai akhir. Pembahasannya mencakup pemilihan jurnal, persiapan artikel, submission, proses review, revisi, hingga penerbitan. Dengan memahami alurnya, mahasiswa dapat mempersiapkan artikel secara lebih matang dan mengurangi kesalahan yang sering terjadi pada penulis pemula.

Memahami Jurnal SINTA dan Menentukan Target Publikasi
Sebelum membahas teknis cara publikasi jurnal SINTA, mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan jurnal SINTA. SINTA bukan nama satu jurnal tertentu, melainkan sistem pengindeksan dan pemeringkatan publikasi ilmiah di Indonesia. Oleh karena itu, ketika mahasiswa ingin menerbitkan artikel di jurnal SINTA, langkah pertama yang dilakukan adalah mencari jurnal tertentu yang sudah terakreditasi dan sesuai dengan bidang penelitian.
Pemilihan jurnal harus memperhatikan fokus dan ruang lingkup penelitian. Misalnya, penelitian mengenai aplikasi berbasis web sebaiknya diarahkan ke jurnal yang menerima topik informatika, teknologi informasi, sistem informasi, atau bidang sejenis. Penelitian mengenai metode pembelajaran lebih tepat dikirim ke jurnal pendidikan atau bidang yang berkaitan dengan pembelajaran. Kesesuaian tersebut penting karena editor akan melihat apakah artikel yang masuk memang sesuai dengan cakupan jurnal.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan peringkat SINTA jurnal. Jurnal terakreditasi memiliki tingkatan SINTA 1 sampai SINTA 6. Meskipun mahasiswa mungkin memiliki target tertentu, pemilihan jurnal sebaiknya tidak hanya didasarkan pada peringkat. Perhatikan pula kualitas pengelolaan jurnal, relevansi artikel yang diterbitkan, jadwal terbit, ketentuan penulis, dan kemampuan artikel dalam memenuhi standar jurnal tersebut.
Selain melihat peringkat, periksa edisi terbaru jurnal. Mahasiswa dapat membaca beberapa artikel yang sudah diterbitkan untuk melihat karakteristik tulisan. Dari artikel tersebut, penulis dapat mengetahui topik yang sering dibahas, metode penelitian yang digunakan, panjang tulisan, pola pembahasan, serta jenis referensi yang digunakan. Cara ini dapat membantu mahasiswa menilai apakah artikelnya cocok dengan jurnal yang dipilih.
Tahap awal dalam publikasi jurnal SINTA dengan demikian bukan langsung mengirimkan artikel. Mahasiswa perlu melakukan pemetaan jurnal terlebih dahulu. Buat beberapa alternatif jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Dengan memiliki pilihan cadangan, mahasiswa tidak perlu memulai pencarian dari awal apabila artikel belum dapat diterima pada jurnal pertama.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Menyiapkan Artikel Ilmiah Sesuai Standar Jurnal
Setelah menentukan target jurnal, langkah berikutnya adalah menyiapkan artikel ilmiah. Artikel dapat dikembangkan dari skripsi, tugas akhir, penelitian mahasiswa, laporan penelitian, atau hasil penelitian lainnya. Namun, artikel jurnal tidak sebaiknya dibuat dengan cara menyalin seluruh isi skripsi. Struktur dan gaya penulisannya perlu disesuaikan dengan karakter artikel ilmiah.
Skripsi biasanya memiliki pembahasan yang panjang karena setiap proses penelitian dijelaskan secara terperinci. Artikel jurnal harus lebih ringkas dan fokus pada permasalahan, metode, temuan, serta kontribusi penelitian. Mahasiswa perlu memilih bagian penelitian yang paling relevan untuk dimasukkan ke dalam artikel. Informasi yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan penelitian dapat diringkas agar artikel tetap efektif.
Secara umum, artikel jurnal terdiri atas judul, identitas penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Namun, struktur tersebut tidak selalu sama pada setiap jurnal. Karena itu, mahasiswa harus mengikuti template dan author guidelines dari jurnal yang dipilih, bukan hanya mengikuti format artikel yang pernah digunakan sebelumnya.
Kualitas referensi juga menjadi bagian yang penting. Gunakan sumber yang relevan dengan topik dan berasal dari referensi akademik yang dapat dipertanggungjawabkan. Referensi digunakan untuk memperkuat argumentasi, menunjukkan posisi penelitian terhadap penelitian sebelumnya, dan menjelaskan teori maupun temuan yang berkaitan dengan penelitian.
Sebelum melakukan submission, lakukan pemeriksaan akhir. Periksa judul, abstrak, kata kunci, sitasi, tabel, gambar, daftar pustaka, tata bahasa, serta format artikel. Pastikan setiap sitasi yang terdapat di dalam teks tercantum dalam daftar pustaka dan sebaliknya. Jika jurnal memiliki batas kemiripan tertentu, lakukan pengecekan similarity sesuai ketentuan yang berlaku. Persiapan yang baik dapat mengurangi kemungkinan artikel dikembalikan hanya karena kesalahan teknis.
Memilih Jurnal SINTA yang Tepat dan Membaca Author Guidelines
Pemilihan jurnal merupakan salah satu tahap paling menentukan dalam cara publikasi jurnal SINTA. Artikel yang sebenarnya memiliki kualitas baik tetap dapat mengalami kendala apabila dikirim ke jurnal yang tidak sesuai dengan bidang kajiannya. Oleh karena itu, mahasiswa harus membaca informasi jurnal secara menyeluruh sebelum melakukan submission.
Author guidelines menjadi dokumen utama yang harus diperhatikan. Pedoman tersebut berisi aturan yang harus diikuti penulis, mulai dari struktur artikel sampai ketentuan pengiriman. Jangan menganggap aturan tersebut sebagai formalitas karena editor dapat menggunakan ketentuan tersebut dalam pemeriksaan awal.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Fokus dan scope jurnal, untuk memastikan topik penelitian sesuai dengan bidang yang diterima.
- Template artikel, termasuk ukuran halaman, margin, font, spasi, dan format judul.
- Struktur naskah, seperti susunan pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
- Jumlah halaman atau jumlah kata yang diperbolehkan.
- Ketentuan abstrak dan kata kunci.
- Gaya penulisan sitasi dan daftar pustaka.
- Jumlah serta jenis referensi yang disarankan.
- Ketentuan tabel, grafik, dan gambar.
- Kebijakan similarity atau plagiarisme.
- Ketentuan jumlah dan urutan penulis.
- Prosedur submission dan proses review.
- Jadwal penerbitan jurnal serta informasi biaya apabila memang terdapat ketentuan tersebut.
Setelah semua ketentuan diperiksa, mahasiswa dapat membuat checklist khusus. Checklist tersebut dapat digunakan untuk memastikan tidak ada persyaratan yang terlewat sebelum artikel dikirim. Mahasiswa juga dapat membandingkan artikelnya dengan beberapa artikel yang sudah terbit pada jurnal tersebut.
Membaca artikel terdahulu bukan berarti meniru isi atau gaya penulisannya secara langsung. Tujuannya adalah memahami standar umum jurnal. Perhatikan bagaimana penulis menjelaskan masalah, menyampaikan metode, menyajikan hasil, menggunakan referensi, dan menghubungkan hasil penelitian dengan penelitian sebelumnya.
Jika artikel sudah sesuai dengan fokus jurnal dan seluruh ketentuan teknis telah dipenuhi, mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap submission. Persiapan yang teliti pada tahap ini dapat membuat proses pengiriman menjadi lebih lancar.
Melakukan Submission dan Mengikuti Proses Review
Submission merupakan proses mengirimkan artikel kepada pengelola jurnal melalui sistem yang telah disediakan. Banyak jurnal menggunakan Open Journal Systems atau OJS untuk mengelola proses tersebut. Melalui sistem tersebut, penulis dapat mengirim naskah, memasukkan metadata, melihat status artikel, menerima informasi dari editor, dan mengunggah revisi.
Sebelum mengirimkan artikel, pastikan semua file yang diminta telah tersedia. Jangan sampai proses submission tertunda karena ada dokumen yang belum disiapkan. Beberapa jurnal hanya meminta naskah utama, sedangkan jurnal lain mungkin membutuhkan dokumen tambahan sesuai kebijakan masing-masing.
Secara umum, tahapan submission dapat dilakukan sebagai berikut:
- Membuka laman resmi jurnal yang dituju.
- Membuat akun penulis apabila belum memiliki akun.
- Melengkapi informasi profil dan afiliasi.
- Memilih menu submission atau pengiriman artikel.
- Memilih jenis naskah sesuai kategori yang tersedia.
- Mengunggah file artikel sesuai format yang dipersyaratkan.
- Memasukkan metadata artikel, termasuk judul, abstrak, kata kunci, dan informasi penulis.
- Memasukkan referensi atau data tambahan apabila diminta.
- Memeriksa kembali seluruh informasi.
- Mengirimkan artikel dan menyimpan bukti atau nomor submission.
Metadata perlu diperiksa secara teliti karena informasi tersebut dapat digunakan dalam sistem jurnal dan proses penerbitan. Kesalahan penulisan nama penulis, judul, afiliasi, atau alamat email sebaiknya diperbaiki sebelum submission diselesaikan.
Setelah artikel dikirim, editor biasanya melakukan pemeriksaan awal. Pada tahap ini, artikel dapat diperiksa berdasarkan kesesuaian scope, format, kelengkapan dokumen, dan ketentuan dasar jurnal. Jika lolos pemeriksaan awal, artikel dapat diteruskan ke reviewer untuk dinilai secara akademik.
Reviewer dapat memberikan berbagai masukan terkait isi artikel. Masukan tersebut dapat berhubungan dengan teori, metode, data, analisis, pembahasan, referensi, maupun cara penyajian hasil. Mahasiswa tidak perlu menganggap komentar reviewer sebagai sesuatu yang negatif. Justru, masukan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas artikel sebelum diterbitkan.
Apabila mendapatkan revisi, baca komentar satu per satu dan buat daftar perbaikan. Perubahan yang dilakukan sebaiknya benar-benar menjawab komentar reviewer. Jika terdapat bagian yang tidak dapat diubah karena alasan metodologis, berikan penjelasan akademik yang masuk akal kepada editor atau reviewer.
Proses review dapat berlangsung lebih dari satu putaran. Setelah revisi dikirim, editor dapat meminta perbaikan tambahan sebelum memberikan keputusan akhir. Karena itu, mahasiswa perlu bersabar dan rutin memeriksa sistem jurnal maupun email yang digunakan ketika melakukan submission.
Menyelesaikan Revisi hingga Artikel Diterbitkan
Setelah proses review selesai, terdapat beberapa kemungkinan keputusan dari editor. Artikel dapat diterima tanpa revisi, diterima dengan revisi, diminta melakukan revisi lebih lanjut, atau ditolak. Setiap jurnal memiliki istilah dan prosedur yang mungkin berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama, yaitu memastikan artikel memenuhi standar ilmiah sebelum diterbitkan.
Jika artikel mendapatkan keputusan revisi, jangan langsung mengirimkan ulang tanpa membaca seluruh komentar. Buat tabel atau catatan sederhana yang berisi komentar reviewer, bagian artikel yang diperbaiki, dan tindakan yang dilakukan. Cara tersebut membuat proses revisi lebih terstruktur dan membantu memastikan tidak ada komentar yang terlewat.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan batas waktu revisi. Apabila jurnal memberikan tenggat tertentu, usahakan revisi diselesaikan sebelum batas waktu tersebut. Jika membutuhkan waktu tambahan, komunikasi dengan editor melalui saluran resmi jurnal dapat dilakukan sesuai kebijakan yang tersedia.
Setelah artikel dinyatakan diterima, proses publikasi belum tentu langsung selesai. Artikel dapat masuk ke tahap editing, proofreading, layout, dan penjadwalan penerbitan. Pada tahap proofreading, penulis perlu memeriksa kembali naskah untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan, nama penulis, tabel, gambar, atau informasi lainnya.
Bagi mahasiswa, keberhasilan publikasi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menulis artikel. Kesabaran dalam mengikuti proses editorial juga sangat penting. Artikel yang telah disubmit mungkin membutuhkan waktu untuk diproses, sehingga mahasiswa perlu memahami bahwa setiap jurnal memiliki mekanisme dan waktu kerja yang berbeda.
Jika mahasiswa membutuhkan bantuan dalam mempersiapkan artikel, mengecek kesesuaian format, atau memahami tahapan publikasi, Klik Wisuda dapat menjadi salah satu pilihan pendampingan. Namun, mahasiswa tetap perlu memahami isi penelitiannya sendiri dan memastikan seluruh proses publikasi dilakukan secara bertanggung jawab sesuai aturan akademik serta kebijakan jurnal.
Baca Juga: Publikasi SINTA untuk Mahasiswa: Dari Menulis Artikel hingga Mendapatkan LoA
Kesimpulan
Cara publikasi jurnal SINTA untuk mahasiswa pada dasarnya terdiri atas beberapa tahapan yang saling berkaitan. Proses dimulai dengan memahami jurnal SINTA dan menentukan jurnal yang sesuai, kemudian menyiapkan artikel berdasarkan hasil penelitian, membaca author guidelines, melakukan submission, mengikuti proses review, mengerjakan revisi, hingga menunggu artikel diterbitkan. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian sehingga mahasiswa sebaiknya tidak terburu-buru mengejar status terbit.
Hal yang paling penting adalah memilih jurnal berdasarkan kesesuaian bidang dan kemampuan artikel dalam memenuhi persyaratan. Jangan hanya memilih jurnal berdasarkan peringkat SINTA. Perhatikan scope, template, kualitas artikel yang diterbitkan, sistem review, jadwal terbit, serta ketentuan lainnya. Dengan pemilihan jurnal yang tepat, peluang artikel untuk diproses secara lebih lancar dapat meningkat.
Pada akhirnya, publikasi jurnal SINTA bukan sekadar memenuhi persyaratan kelulusan atau tugas akademik. Proses tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menulis ilmiah, memahami penelitian, menerima kritik akademik, dan menghasilkan karya yang dapat dibaca oleh masyarakat akademik. Dengan persiapan yang matang dan mengikuti prosedur dari awal sampai akhir, mahasiswa dapat menjalani proses publikasi dengan lebih percaya diri dan terarah. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

