Menulis artikel ilmiah tidak hanya membutuhkan data penelitian yang valid dan pembahasan yang mendalam, tetapi juga harus mengikuti ketentuan penulisan yang telah ditetapkan oleh jurnal tujuan. Banyak naskah berkualitas ditolak bukan karena isi penelitiannya kurang baik, melainkan karena tidak memenuhi gaya selingkung jurnal ilmiah yang berlaku. Oleh sebab itu, memahami gaya selingkung menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum mengirimkan artikel ke jurnal.
Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, istilah gaya selingkung mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, masih banyak yang menganggapnya hanya sebatas pengaturan ukuran huruf atau margin halaman. Padahal, gaya selingkung mencakup berbagai aspek penulisan, mulai dari struktur artikel, format sitasi, penyajian tabel dan gambar, penggunaan bahasa, hingga tata cara penulisan daftar pustaka.
Setiap jurnal memiliki identitas dan standar editorial yang berbeda. Ada jurnal yang menggunakan gaya sitasi APA, sementara jurnal lain menerapkan IEEE, Vancouver, atau Chicago Style. Begitu pula dengan aturan jumlah kata abstrak, format heading, hingga cara menyajikan hasil penelitian. Ketidaksesuaian terhadap ketentuan tersebut dapat menyebabkan naskah dikembalikan kepada penulis bahkan sebelum memasuki proses penelaahan (review).
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian gaya selingkung jurnal ilmiah, alasan mengapa aturan tersebut penting, komponen yang harus diperhatikan, contoh penerapannya, kesalahan yang sering dilakukan, serta berbagai tips agar artikel ilmiah lebih mudah diterima oleh jurnal tujuan.

Apa Itu Gaya Selingkung Jurnal Ilmiah?
Gaya selingkung jurnal ilmiah adalah seperangkat aturan atau pedoman penulisan yang ditetapkan oleh pengelola jurnal sebagai standar dalam penyusunan dan publikasi artikel ilmiah. Pedoman ini bertujuan menciptakan konsistensi tampilan, kualitas penyajian, serta kemudahan pembaca dalam memahami isi artikel.
Gaya selingkung tidak hanya mengatur aspek visual, tetapi juga mencakup tata cara penulisan secara menyeluruh. Penulis diwajibkan mengikuti format yang telah ditentukan, mulai dari sistematika artikel, penulisan kutipan, format daftar pustaka, penggunaan bahasa, hingga penyajian tabel, gambar, dan lampiran.
Dalam praktiknya, setiap jurnal memiliki gaya selingkung yang berbeda sesuai dengan bidang keilmuan, kebijakan editorial, maupun standar penerbit. Oleh karena itu, sebelum mulai menulis atau mengirimkan artikel, penulis perlu membaca pedoman penulisan (author guidelines) secara cermat agar naskah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Memahami gaya selingkung sejak awal akan membantu penulis menghemat waktu dalam proses revisi sekaligus meningkatkan peluang artikel untuk diproses lebih lanjut oleh editor.
Baca juga: Pengembangan Modul Ajar untuk Blended Learning
Mengapa Gaya Selingkung Sangat Penting?
Sebagian penulis lebih fokus pada isi penelitian dibandingkan aspek teknis penulisan. Padahal, gaya selingkung memiliki peran yang sama pentingnya dalam proses publikasi ilmiah.
Beberapa alasan mengapa gaya selingkung harus diperhatikan antara lain sebagai berikut.
1. Menjaga konsistensi publikasi
Setiap jurnal berupaya menampilkan artikel dengan format yang seragam sehingga mudah dibaca dan terlihat profesional. Konsistensi ini hanya dapat dicapai apabila seluruh penulis mengikuti pedoman yang sama.
2. Mempermudah proses editorial
Naskah yang telah sesuai dengan gaya selingkung akan lebih mudah diproses oleh editor dan reviewer. Sebaliknya, artikel yang tidak mengikuti pedoman sering kali dikembalikan untuk diperbaiki sebelum memasuki tahap penelaahan ilmiah.
3. Meningkatkan kredibilitas artikel
Artikel yang disusun sesuai standar jurnal memberikan kesan bahwa penulis memahami etika dan tata cara publikasi ilmiah. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan editor terhadap kualitas naskah yang diajukan.
4. Mengurangi risiko penolakan awal
Banyak jurnal menerapkan proses desk evaluation sebelum artikel dikirim kepada reviewer. Pada tahap ini, editor akan memeriksa kesesuaian format dengan gaya selingkung. Apabila tidak sesuai, artikel dapat langsung ditolak tanpa melalui proses review.
5. Memudahkan pembaca memahami isi artikel
Format yang konsisten membantu pembaca menemukan informasi penting dengan lebih cepat. Misalnya, letak abstrak, metode penelitian, hasil penelitian, dan daftar pustaka selalu berada pada posisi yang telah ditentukan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, jelas bahwa gaya selingkung bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian penting dari kualitas publikasi ilmiah.
Komponen Utama dalam Gaya Selingkung Jurnal Ilmiah
Meskipun setiap jurnal memiliki aturan yang berbeda, terdapat beberapa komponen yang hampir selalu diatur dalam pedoman penulisan.
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Judul artikel | Mengatur jumlah kata, penggunaan huruf kapital, dan bahasa yang digunakan. |
| Nama penulis | Tata cara penulisan nama, afiliasi, serta alamat email. |
| Abstrak | Jumlah kata, struktur, dan penggunaan kata kunci. |
| Kata kunci | Jumlah kata kunci serta format penulisannya. |
| Struktur artikel | Susunan bagian seperti pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. |
| Sitasi | Gaya penulisan kutipan yang digunakan, misalnya APA, IEEE, atau Vancouver. |
| Daftar pustaka | Format penulisan referensi sesuai gaya sitasi yang berlaku. |
| Tabel dan gambar | Penomoran, judul, sumber, serta tata letaknya. |
| Format naskah | Jenis huruf, ukuran font, spasi, margin, dan jumlah halaman. |
Memahami setiap komponen tersebut akan membantu penulis menyusun artikel yang sesuai dengan standar jurnal sejak awal, sehingga proses penyuntingan menjadi lebih efisien.
Aturan Penulisan yang Umum Ditemukan dalam Jurnal Ilmiah
Meskipun tidak bersifat mutlak, sebagian besar jurnal ilmiah menerapkan aturan penulisan yang relatif serupa.
Pada bagian judul, penulis biasanya diminta menggunakan kalimat yang singkat, spesifik, dan mencerminkan isi penelitian. Judul yang terlalu panjang atau bersifat umum sering kali kurang disukai karena menyulitkan proses pengindeksan.
Abstrak umumnya ditulis dalam satu paragraf dengan jumlah kata tertentu, misalnya antara 150 hingga 250 kata. Isi abstrak harus mampu menjelaskan tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil utama, serta kesimpulan secara ringkas.
Kata kunci biasanya terdiri atas tiga hingga lima istilah yang benar-benar mewakili topik penelitian. Pemilihan kata kunci yang tepat akan membantu artikel lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari maupun basis data ilmiah.
Pada bagian isi artikel, jurnal umumnya mengharuskan penulis menggunakan struktur yang sistematis, dimulai dari pendahuluan, metode penelitian, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan. Beberapa jurnal juga menambahkan bagian ucapan terima kasih dan informasi pendanaan apabila diperlukan.
Selain itu, hampir semua jurnal mengatur tata cara penulisan kutipan dan daftar pustaka. Oleh sebab itu, penulis perlu memastikan seluruh sitasi telah sesuai dengan gaya referensi yang dipersyaratkan.
Contoh Perbedaan Gaya Selingkung Antarjurnal
Perbedaan gaya selingkung dapat terlihat dari berbagai aspek penulisan. Sebagai contoh, sebuah jurnal di bidang teknik mungkin menggunakan format sitasi IEEE dengan sistem penomoran, sedangkan jurnal ilmu sosial lebih banyak menggunakan APA Style dengan sistem nama penulis dan tahun.
Perbedaan juga dapat ditemukan pada jumlah kata abstrak, format heading, maupun jumlah maksimal referensi yang digunakan. Bahkan, beberapa jurnal internasional mensyaratkan penggunaan bahasa Inggris akademik dengan tingkat keterbacaan tertentu.
Sebagai ilustrasi, jurnal A dapat menetapkan abstrak maksimal 200 kata dengan lima kata kunci, sedangkan jurnal B memperbolehkan abstrak hingga 250 kata dan hanya tiga kata kunci. Dari sisi format, jurnal A mungkin menggunakan font Times New Roman ukuran 12, sedangkan jurnal B menggunakan Cambria ukuran 11.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya selingkung yang berlaku untuk semua jurnal. Oleh karena itu, penulis tidak dapat menggunakan satu format artikel untuk seluruh tujuan publikasi tanpa melakukan penyesuaian terlebih dahulu.
Cara Menyesuaikan Artikel dengan Gaya Selingkung
Menyesuaikan artikel dengan gaya selingkung sebaiknya dilakukan sejak tahap awal penulisan, bukan setelah artikel selesai. Langkah ini akan menghemat waktu karena penulis tidak perlu melakukan perubahan besar ketika hendak mengirimkan naskah.
- Mengunduh pedoman penulisan atau template resmi dari jurnal yang dituju. Template tersebut biasanya sudah memuat format heading, ukuran huruf, tata letak tabel, serta aturan penulisan lainnya.
- Pelajari artikel-artikel yang telah diterbitkan pada jurnal tersebut. Perhatikan bagaimana penulis menyusun abstrak, menyajikan hasil penelitian, menulis sitasi, hingga menyusun daftar pustaka. Cara ini membantu memahami gaya penulisan yang diharapkan oleh editor.
- Gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote agar proses penyesuaian gaya sitasi menjadi lebih mudah dan konsisten. Dengan demikian, risiko kesalahan penulisan referensi dapat diminimalkan.
Contoh Penerapan Gaya Selingkung dalam Artikel Ilmiah
Memahami teori mengenai gaya selingkung akan lebih mudah apabila disertai dengan contoh penerapannya. Dalam praktiknya, penyesuaian dilakukan pada hampir seluruh bagian artikel, mulai dari judul hingga daftar pustaka.
Misalnya, sebuah jurnal menetapkan bahwa judul artikel tidak boleh lebih dari 15 kata, menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata, serta ditulis dalam bahasa Indonesia. Penulis yang sebelumnya membuat judul sepanjang 25 kata harus menyederhanakannya tanpa mengurangi makna penelitian.
Pada bagian abstrak, jurnal mungkin mengharuskan penulis menyampaikan tujuan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan dalam satu paragraf dengan panjang maksimal 200 kata. Jika abstrak yang disusun terlalu panjang atau belum memuat salah satu unsur tersebut, maka perlu dilakukan revisi sebelum naskah dikirimkan.
Hal serupa berlaku pada penulisan tabel dan gambar. Sebagian jurnal meletakkan judul tabel di bagian atas, sedangkan judul gambar ditempatkan di bagian bawah. Selain itu, seluruh tabel dan gambar biasanya harus diberi nomor secara berurutan serta dirujuk di dalam pembahasan.
Pada bagian referensi, perbedaan gaya sitasi juga sangat terlihat. Sebagai contoh, jurnal yang menggunakan APA Style akan menuliskan kutipan dengan format nama penulis dan tahun, sedangkan jurnal yang menerapkan IEEE Style menggunakan nomor urut dalam tanda kurung siku.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa gaya selingkung memengaruhi hampir seluruh aspek penulisan artikel. Oleh karena itu, penyesuaian format tidak boleh dianggap sebagai tahap akhir semata, melainkan menjadi bagian dari proses penyusunan naskah sejak awal.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengikuti Gaya Selingkung
Banyak penulis sebenarnya telah membaca pedoman jurnal, tetapi masih melakukan kesalahan saat menerapkannya. Kesalahan ini sering kali menyebabkan artikel dikembalikan oleh editor untuk diperbaiki atau bahkan ditolak pada tahap pemeriksaan awal.
- Tidak menggunakan template resmi jurnal. Penulis sering kali menggunakan format dari jurnal lain atau format bawaan aplikasi pengolah kata sehingga tata letak artikel tidak sesuai dengan ketentuan.
- Ketidakkonsistenan dalam penulisan sitasi dan daftar pustaka. Misalnya, sebagian kutipan menggunakan format APA, sedangkan referensi lainnya mengikuti gaya IEEE. Ketidaksesuaian seperti ini menunjukkan bahwa penulis kurang teliti dalam mengelola referensi.
- Tidak memperhatikan jumlah kata abstrak, jumlah kata kunci, atau panjang artikel yang dipersyaratkan. Padahal, aspek-aspek tersebut biasanya menjadi bagian dari pemeriksaan administratif sebelum artikel diteruskan kepada reviewer.
- Penggunaan istilah yang tidak konsisten, penomoran tabel dan gambar yang tidak berurutan, serta adanya referensi yang tercantum dalam daftar pustaka tetapi tidak pernah disitasi di dalam artikel. Sebaliknya, ada pula kutipan dalam pembahasan yang tidak dicantumkan pada daftar pustaka.
- Kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila penulis melakukan pengecekan akhir secara menyeluruh sebelum mengirimkan naskah.
Tips Praktis agar Artikel Sesuai Gaya Selingkung Jurnal
Menyesuaikan artikel dengan pedoman jurnal akan menjadi lebih mudah apabila dilakukan secara sistematis. Beberapa langkah berikut dapat membantu penulis meminimalkan kesalahan sekaligus meningkatkan kualitas naskah.
- Membaca seluruh panduan penulis yang disediakan oleh jurnal. Jangan hanya melihat template, tetapi pahami juga ketentuan mengenai struktur artikel, format sitasi, jumlah referensi, hingga etika publikasi.
- Selanjutnya, manfaatkan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote. Perangkat lunak tersebut dapat membantu menyusun sitasi dan daftar pustaka secara otomatis sesuai gaya yang dipersyaratkan. Meskipun demikian, hasilnya tetap perlu diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada kesalahan format.
- Lakukan pemeriksaan menggunakan daftar periksa (checklist). Misalnya, pastikan judul telah sesuai ketentuan, abstrak memenuhi batas jumlah kata, kata kunci relevan, struktur artikel lengkap, sitasi konsisten, serta tabel dan gambar telah diberi nomor dengan benar.
- Selain itu, luangkan waktu untuk membaca beberapa artikel terbaru yang telah diterbitkan pada jurnal tujuan. Cara ini akan memberikan gambaran mengenai gaya penulisan, kedalaman pembahasan, serta standar kualitas yang diharapkan oleh editor dan reviewer.
- Terakhir, lakukan proofreading sebelum naskah dikirimkan. Pemeriksaan akhir tidak hanya berfokus pada kesalahan ejaan dan tata bahasa, tetapi juga memastikan seluruh format telah sesuai dengan pedoman jurnal.
Rekomendasi Sebelum Mengirim Artikel ke Jurnal
Sebelum menekan tombol submit, penulis sebaiknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap artikel yang telah disusun. Langkah ini penting untuk mengurangi kemungkinan revisi administratif maupun penolakan awal.
Berikut beberapa aspek yang perlu diperiksa sebelum mengirimkan artikel.
| Aspek Pemeriksaan | Hal yang Perlu Dipastikan |
|---|---|
| Judul | Singkat, jelas, sesuai ketentuan jurnal. |
| Abstrak | Memenuhi jumlah kata dan memuat tujuan, metode, hasil, serta kesimpulan. |
| Kata kunci | Relevan dengan topik penelitian dan sesuai jumlah yang dipersyaratkan. |
| Struktur artikel | Lengkap sesuai template jurnal. |
| Sitasi | Konsisten menggunakan gaya referensi yang diminta. |
| Daftar pustaka | Seluruh referensi telah disitasi dalam artikel. |
| Tabel dan gambar | Nomor, judul, dan sumber sudah sesuai pedoman. |
| Bahasa | Menggunakan bahasa ilmiah yang jelas, efektif, dan bebas kesalahan. |
Pemeriksaan akhir seperti ini sering kali menentukan kelancaran proses editorial. Semakin sedikit kesalahan administratif, semakin besar peluang artikel untuk segera masuk ke tahap penelaahan substansi oleh reviewer.
Peran Gaya Selingkung dalam Meningkatkan Peluang Publikasi
Banyak penulis mengira bahwa kualitas penelitian merupakan satu-satunya faktor yang menentukan diterima atau tidaknya artikel ilmiah. Padahal, kepatuhan terhadap gaya selingkung juga menjadi pertimbangan penting dalam proses editorial.
Editor biasanya menerima puluhan hingga ratusan naskah setiap periode. Artikel yang telah mengikuti pedoman jurnal akan lebih mudah diperiksa karena tidak memerlukan banyak perbaikan teknis. Sebaliknya, naskah yang tidak sesuai format membutuhkan waktu tambahan sehingga berpotensi dikembalikan kepada penulis.
Selain itu, kepatuhan terhadap gaya selingkung mencerminkan profesionalisme penulis. Artikel yang rapi, konsisten, dan sesuai standar menunjukkan bahwa penulis menghargai proses publikasi ilmiah serta memahami etika akademik.
Dalam konteks publikasi internasional, kepatuhan terhadap pedoman penulisan menjadi semakin penting karena sebagian besar jurnal bereputasi menerapkan proses seleksi administratif yang ketat. Oleh sebab itu, memahami gaya selingkung bukan hanya membantu memperbaiki tampilan artikel, tetapi juga meningkatkan peluang naskah untuk dipublikasikan.
Baca juga: Kebaruan Penelitian: Cara Menemukan Novelty yang Tepat untuk Skripsi dan Tesis
Kesimpulan
Gaya selingkung jurnal ilmiah merupakan pedoman penulisan yang mengatur berbagai aspek penyusunan artikel, mulai dari struktur naskah, format sitasi, penyajian tabel dan gambar, hingga tata cara penulisan daftar pustaka. Setiap jurnal memiliki ketentuan yang berbeda sehingga penulis perlu mempelajari pedoman yang berlaku sebelum mulai menyusun atau mengirimkan artikel.
Kepatuhan terhadap gaya selingkung memberikan banyak manfaat, antara lain menjaga konsistensi publikasi, mempermudah proses editorial, meningkatkan kredibilitas artikel, serta mengurangi risiko penolakan pada tahap pemeriksaan awal. Oleh karena itu, penyesuaian terhadap pedoman jurnal sebaiknya dilakukan sejak awal proses penulisan, bukan hanya menjelang pengiriman naskah.
Dengan memahami aturan, mempelajari contoh penerapan, menghindari kesalahan yang sering terjadi, serta menerapkan tips praktis yang telah dibahas, penulis dapat menghasilkan artikel ilmiah yang lebih profesional dan memiliki peluang lebih besar untuk diterima oleh jurnal tujuan.
Menyesuaikan artikel dengan gaya selingkung jurnal sering kali memerlukan ketelitian tinggi. Tidak sedikit penulis yang telah memiliki penelitian berkualitas, tetapi masih menghadapi kendala dalam menyusun format artikel, mengatur sitasi, memperbaiki daftar pustaka, hingga memastikan naskah sesuai dengan pedoman jurnal yang dituju.
Apabila kamu membutuhkan bantuan dalam proses proofreading akademik, pengecekan gaya selingkung jurnal, maupun persiapan naskah agar siap dipublikasikan, Klik Wisuda siap membantu. Hubungi Admin Klik Wisuda untuk mendapatkan layanan profesional yang dapat membantu memastikan naskahmu memenuhi standar akademik dan persyaratan jurnal tujuan.

