Bagi mahasiswa, publikasi artikel ilmiah di jurnal yang terindeks Science and Technology Index (SINTA) dapat menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan akademik. Dalam beberapa program studi atau perguruan tinggi, publikasi pada jurnal tertentu bahkan dapat berkaitan dengan persyaratan tugas akhir, kelulusan, atau pencapaian akademik lainnya. Karena itu, memahami ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa menjadi langkah penting sebelum mengirimkan artikel.
Namun, memilih jurnal SINTA tidak cukup hanya dengan melihat apakah jurnal tersebut memiliki peringkat SINTA. Mahasiswa perlu memastikan kesesuaian bidang ilmu, fokus dan scope jurnal, jenis artikel yang diterima, format naskah, sistem sitasi, hingga kebijakan publikasi yang berlaku. Kesalahan dalam memahami ketentuan jurnal dapat menyebabkan artikel dikembalikan untuk diperbaiki atau bahkan ditolak sebelum masuk ke tahap review.
Selain itu, setiap jurnal memiliki pedoman penulis yang berbeda. Ada jurnal yang meminta struktur artikel tertentu, batas jumlah halaman, gaya referensi tertentu, template khusus, hingga persyaratan administratif sebelum proses submission. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar naskah yang dikirim benar-benar sesuai dengan ketentuan jurnal SINTA yang dituju.
Artikel ini membahas berbagai hal yang perlu dicek sebelum submit jurnal SINTA. Dengan memahami setiap ketentuan sejak awal, mahasiswa dapat mengurangi kesalahan teknis, meningkatkan kesiapan naskah, dan memilih jurnal yang lebih sesuai dengan kebutuhan publikasi akademiknya.

Memahami Ketentuan Jurnal SINTA untuk Mahasiswa Sebelum Memilih Jurnal
Memahami ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa sebaiknya dimulai sebelum menentukan jurnal tujuan. SINTA pada dasarnya merupakan sistem indeksasi dan pemeringkatan jurnal ilmiah di Indonesia. Karena terdapat berbagai peringkat dan karakteristik jurnal, mahasiswa perlu memahami bahwa tidak semua jurnal SINTA memiliki ketentuan yang sama. Jurnal yang berada pada peringkat tertentu dapat memiliki standar, fokus, proses editorial, dan kebijakan publikasi yang berbeda.
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah peringkat SINTA jurnal. Informasi ini penting terutama jika kampus atau program studi menetapkan tingkat jurnal tertentu sebagai syarat akademik. Mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari pihak lain, tetapi melakukan verifikasi terhadap status jurnal melalui sumber resmi yang tersedia. Pastikan jurnal yang dipilih memang masih memiliki status yang relevan dengan kebutuhan publikasi.
Selanjutnya, mahasiswa perlu melihat bidang keilmuan dan scope jurnal. Artikel yang berkualitas belum tentu sesuai untuk semua jurnal. Misalnya, penelitian mengenai manajemen pendidikan sebaiknya dikirimkan kepada jurnal yang memang memiliki ruang lingkup pendidikan, manajemen pendidikan, atau bidang yang beririsan. Sebaliknya, artikel dengan topik ekonomi belum tentu sesuai apabila jurnal hanya berfokus pada pendidikan dasar. Kesesuaian scope menjadi salah satu faktor penting sebelum melakukan submit jurnal SINTA.
Mahasiswa juga perlu membaca artikel-artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal tersebut. Langkah ini membantu memberikan gambaran mengenai topik penelitian yang biasa diterima, metode penelitian yang digunakan, struktur penulisan, kedalaman pembahasan, serta karakter referensi yang digunakan. Dengan mempelajari beberapa artikel sebelumnya, mahasiswa dapat menilai apakah naskahnya memiliki kesesuaian dengan karakter jurnal.
Selain itu, periksa apakah jurnal tersebut menerima artikel dari mahasiswa atau penulis umum. Sebagian jurnal memiliki ketentuan khusus mengenai jenis penulis, afiliasi, jumlah penulis, atau bidang penelitian. Walaupun banyak jurnal menerima artikel dari mahasiswa, pengecekan tetap diperlukan. Jangan sampai mahasiswa sudah menyelesaikan naskah tetapi baru mengetahui adanya ketentuan khusus ketika proses submission berlangsung. Pemeriksaan awal akan membuat proses publikasi menjadi lebih terarah dan mengurangi risiko kesalahan.
Baca Juga: Pendampingan Skripsi Online untuk Mengatasi Kesulitan Menyusun Bab Skripsi
Lima Hal Penting yang Perlu Dicek Sebelum Submit Jurnal SINTA
Sebelum melakukan submit jurnal SINTA, mahasiswa perlu membuat daftar pemeriksaan agar tidak ada ketentuan yang terlewat. Pedoman penulis atau author guidelines sebaiknya menjadi dokumen utama yang dibaca sebelum melakukan penyesuaian naskah. Jangan hanya melihat template, karena informasi penting mengenai proses submission, jenis artikel, format sitasi, dan kebijakan jurnal biasanya dijelaskan secara lebih lengkap pada halaman pedoman penulis.
1. yang perlu dicek adalah template dan struktur artikel
Setiap jurnal dapat memiliki format yang berbeda, mulai dari ukuran kertas, margin, jenis huruf, ukuran font, jarak antarbaris, format tabel, hingga penempatan gambar. Struktur artikel juga dapat berbeda. Ada jurnal yang menggunakan format pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan, sedangkan jurnal lainnya dapat memiliki struktur yang sedikit berbeda. Mengikuti template jurnal secara tepat menunjukkan bahwa mahasiswa memahami ketentuan teknis yang ditetapkan oleh pengelola jurnal.
2. Jumlah halaman atau batas kata
Ketentuan ini sering dianggap sederhana, tetapi dapat menjadi alasan naskah harus diperbaiki sebelum diproses lebih lanjut. Mahasiswa perlu mengetahui apakah jurnal menetapkan jumlah kata minimum dan maksimum, jumlah halaman tertentu, atau batas panjang untuk bagian abstrak. Jika artikel terlalu panjang atau terlalu pendek dari ketentuan, lakukan penyesuaian sebelum submission. Jangan mengandalkan asumsi bahwa editor akan melakukan penyesuaian terhadap naskah.
3. Gaya referensi dan sistem sitasi
Jurnal dapat menggunakan APA, IEEE, Vancouver, Chicago, atau gaya referensi lainnya. Selain format kutipan dalam teks, mahasiswa perlu memperhatikan cara menulis daftar pustaka, urutan elemen bibliografi, penggunaan DOI, dan konsistensi antara sumber yang dikutip dengan sumber yang tercantum dalam daftar pustaka. Penggunaan reference manager dapat membantu, tetapi hasil akhirnya tetap perlu diperiksa secara manual karena otomatisasi tidak selalu menghasilkan format yang sempurna.
4. Persyaratan abstrak dan kata kunci
Abstrak biasanya memiliki batas jumlah kata dan elemen tertentu yang harus disampaikan, seperti tujuan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan. Kata kunci juga perlu dipilih secara relevan dengan topik artikel. Mahasiswa sebaiknya tidak memasukkan kata kunci yang terlalu umum apabila terdapat istilah akademik yang lebih spesifik dan mewakili isi penelitian. Kesesuaian abstrak dan kata kunci membantu editor serta pembaca memahami fokus artikel sejak awal.
5. Kebijakan submission dan publikasi
Sebelum mengirim artikel, mahasiswa perlu mengetahui apakah jurnal menerapkan biaya publikasi, apakah terdapat proses review, bagaimana mekanisme revisi, serta berapa lama proses editorial biasanya berlangsung. Informasi tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman setelah artikel dikirim. Mahasiswa juga harus memastikan artikel tidak sedang diajukan secara bersamaan ke jurnal lain karena tindakan tersebut dapat bertentangan dengan etika publikasi ilmiah.
Dalam praktiknya, pemeriksaan sebelum submit dapat dibuat menjadi checklist sederhana. Mahasiswa dapat memastikan beberapa pertanyaan berikut telah terjawab:
- Apakah jurnal memiliki status SINTA yang sesuai dengan persyaratan kampus atau program studi?
- Apakah topik artikel sesuai dengan focus and scope jurnal?
- Apakah struktur artikel sudah mengikuti template terbaru?
- Apakah jumlah kata atau halaman sudah sesuai?
- Apakah format abstrak dan kata kunci telah memenuhi ketentuan?
- Apakah sitasi dan daftar pustaka mengikuti gaya referensi yang ditentukan?
- Apakah tabel dan gambar telah mengikuti format jurnal?
- Apakah seluruh penulis dan afiliasi telah ditulis dengan benar?
- Apakah artikel memenuhi ketentuan orisinalitas dan etika publikasi?
- Apakah seluruh dokumen pendukung yang diminta telah disiapkan?
Checklist tersebut dapat membantu mahasiswa melakukan pemeriksaan secara sistematis. Daripada langsung menekan tombol submit setelah artikel selesai, lebih baik meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan akhir. Dalam proses publikasi ilmiah, kesalahan kecil seperti format file yang salah, informasi afiliasi yang tidak lengkap, atau referensi yang tidak sesuai dapat membuat proses menjadi lebih lama.
Mahasiswa juga perlu memahami bahwa memenuhi ketentuan jurnal SINTA bukan berarti artikel otomatis diterima. Kepatuhan terhadap format dan pedoman penulis merupakan bagian dari kesiapan administratif dan teknis. Setelah itu, artikel tetap akan dinilai berdasarkan kualitas penelitian, kebaruan, metodologi, relevansi pembahasan, kualitas referensi, serta kontribusi ilmiahnya.
Oleh karena itu, strategi terbaik adalah memisahkan antara pemeriksaan administratif dan pemeriksaan substansi. Pemeriksaan administratif berfokus pada format dan ketentuan jurnal, sedangkan pemeriksaan substansi berfokus pada kualitas penelitian dan argumentasi. Keduanya sama-sama penting untuk meningkatkan kesiapan artikel sebelum submit jurnal SINTA.
Bagi mahasiswa yang baru pertama kali melakukan publikasi, proses ini memang dapat terasa cukup rumit. Namun, dengan membaca pedoman jurnal secara teliti dan membuat checklist sebelum submission, proses tersebut dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Jika membutuhkan bantuan dalam mempersiapkan artikel, melakukan proofreading, atau menyesuaikan naskah dengan ketentuan publikasi, mahasiswa juga dapat mempertimbangkan layanan akademik seperti Klik Wisuda sebagai bagian dari persiapan sebelum submit.
Pemeriksaan Kualitas Naskah Sebelum Submit Jurnal SINTA
Setelah memastikan jurnal yang dipilih sesuai dengan bidang penelitian, tahap berikutnya adalah memeriksa kualitas naskah. Ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan format tulisan, tetapi juga mencakup kesiapan isi artikel. Naskah yang sudah mengikuti template belum tentu siap dikirim apabila masih terdapat masalah dalam argumentasi, metode, data, sitasi, atau pembahasannya.
Pemeriksaan kualitas sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dari bagian judul sampai daftar pustaka. Mahasiswa dapat melakukan pengecekan secara bertahap agar lebih mudah menemukan kesalahan. Berikut beberapa bagian yang perlu diperhatikan sebelum melakukan submit jurnal SINTA.
1. Judul artikel
Judul harus menggambarkan fokus penelitian secara jelas dan tidak terlalu panjang. Hindari penggunaan istilah yang tidak diperlukan atau judul yang terlalu umum. Judul idealnya menunjukkan variabel, objek, fenomena, atau konteks penelitian sehingga pembaca dapat memahami isi artikel sejak awal.
2. Abstrak
Pastikan abstrak sesuai dengan jumlah kata yang ditentukan jurnal. Isi abstrak sebaiknya mencerminkan tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Jangan sampai terdapat informasi dalam abstrak yang tidak ditemukan dalam isi artikel.
3. Pendahuluan
Pendahuluan harus menjelaskan latar belakang masalah, urgensi penelitian, penelitian terdahulu, kesenjangan penelitian, dan tujuan penelitian. Mahasiswa perlu memastikan bahwa pendahuluan tidak hanya berisi uraian umum, tetapi memiliki alur argumentasi yang mengarah pada alasan penelitian dilakukan.
4. Metode penelitian
Bagian metode harus cukup jelas untuk menunjukkan bagaimana penelitian dilaksanakan. Jenis penelitian, populasi dan sampel, sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen, serta teknik analisis perlu disampaikan sesuai karakter penelitian. Untuk penelitian kualitatif maupun kuantitatif, detail metode perlu disesuaikan dengan ketentuan jurnal.
5. Hasil dan pembahasan
Hasil harus disajikan berdasarkan data yang diperoleh, sedangkan pembahasan menjelaskan makna temuan dan kaitannya dengan teori serta penelitian terdahulu. Hindari hanya mengulang data pada bagian pembahasan. Mahasiswa perlu menunjukkan bagaimana hasil penelitian menjawab rumusan masalah atau tujuan penelitian.
6. Kesimpulan
Kesimpulan harus menjawab tujuan penelitian dan merangkum temuan utama. Hindari memasukkan pembahasan baru yang tidak pernah dijelaskan sebelumnya. Jika jurnal meminta implikasi atau rekomendasi, bagian tersebut perlu disesuaikan dengan pedoman penulis.
7. Daftar pustaka
Seluruh referensi yang dikutip di dalam artikel harus tercantum dalam daftar pustaka. Sebaliknya, sumber yang tidak pernah digunakan dalam artikel sebaiknya tidak dicantumkan. Konsistensi format referensi juga harus diperiksa sebelum submission.
Selain isi artikel, mahasiswa perlu memeriksa aspek teknis dokumen. Pastikan file yang diunggah menggunakan format yang diminta jurnal, seperti DOC, DOCX, atau format lainnya. Nama file juga sebaiknya dibuat jelas dan profesional. Jika sistem jurnal meminta file tambahan seperti cover letter, supplementary file, atau dokumen pernyataan tertentu, seluruh berkas harus dipersiapkan sebelum submission.
Pemeriksaan akhir juga dapat mencakup pengecekan bahasa. Kesalahan ejaan, tanda baca, kalimat tidak efektif, penggunaan istilah yang tidak konsisten, serta terjemahan bahasa Inggris yang kurang tepat dapat mengurangi kualitas tampilan artikel. Proofreading sebelum submit jurnal SINTA menjadi langkah yang cukup penting, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali melakukan publikasi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengikuti Ketentuan Jurnal SINTA
Memahami ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa akan lebih bermanfaat apabila diikuti dengan pemeriksaan terhadap kesalahan yang sering terjadi. Banyak artikel mahasiswa sebenarnya memiliki topik dan data yang menarik, tetapi proses publikasinya terhambat karena masalah teknis atau ketidaksesuaian dengan pedoman jurnal.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Tidak memeriksa status jurnal
Mahasiswa terkadang langsung menggunakan informasi dari teman, media sosial, atau daftar jurnal lama tanpa melakukan verifikasi. Status jurnal dan informasi publikasi dapat berubah, sehingga pemeriksaan sumber resmi perlu dilakukan sebelum menentukan jurnal tujuan.
- Memilih jurnal hanya berdasarkan peringkat SINTA
Peringkat bukan satu-satunya pertimbangan. Jurnal harus memiliki scope yang sesuai dengan artikel. Artikel yang tidak sesuai fokus jurnal berpotensi mengalami penolakan meskipun kualitas penelitiannya cukup baik.
- Tidak membaca author guidelines
Kesalahan ini cukup umum. Mahasiswa langsung menggunakan format artikel dari jurnal lain atau template lama tanpa membaca ketentuan terbaru. Padahal, jurnal dapat mengubah template, sistem referensi, struktur artikel, maupun persyaratan submission.
- Mengabaikan format sitasi
Referensi yang banyak tidak otomatis menunjukkan kualitas artikel apabila penulisannya tidak konsisten. Mahasiswa perlu menyesuaikan seluruh kutipan dan daftar pustaka dengan gaya yang ditentukan jurnal.
- Mengirim artikel tanpa proofreading
Kesalahan ketik dan tata bahasa dapat memberikan kesan bahwa artikel belum dipersiapkan secara matang. Pemeriksaan akhir diperlukan sebelum naskah dikirim kepada editor.
- Mengabaikan etika publikasi
Mahasiswa harus memastikan artikel merupakan karya yang layak dipublikasikan dan tidak melakukan plagiarisme, fabrikasi data, falsifikasi, atau praktik publikasi tidak etis lainnya. Artikel juga tidak sebaiknya dikirim secara bersamaan ke beberapa jurnal.
- Tidak memeriksa identitas penulis
Nama penulis, afiliasi, email, urutan penulis, dan informasi lainnya harus diperiksa sebelum submission. Kesalahan metadata dapat menimbulkan masalah ketika artikel sudah masuk ke sistem jurnal.
- Terburu-buru karena mengejar jadwal kelulusan
Publikasi ilmiah membutuhkan waktu. Ada proses pemeriksaan awal, review, revisi, keputusan editor, hingga kemungkinan penerbitan. Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak menunggu sampai mendekati batas akhir kelulusan untuk memulai proses publikasi.
Kesalahan-kesalahan tersebut menunjukkan bahwa persiapan submit jurnal SINTA perlu dilakukan secara sistematis. Mahasiswa sebaiknya membuat checklist pribadi yang mencakup aspek jurnal, naskah, referensi, dokumen, dan etika publikasi. Dengan cara ini, proses pemeriksaan tidak hanya bergantung pada ingatan.
Penting juga untuk membedakan antara jurnal yang sesuai dengan kebutuhan akademik dan jurnal yang menawarkan proses publikasi secara tidak jelas. Mahasiswa perlu berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan artikel pasti diterima, proses review yang tidak wajar, atau publikasi dalam waktu sangat singkat tanpa penjelasan yang transparan.
Checklist Akhir Sebelum Submit Jurnal SINTA
Sebelum menekan tombol submit, mahasiswa sebaiknya melakukan pemeriksaan terakhir secara menyeluruh. Tahap ini dapat dianggap sebagai quality control untuk memastikan artikel sudah memenuhi ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa sekaligus memenuhi standar akademik yang diperlukan. Pemeriksaan terakhir sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pedoman jurnal sebagai acuan, bukan hanya berdasarkan perkiraan pribadi.
Mahasiswa dapat menggunakan checklist sederhana mulai dari status jurnal, kesesuaian scope, template, struktur artikel, abstrak, kata kunci, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, sitasi, daftar pustaka, hingga dokumen pendukung. Pastikan juga seluruh informasi penulis sudah benar dan artikel tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Jika kampus menetapkan persyaratan khusus mengenai peringkat jurnal, jenis publikasi, atau bukti penerimaan artikel, persyaratan tersebut juga perlu diperiksa sejak awal.
Jika masih merasa ragu mengenai kesiapan naskah, mahasiswa dapat melakukan proofreading atau meminta masukan dari dosen pembimbing, rekan yang memahami bidang penelitian, maupun layanan pendukung akademik. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Klik Wisuda untuk membantu persiapan naskah akademik sesuai kebutuhan. Bantuan tersebut dapat digunakan sebagai pelengkap, sementara tanggung jawab terhadap isi penelitian, data, dan integritas akademik tetap berada pada penulis.
Baca Juga: Jurnal SINTA sebagai Syarat Kelulusan: Ketentuan yang Perlu Dipahami Mahasiswa
Kesimpulan
Ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa perlu dipahami sebelum artikel dikirim agar proses publikasi berjalan lebih terarah. Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui peringkat SINTA, tetapi juga perlu memeriksa focus and scope, template, struktur artikel, jumlah kata, format sitasi, kebijakan publikasi, serta persyaratan submission dari jurnal yang dipilih.
Kesiapan artikel juga harus diperiksa dari sisi substansi. Judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka harus memiliki keterkaitan yang jelas. Selain itu, mahasiswa perlu memastikan artikel telah melalui proofreading, memenuhi prinsip etika publikasi, dan menggunakan referensi secara konsisten. Pemeriksaan menyeluruh dapat mengurangi kesalahan teknis yang berpotensi menghambat proses editorial.
Pada akhirnya, submit jurnal SINTA bukan sekadar mengunggah file ke sistem jurnal. Proses tersebut membutuhkan pemilihan jurnal yang tepat, penyesuaian naskah dengan pedoman, pemeriksaan kualitas penelitian, serta kesiapan administratif. Dengan memahami ketentuan jurnal SINTA untuk mahasiswa sejak awal dan melakukan checklist sebelum submission, peluang artikel untuk diproses dengan lebih lancar dapat ditingkatkan. Persiapan yang matang juga membantu mahasiswa menjalani proses publikasi dengan lebih percaya diri dan terencana. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam proses revisi, pengecekan tata bahasa akademik, proofreading, atau pendampingan penyusunan skripsi, Hubungi Admin Klik Wisuda

