Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, istilah SINTA tentu sudah tidak asing. SINTA atau Science and Technology Index merupakan salah satu sistem yang digunakan untuk mengindeks dan memberikan informasi mengenai publikasi serta kinerja ilmiah di Indonesia. Dalam konteks publikasi jurnal, mahasiswa sering menjumpai istilah SINTA 1, SINTA 2, SINTA 3, SINTA 4, SINTA 5, dan SINTA 6.
Persoalan yang sering muncul adalah apakah semua peringkat SINTA memiliki nilai yang sama untuk kebutuhan kelulusan. Tidak sedikit mahasiswa yang menganggap bahwa semakin kecil angka SINTA, semakin tinggi tingkat jurnalnya, tetapi belum memahami perbedaan karakteristik setiap peringkat. Padahal, pemilihan jurnal untuk memenuhi syarat kelulusan sebaiknya dilakukan berdasarkan ketentuan kampus, fakultas, program studi, dan pedoman akademik yang berlaku.
Memahami perbedaan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 menjadi penting sebelum mahasiswa mengirimkan artikel. Dengan mengetahui tingkatan jurnal, mahasiswa dapat menyesuaikan target publikasi dengan persyaratan akademik, kualitas naskah, waktu yang tersedia, serta kemampuan mengikuti proses review. Kesalahan memilih jurnal dapat menyebabkan artikel ditolak atau publikasi tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan kampus.
Artikel ini membahas secara lengkap perbedaan SINTA 1 sampai SINTA 6, karakteristik masing-masing peringkat, serta cara menentukan jurnal yang sesuai untuk kebutuhan kelulusan. Pembahasan juga membantu mahasiswa memahami bahwa jurnal dengan peringkat lebih tinggi tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan yang tepat.

Mengenal SINTA dan Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai SINTA 6
SINTA merupakan sistem informasi ilmiah yang digunakan untuk memberikan gambaran mengenai publikasi dan kinerja penelitian di Indonesia. Dalam konteks jurnal ilmiah nasional terakreditasi, terdapat enam peringkat yang umum dikenal, yaitu SINTA 1 hingga SINTA 6. Urutan tersebut menunjukkan tingkatan akreditasi jurnal, dengan SINTA 1 berada pada peringkat tertinggi dan SINTA 6 pada peringkat terendah dalam kelompok jurnal nasional terakreditasi.
Perbedaan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 pada dasarnya berkaitan dengan hasil penilaian dan peringkat akreditasi jurnal. Karena itu, mahasiswa tidak seharusnya melihat angka SINTA hanya sebagai label sederhana. Setiap jurnal tetap mempunyai karakteristik, fokus bidang ilmu, kualitas pengelolaan, proses editorial, dan kebijakan publikasi masing-masing. Dua jurnal dengan bidang yang sama pun dapat mempunyai proses penerbitan yang berbeda.
SINTA 1 dan SINTA 2 umumnya menjadi target yang cukup kompetitif karena berada pada peringkat akreditasi tinggi. Jurnal pada tingkat tersebut biasanya menjadi pilihan bagi penulis yang ingin menargetkan publikasi dengan standar akademik yang lebih ketat. Proses editorial dan review juga perlu diperhatikan secara serius. Namun, mahasiswa tidak boleh menganggap bahwa SINTA 1 atau SINTA 2 otomatis menjadi syarat kelulusan di semua universitas.
Sementara itu, SINTA 3 sampai SINTA 6 tetap merupakan bagian dari jurnal nasional terakreditasi. Setiap peringkat mempunyai posisi masing-masing dalam sistem akreditasi jurnal. Bagi mahasiswa, keberadaan berbagai tingkat tersebut memberikan pilihan yang lebih luas ketika mencari jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Hal yang paling penting adalah memastikan jurnal tersebut memang sesuai dengan ketentuan akademik yang ditetapkan oleh institusi.
Pemahaman mengenai tingkatan ini juga membantu mahasiswa menghindari kesalahan ketika membaca informasi persyaratan publikasi. Misalnya, sebuah program studi dapat mensyaratkan publikasi pada jurnal SINTA tertentu, sedangkan program studi lain dapat mempunyai ketentuan berbeda. Ada pula kampus yang membedakan persyaratan berdasarkan jenjang pendidikan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan target jurnal, mahasiswa perlu membaca pedoman kelulusan atau menanyakan ketentuan terbaru kepada pihak akademik dan dosen pembimbing.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Perbedaan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 untuk Publikasi Mahasiswa
Perbedaan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dapat dilihat dari posisi peringkat akreditasinya. SINTA 1 berada pada tingkatan paling atas, kemudian diikuti SINTA 2, SINTA 3, SINTA 4, SINTA 5, dan SINTA 6. Urutan tersebut dapat menjadi gambaran awal bagi mahasiswa ketika membandingkan target publikasi, tetapi tidak cukup untuk menentukan jurnal mana yang paling sesuai untuk tugas akhir.
SINTA 1 dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang mempunyai penelitian kuat dan ingin menargetkan jurnal dengan tingkat kompetisi tinggi. Naskah yang dikirimkan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kebaruan penelitian, metodologi, analisis data, pembahasan, hingga kualitas referensi. Karena tingkat persaingannya dapat lebih tinggi, mahasiswa sebaiknya tidak menjadikan SINTA 1 sebagai pilihan hanya karena ingin mengejar peringkat tertinggi.
SINTA 2 juga termasuk target publikasi yang sering dipertimbangkan oleh mahasiswa dan peneliti. Jurnal pada tingkat ini dapat menjadi pilihan bagi penulis yang memiliki naskah dengan kualitas akademik baik dan memenuhi fokus serta ruang lingkup jurnal. Namun, proses review tetap dapat berlangsung ketat. Mahasiswa perlu memperhatikan template, gaya sitasi, struktur artikel, kualitas bahasa, dan ketentuan etika publikasi sebelum melakukan submission.
SINTA 3 dan SINTA 4 dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang mencari jurnal nasional terakreditasi sesuai dengan bidang penelitian. Akan tetapi, kesesuaian tersebut tetap harus diperiksa terhadap aturan kampus. Jika program studi menerima publikasi pada SINTA 3 atau SINTA 4 sebagai salah satu syarat kelulusan, jurnal pada tingkat tersebut dapat menjadi target yang realistis selama artikel memenuhi standar jurnal dan penelitian mahasiswa.
SINTA 5 dan SINTA 6 juga berada dalam kelompok jurnal nasional terakreditasi. Meskipun berada pada peringkat di bawah SINTA 1 sampai SINTA 4, bukan berarti mahasiswa dapat mengabaikan kualitas artikel. Setiap jurnal tetap memiliki fokus, pedoman penulisan, proses editorial, dan ketentuan publikasi yang harus dipenuhi. Mahasiswa tetap perlu memastikan status jurnal, bidang ilmu, periode akreditasi, serta persyaratan kampus sebelum melakukan publikasi.
Dari sudut pandang kelulusan, pertanyaan “SINTA berapa yang paling baik?” sebenarnya perlu diubah menjadi “SINTA berapa yang dipersyaratkan oleh program studi saya?” Pertanyaan tersebut jauh lebih relevan karena tujuan utama publikasi untuk kelulusan adalah memenuhi ketentuan akademik. Jurnal SINTA 1 belum tentu diperlukan jika kampus menetapkan SINTA 3 sebagai batas minimal. Sebaliknya, jurnal SINTA 6 juga belum tentu memenuhi persyaratan apabila program studi mewajibkan publikasi pada SINTA 2 atau SINTA 3.
Mahasiswa juga perlu membedakan antara target publikasi dan syarat kelulusan. Target publikasi berkaitan dengan jurnal yang ingin dicapai berdasarkan kualitas dan tujuan akademik. Sementara itu, syarat kelulusan merupakan ketentuan resmi yang harus dipenuhi agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya. Keduanya dapat beririsan, tetapi tidak selalu sama.
Karena itu, sebelum memilih jurnal, mahasiswa sebaiknya membuat daftar persyaratan yang jelas. Periksa apakah kampus meminta jurnal terakreditasi SINTA, peringkat minimal yang ditentukan, status artikel yang harus sudah terbit atau cukup accepted, serta ketentuan lain yang mungkin berlaku. Jangan hanya mengandalkan informasi dari teman atau pengalaman mahasiswa angkatan sebelumnya karena kebijakan akademik dapat berubah.
Selain itu, mahasiswa perlu memastikan bahwa jurnal yang dituju memang relevan dengan bidang penelitian. Jurnal dengan peringkat tinggi tetapi tidak sesuai dengan topik penelitian bukanlah pilihan yang ideal. Artikel yang tidak sesuai scope jurnal berpotensi ditolak sejak tahap awal. Dengan demikian, pemilihan jurnal harus mempertimbangkan kombinasi antara peringkat SINTA, kesesuaian bidang, kualitas naskah, ketentuan kampus, dan waktu publikasi.
Karakteristik SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 yang Perlu Dipahami
Setelah memahami konsep dasarnya, mahasiswa perlu mengetahui karakteristik setiap peringkat agar tidak salah menetapkan target publikasi. Peringkat SINTA dapat menjadi salah satu indikator ketika mengevaluasi jurnal, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan.
- SINTA 1: berada pada peringkat akreditasi tertinggi dan umumnya menjadi target publikasi yang sangat kompetitif. Cocok dipertimbangkan untuk penelitian dengan kualitas akademik kuat, kebaruan jelas, metodologi solid, dan pembahasan yang mendalam.
- SINTA 2: termasuk tingkat akreditasi tinggi dan sering menjadi target publikasi mahasiswa maupun peneliti. Naskah tetap membutuhkan kualitas akademik yang baik serta kesesuaian yang kuat dengan fokus jurnal.
- SINTA 3: dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang membutuhkan jurnal nasional terakreditasi dengan target yang relatif lebih realistis dibandingkan peringkat teratas, selama ketentuan program studi memperbolehkannya.
- SINTA 4: menjadi salah satu pilihan jurnal nasional terakreditasi yang dapat dipertimbangkan berdasarkan persyaratan kampus dan kesesuaian bidang penelitian.
- SINTA 5: tetap termasuk jurnal nasional terakreditasi, sehingga mahasiswa perlu memeriksa apakah peringkat tersebut dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan publikasi di program studinya.
- SINTA 6: merupakan salah satu peringkat dalam sistem akreditasi jurnal nasional. Meskipun berada pada tingkatan paling bawah dalam rentang SINTA 1 sampai SINTA 6, mahasiswa tetap harus memastikan jurnal tersebut memenuhi ketentuan akademik yang berlaku.
Perlu diingat bahwa karakteristik tersebut bukan berarti SINTA 1 selalu lebih tepat daripada SINTA 6 untuk setiap mahasiswa. Jika tujuan utama adalah kelulusan, kesesuaian dengan persyaratan akademik menjadi faktor yang lebih penting daripada sekadar mengejar angka SINTA yang lebih tinggi.
Mana yang Sesuai untuk Kelulusan?
Menentukan jurnal SINTA yang sesuai untuk kelulusan harus dimulai dari aturan resmi perguruan tinggi. Tidak ada satu peringkat SINTA yang otomatis berlaku sebagai syarat kelulusan untuk seluruh mahasiswa di Indonesia. Setiap perguruan tinggi dan program studi dapat menetapkan kebijakan yang berbeda.
Beberapa hal yang perlu diperiksa mahasiswa sebelum menentukan target publikasi antara lain:
- Ketentuan resmi program studi mengenai publikasi ilmiah.
- Peringkat SINTA minimal yang dipersyaratkan.
- Status artikel yang dianggap memenuhi syarat, misalnya submitted, accepted, atau published.
- Kesesuaian bidang jurnal dengan topik penelitian.
- Status akreditasi jurnal pada saat publikasi atau saat artikel dinyatakan memenuhi syarat.
- Jadwal penerbitan dan frekuensi terbit jurnal.
- Pedoman penulisan serta template artikel.
- Biaya publikasi apabila jurnal menerapkan biaya tertentu.
- Proses review dan kemungkinan waktu revisi.
- Ketentuan tambahan dari fakultas atau perguruan tinggi.
Sebagai contoh, apabila program studi menetapkan minimal SINTA 4, mahasiswa tidak harus mengejar SINTA 1 hanya karena menganggap peringkat tersebut lebih bergengsi. SINTA 1 dapat menjadi target tambahan jika kualitas penelitian dan waktu memungkinkan. Namun, jika mengejar jurnal dengan persaingan lebih tinggi justru membuat proses kelulusan tertunda, mahasiswa perlu mempertimbangkan kembali strategi publikasinya.
Sebaliknya, jika program studi menetapkan minimal SINTA 2, mahasiswa tidak dapat menggantinya dengan jurnal SINTA 4 hanya karena proses publikasinya dianggap lebih mudah. Ketentuan akademik harus menjadi acuan utama. Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa sebaiknya berdiskusi dengan dosen pembimbing sejak awal agar target jurnal sesuai dengan kualitas penelitian dan batas waktu kelulusan.
Untuk memastikan informasi jurnal, mahasiswa juga dapat memanfaatkan portal SINTA dan sumber resmi perguruan tinggi. Jangan hanya menggunakan daftar jurnal dari unggahan media sosial atau situs yang tidak jelas statusnya. Status akreditasi dapat perlu diverifikasi kembali karena informasi jurnal dan masa berlaku akreditasi harus sesuai dengan kondisi terbaru.
Dengan strategi tersebut, pemilihan jurnal tidak hanya berorientasi pada peringkat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan akademik secara menyeluruh. Mahasiswa dapat membuat prioritas: jurnal yang memenuhi syarat kampus sebagai target utama, jurnal alternatif dengan bidang yang sama, serta rencana cadangan apabila artikel belum diterima.
Bagi mahasiswa yang masih bingung menyusun artikel dari skripsi atau menyesuaikan naskah dengan format jurnal, pendampingan seperti layanan Klik Wisuda dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu proses persiapan naskah. Namun, mahasiswa tetap perlu memahami isi penelitian dan memastikan seluruh proses publikasi dilakukan sesuai ketentuan akademik serta etika ilmiah.
Strategi Memilih Jurnal SINTA yang Tepat untuk Kelulusan
Pemilihan jurnal untuk memenuhi syarat kelulusan sebaiknya dilakukan sejak tahap awal penyusunan artikel, bukan setelah naskah selesai. Dengan menentukan target sejak awal, mahasiswa dapat menyesuaikan struktur artikel, gaya sitasi, jumlah kata, format tabel dan gambar, serta jenis referensi dengan pedoman jurnal yang dituju. Strategi ini juga dapat mengurangi risiko melakukan banyak revisi teknis setelah artikel selesai.
Membaca pedoman akademik dari program studi. Pastikan mahasiswa mengetahui peringkat SINTA minimal yang diperbolehkan dan bentuk publikasi yang diakui sebagai bagian dari persyaratan kelulusan. Beberapa institusi dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai jurnal yang dapat digunakan. Karena itu, informasi dari mahasiswa lain tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya acuan.
Setelah mengetahui batas minimal, mahasiswa dapat membuat daftar beberapa jurnal yang potensial. Jangan hanya memilih satu jurnal karena proses review dapat menghasilkan keputusan diterima, direvisi, atau ditolak. Memiliki beberapa kandidat membantu mahasiswa menyiapkan alternatif apabila target pertama ternyata tidak sesuai dengan topik atau tidak dapat menerbitkan artikel sesuai jadwal yang dibutuhkan.
Kesesuaian scope menjadi faktor penting berikutnya. Setiap jurnal mempunyai fokus dan ruang lingkup tertentu. Artikel mengenai pendidikan, misalnya, lebih tepat dikirimkan ke jurnal yang memang membahas pendidikan daripada jurnal dengan fokus ekonomi atau teknik. Walaupun peringkat SINTA jurnal tersebut sesuai dengan persyaratan kampus, ketidaksesuaian topik dapat meningkatkan kemungkinan artikel tidak lolos seleksi awal.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan kualitas artikel sebelum menentukan target. Penelitian dengan metodologi kuat, data memadai, kebaruan jelas, serta pembahasan mendalam dapat dipertimbangkan untuk jurnal dengan peringkat lebih tinggi. Sebaliknya, jika artikel masih membutuhkan banyak penyempurnaan, mahasiswa dapat berdiskusi dengan dosen pembimbing untuk menentukan target yang realistis dan tetap memenuhi persyaratan kelulusan.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan mahasiswa antara lain:
- Membaca pedoman publikasi jurnal sebelum menulis artikel.
- Memastikan peringkat SINTA jurnal sesuai dengan ketentuan kampus.
- Memeriksa kesesuaian scope jurnal dengan topik penelitian.
- Membaca beberapa artikel terbaru yang telah diterbitkan jurnal tersebut.
- Menyesuaikan format artikel dengan template jurnal.
- Memeriksa kualitas dan kemutakhiran referensi.
- Memastikan metode penelitian dijelaskan secara jelas.
- Menghindari jurnal yang memberikan informasi penerbitan secara tidak transparan.
- Menanyakan kepada dosen pembimbing mengenai target jurnal yang realistis.
- Menyiapkan jurnal alternatif apabila artikel ditolak.
- Memperhitungkan jadwal review dan penerbitan sebelum menentukan target.
- Memeriksa kembali status akreditasi melalui sumber resmi sebelum melakukan submission.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memilih jurnal hanya berdasarkan angka SINTA. Mahasiswa mungkin melihat SINTA 1 sebagai pilihan terbaik, lalu langsung mengirim artikel tanpa mengevaluasi kesesuaian naskah. Padahal, peringkat bukan satu-satunya aspek yang menentukan keberhasilan publikasi. Artikel yang tidak sesuai dengan fokus jurnal tetap berpotensi ditolak meskipun penelitian tersebut memiliki topik yang menarik.
Kesalahan lainnya adalah menganggap jurnal dengan peringkat lebih rendah tidak membutuhkan artikel berkualitas. Anggapan tersebut tidak tepat. Setiap jurnal mempunyai pedoman dan proses editorial yang perlu dipatuhi. Artikel tetap harus disusun berdasarkan prinsip penulisan ilmiah, menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan, mencantumkan sumber secara benar, serta menghindari plagiarisme dan manipulasi data.
Mahasiswa juga perlu berhati-hati terhadap jurnal yang menawarkan proses publikasi secara tidak wajar. Tawaran publikasi yang menjanjikan artikel pasti terbit dalam waktu sangat singkat tanpa proses review yang jelas perlu diperiksa lebih lanjut. Untuk kebutuhan kelulusan, aspek keamanan dan validitas publikasi sama pentingnya dengan mengejar target waktu.
Dengan demikian, strategi terbaik bukan sekadar mencari SINTA tertinggi, melainkan mencari jurnal yang memenuhi tiga aspek utama: sesuai dengan aturan akademik, sesuai dengan bidang penelitian, dan realistis dengan kualitas serta waktu yang dimiliki mahasiswa.
Tips Mempersiapkan Artikel agar Sesuai dengan Jurnal SINTA
Setelah menentukan target jurnal, langkah berikutnya adalah menyiapkan artikel dengan mengikuti pedoman yang berlaku. Mahasiswa sebaiknya tidak langsung melakukan submission hanya karena artikel sudah berasal dari skripsi. Artikel jurnal memiliki karakteristik berbeda dengan laporan skripsi. Naskah perlu diringkas, difokuskan, dan disusun agar pembaca dapat memahami Memastikan judul dan abstrak menggambarkan isi penelitian dengan tepat. Judul sebaiknya spesifik dan tidak terlalu panjang, sedangkan abstrak harus memberikan gambaran mengenai latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Struktur tersebut perlu disesuaikan dengan pedoman jurnal karena setiap penerbit dapat memiliki ketentuan berbeda.
Memperhatikan bagian pendahuluan. Pendahuluan artikel jurnal sebaiknya tidak sekadar memindahkan seluruh latar belakang skripsi. Mahasiswa perlu menunjukkan masalah penelitian, kesenjangan penelitian, alasan penelitian dilakukan, serta tujuan penelitian. Referensi yang digunakan juga sebaiknya relevan dan mendukung argumentasi yang disampaikan.
Bagian metode harus memberikan informasi yang cukup agar pembaca memahami bagaimana penelitian dilakukan. Untuk penelitian kuantitatif, misalnya, penulis perlu menjelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis yang digunakan. Untuk penelitian kualitatif, penjelasan mengenai pendekatan, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis juga perlu disampaikan secara jelas.
Hasil dan pembahasan menjadi bagian penting yang menunjukkan kontribusi penelitian. Data tidak cukup hanya ditampilkan dalam tabel atau grafik. Mahasiswa perlu menjelaskan makna temuan dan menghubungkannya dengan teori serta penelitian terdahulu. Pembahasan yang kuat menunjukkan apakah hasil penelitian mendukung, memperluas, atau berbeda dengan temuan sebelumnya.
Sebelum submission, lakukan pemeriksaan akhir terhadap beberapa aspek berikut:
- Judul sudah sesuai dengan isi artikel.
- Abstrak mengikuti format jurnal.
- Kata kunci relevan dengan topik.
- Pendahuluan memiliki masalah dan tujuan yang jelas.
- Metode penelitian dapat dipahami.
- Hasil disajikan secara sistematis.
- Pembahasan menghubungkan hasil dengan teori dan penelitian sebelumnya.
- Kesimpulan menjawab tujuan penelitian.
- Daftar pustaka sesuai dengan sitasi dalam teks.
- Format sitasi mengikuti gaya yang ditentukan jurnal.
- Tabel dan gambar mengikuti ketentuan jurnal.
- Template jurnal digunakan secara konsisten.
- Naskah telah diperiksa dari kesalahan bahasa dan pengetikan.
- Artikel tidak dikirim secara bersamaan ke beberapa jurnal yang tidak memperbolehkan simultaneous submission.
- Status dan informasi jurnal telah diverifikasi melalui sumber resmi.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan kualitas bahasa. Kesalahan tata bahasa, kalimat yang terlalu panjang, penggunaan istilah yang tidak konsisten, atau paragraf yang tidak memiliki alur logis dapat membuat artikel sulit dipahami. Jika memungkinkan, mintalah dosen pembimbing atau pihak yang memahami penulisan akademik untuk membaca naskah sebelum dikirim.
Pada tahap akhir, jangan lupa mencocokkan kembali target jurnal dengan persyaratan kelulusan. Misalnya, mahasiswa membutuhkan publikasi minimal SINTA 4, tetapi jurnal yang dipilih ternyata sudah tidak berada pada status akreditasi yang sesuai dengan ketentuan kampus. Kondisi seperti ini dapat menimbulkan masalah administratif meskipun artikel sudah diterbitkan.
Bagi mahasiswa yang sedang mengejar kelulusan, perencanaan waktu juga sangat penting. Proses publikasi dapat mencakup submission, pemeriksaan awal, review, revisi, keputusan editor, hingga penerbitan. Karena setiap jurnal memiliki mekanisme dan jadwal yang berbeda, mahasiswa sebaiknya tidak menunggu sampai mendekati batas akhir pendaftaran wisuda.
Klik Wisuda dapat menjadi salah satu pilihan pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan dalam mempersiapkan artikel ilmiah dari tugas akhir. Pendampingan dapat membantu mahasiswa memahami struktur artikel, menyesuaikan naskah dengan format jurnal, serta mempersiapkan naskah agar lebih rapi. Namun, mahasiswa tetap perlu memastikan bahwa isi penelitian, data, sumber, dan keputusan akademiknya dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: SINTA Berapa untuk Kelulusan? Memahami Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6
Kesimpulan
Perbedaan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 terutama terlihat dari tingkatan akreditasi jurnal nasional. SINTA 1 merupakan peringkat tertinggi dalam rentang tersebut, sedangkan SINTA 6 berada pada peringkat terendah. Meskipun demikian, perbedaan peringkat tidak berarti mahasiswa harus selalu memilih SINTA 1 untuk memenuhi syarat kelulusan. Kebutuhan publikasi sangat bergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi, fakultas, dan program studi.
Untuk menentukan jurnal yang sesuai, mahasiswa sebaiknya memeriksa persyaratan kelulusan terlebih dahulu, kemudian mencocokkannya dengan bidang penelitian, kualitas artikel, waktu yang tersedia, dan pedoman jurnal. Jika kampus menetapkan minimal SINTA 4, misalnya, jurnal SINTA 4 atau peringkat yang lebih tinggi dapat menjadi target selama memang diakui oleh ketentuan akademik yang berlaku. Sebaliknya, jika program studi menetapkan minimal SINTA 2, mahasiswa harus menyesuaikan target dengan ketentuan tersebut.
Pada akhirnya, memahami perbedaan SINTA 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 bukan hanya tentang mengetahui urutan peringkat jurnal. Pemahaman tersebut membantu mahasiswa membuat keputusan publikasi yang lebih tepat, realistis, dan sesuai dengan tujuan akademik. Jangan hanya mengejar angka SINTA tertinggi; pastikan jurnal yang dipilih benar-benar sesuai dengan persyaratan kelulusan, scope penelitian, kualitas artikel, serta jadwal penyelesaian studi. Dengan persiapan yang terencana dan pemeriksaan informasi yang teliti, proses publikasi dapat menjadi bagian yang lebih terarah dalam perjalanan menuju kelulusan. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

